Sukses

3 Langkah Orang Tua untuk Cegah Obesitas pada Anak

Jangan biarkan anak mengalami obesitas dan terkena beragam masalah kesehatan. Sebagai orang tua, lakukan ini untuk mencegahnya!

Klikdokter.com, Jakarta Peringatan tentang pencegahan obesitas pada anak kini semakin gencar terdengar di mana-mana. Kabar baiknya, makin banyak orang yang peduli dan mulai memahami bahwa obesitas pada anak adalah suatu keadaan yang sangat berbahaya dan sudah sepantasnya diberantas.

Bukan tanpa alasan, pemberantasan obesitas pada anak adalah cara terbaik untuk melindungi masa depannya. Sebab, para peneliti memproyeksikan bahwa lebih dari setengah anak-anak di Amerika Serikat―meski sekarang belum terlihat jelas―akan mengalami obesitas di usia mereka yang ke-35 tahun.

Itu artinya, jika setengah populasi dunia mengalami obesitas pada usia 35 tahun, masalah kesehatan kronis yang terkait dengan obesitas seperti diabetes dan penyakit jantung, kemungkinan besar juga akan melonjak tajam. Akibat peristiwa tersebut, angka harapan hidup akan semakin menurun dan tentunya itu bukan kabar yang membahagiakan.

Atas dasar itu, setiap orang tua harus waspada dan segera melakukan tindakan agar anak tidak mengalami obesitas dan berbagai dampak buruknya. Dilansir dari Parents.com, berikut tiga cara yang orang tua lakukan untuk itu:

1. Hindari minuman manis, termasuk jus kemasan

Salah satu aspek yang mesti dihindari adalah asupan gula berlebih, yang umumnya didapat dari minuman manis. Ketika anak sudah terbiasa mengonsumsi minuman manis sedari kecil, di kemudian hari ia akan cenderung tumbuh menjadi pribadi yang tak bisa lepas dari gula.

Di sisi lain, Anda mungkin berpikir bahwa memberikannya jus kemasan yang dijual bebas di pasaran akan lebih menyehatkan ketimbang memberinya minuman bersoda. Hal ini tidak sepenuhnya benar.

Kandungan buah dan sayur pada jus kemasan memang sangat baik. Tapi sayangnya, jus kemasan juga mengandung kadar gula yang sangat tinggi sehingga merusak manfaat baiknya. Bahkan, ada pula jus kemasan yang hanya menggunakan secuil buah dan sayur sebagai bahan dasarnya. Sisanya? Tentu hanya perasa buatan.

2. Contohkan gaya hidup sehat dan diet seimbang

Diet seimbang adalah yang paling baik. Sebab, diet ini memungkinkan pelakunya untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi dalam sehari dengan porsi makan yang disesuaikan.

Oleh sebab itu, untuk menghindarkan anak dari obesitas, ajarkanlah ia untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Misalnya, dalam satu piring menu makan anak, terdapat karbohidrat kompleks dari nasi merah, kentang, atau roti gandum. Lalu, ada protein hewani dan nabati, serta tak lupa serat dan vitamin yang berasal dari sayur maupun buah-buahan.

Namun, sebelum mengajarkan tentang diet seimbang, Anda sebagai orang tua juga harus menerapkan metode diet tersebut di hadapan si Kecil. Intinya, biarkan anak mencontoh kebiasaan baik dari orang tuanya.

3. Ajarkan anak untuk membedakan rasa lapar

Pernahkah Anda mendengar istilah “lapar mata”? Jika pernah, sebaiknya segera ajarkan si Kecil untuk membedakan rasa lapar sungguhan dan rasa “lapar mata” yang semu.

Sebab, makin ke sini, desain kemasan dan promosi makanan dilakukan dengan cara yang sangat menarik. Sehingga, meski sedang lapar dan tidak sedang membutuhkan asupan tambahan, si Kecil pasti tergoda untuk membeli dan mengonsumsinya secara berlebihan. Alhasil? Rasa “lapar mata” tersebut bisa membuat si Kecil ketagihan membeli makanan yang tidak perlu, mengunyah terus-menerus, dan berujung pada obesitas.

Melalui tiga langkah sederhana di atas, diharapkan Anda sebagai orang tua bisa melindungi anak dari obesitas dan segudang dampak buruk yang mengikutinya. Dengan demikian, generasi mendatang bisa menjadi generasi yang lebih sehat dan produktif.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar