Sukses

Mukbang, Sekadar Tren atau Gangguan Kejiwaan?

Beberapa tahun belakangan ini, tren mukbang marak di internet. Namun, apakah ini sekadar tren atau berkaitan dengan gangguan kejiwaan?

Klikdokter.com, Jakarta Mukbang adalah salah satu tren asal Korea yang sedang populer. “Pertunjukan makanan” mukbang tayang secara langsung di internet (live streaming) atau video rekaman. Acara ini menampilkan sekumpulan orang yang sedang mengonsumsi makanan dalam jumlah yang besar. Individu dalam video tersebut mungkin akan menyiapkan makanan di depan kamera, atau langsung mengonsumsinya.

Tidak seperti lomba makan, yang berisi eating professionals yang dilatih untuk menghabiskan makanan secepat mungkin, mukbang dibuat oleh orang awam yang biasanya akan mengonsumsi sesuatu yang sederhana, seperti mi atau makanan cepat saji, tapi dalam porsi yang sangat besar.

Para pembuat mukbang menghasilkan ribuan dolar per bulannya dari donasi penonton. Salah satu penjelasan mengenai mengapa mukbang menjadi populer diungkapkan Jeff Yang, senior vice president dari Kantar Futures. Menurutnya, ini karena rasa kesepian yang dirasakan orang dewasa yang tidak memiliki pasangan di Korea Selatan, ditambah aspek sosial mengonsumsi makanan yang melekat di Korea Selatan. Para broadcast jockey (BJ) ini, sering kali berinteraksi dengan penonton, berdiskusi mengenai hari mereka sambil mengonsumsi makanannya.

Namun, ada pula komunitas yang tumbuh cepat karena alasan yang berbeda sama sekali, yakni terdiri dari para individu yang memiliki gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia. Komunitas ini menariknya justru mendiskusikan daya tarik dari mukbang dan video binge eating (pesta makan) lainnya. Faktanya, bahkan seorang Youtuber yang dikenal sebagai Erik TheElectric”, terbuka mengenai bagaimana saluran Youtube-nya membantu dia menghadapi anoreksia.

Selain itu, kegiatan ini membujuknya untuk mengonsumsi makanan secara nyaman bersama orang lain, seperti menambah nafsu makan. Hal yang sama berlaku pula dengan para penontonnya jika dilihat dari komentarnya. Pada sisi ini, tampaknya mukbang dapat menolong sebagian orang tidak merasa lapar seharian penuh.

1 dari 2 halaman

Efek negatif mukbang

Di sisi lain, yang tidak banyak dibicarakan adalah mengenai efek negatif yang dapat dipicu mukbang. Salah satunya binge eating, yakni sindrom penyimpangan perilaku makan. Orang yang mengalami binge eating disorder akan makan dalam porsi yang besar dan tidak dapat mengontrol kapan harus berhenti.

Untuk sebagian orang yang mengidap bulimia dan binge eating, mukbang mencerminkan binge eating berlebihan yang dicitrakan sebagai perilaku yang dianggap normal, bahkan sehat. Contohnya, banyak penonton di forum online yang mendiskusikan apakah para BJ ini akan memuntahkan makanan yang sudah mereka konsumsi. Namun kenyataannya, para BJ yang terlihat kurus dan sehat itu ada yang harus berolahraga selama 6 – 10 jam sehari untuk membakar kalori yang sudah mereka makan saat mukbang.

Sebagian kalangan juga beranggapan bahwa menjadi broadcast jockey merupakan suatu pekerjaan impian, karena mereka dapat melanjutkan binge eating sambil dibayar. Penonton membayangkan bahwa mereka dapat melakukan binge eating yang dibayar, tapi tidak perlu ada yang tahu mereka memuntahkan makanan setelahnya. Hal ini dapat memberikan ide pada kelompok yang sudah mengidap gangguan pola makan untuk tetap melakukan kebiasaan mereka.

Mukbang suatu gangguan kejiwaan?

Mukbang bak pedang bermata dua. Di satu sisi, kita menyadari mukbang merupakan suatu hal positif bagi mereka yang berjuang meningkatkan nafsu makannya. Namun di sisi lain, ada pula aspek negatifnya, yakni membuat penonton percaya bahwa binge eating, yang kerap dilakukan penderita bulimia, merupakan sesuatu yang wajar. Seperti diketahui, bulimia termasuk gangguan makan, yang masuk dalam salah satu kategori gangguan kejiwaan. 

Dengan demikian, porsi makan yang terbaik adalah yang sewajarnya dan sesuai dengan kebutuhan. Namun, selama mukbang hanya dilakukan untuk sebuah hiburan, tidak ada yang salah. Akan tetapi, jika mukbang sudah menjadi kebiasaan bahkan menjadi perilaku negatif, Anda harus menghentikannya karena bisa mengarah pada binge eating. Periksakan diri ke dokter atau psikolog jika Anda mengalami hal ini.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar