Sukses

Metode Tanam Benang untuk Wajah Awet Muda

Metode tanam benang dipercaya mampu membuat wajah tampak awet muda. Sebelum mencobanya, ketahui dulu hal-hal ini.

Wajah awet muda adalah dambaan hampir setiap orang. Berbagai cara akan ditempuh untuk mendapatkannya, mulai dari penggunaan produk kecantikan tertentu, beralih ke gaya hidup yang lebih sehat, atau bahkan mengambil jalan pintas dengan operasi plastik.

Namun, tak semua orang ingin merogoh kocek begitu dalam untuk prosedur tersebut, terlebih proses pemulihan pascaoperasi yang cukup lama.

Salah satu prosedur dalam dunia estetika yang digandrungi sebagai alternatif operasi plastik adalah metode tanam benang (thread lift). Selain manfaatnya untuk membuat wajah tampak awet muda, adakah efek samping dari tanam benang?

Sekilas Tentang Prosedur Tanam Benang

Thread lift atau tanam benang adalah perawatan invasif minimal untuk mengencangkan kulit, membentuk dan meremajakan area wajah, leher, mata, serta memperjelas batang ataupun bentuk hidung.

Selama prosedur, benang dengan pengait dimasukkan ke lapisan bawah kulit. Benang tersebut bertindak sebagai media untuk mengangkat kulit yang kendur.

Benang juga akan merangsang kulit dari waktu ke waktu. Tujuannya adalah untuk menghasilkan kolagen, sehingga menghasilkan efek mengencangkan kulit yang tahan lama dan terlihat alami.

Dalam prosedur ini, tidak ada sayatan yang dan tidak ada jahitan yang diperlukan. Pada akhirnya, benang akan terserap sempurna dalam tubuh.

Artikel Lainnya: Terapi Oksigen, Benarkah Efektif Bikin Awet Muda?

1 dari 3 halaman

Ketahui Ini Sebelum Melakukan Prosedur Tanam Benang

Sebelum melakukan tanam benang, Anda perlu mengetahui beberapa hal berikut:

  • Harga

Dibandingkan operasi plastik, metode tanam benang relatif lebih murah. Harganya tentu saja berbeda-beda, tergantung merek dan lamanya benang bertahan di dalam kulit. 

Umumnya, harga berkisar antara Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta per benang. Untuk satu wajah, kira-kira dibutuhkan sekitar dua sampai empat benang, tergantung lokasi dan bentuk wajah.

  • Pengerjaan

Prosedur tanam benang memanfaatkan bius untuk mengurangi rasa nyeri ketika pengerjaan. Bius yang digunakan tersebut adalah bius lokal.

Setelah pasien dibius, benang kemudian akan dimasukkan berjalan tepat di bawah kulit, lalu perlahan ditarik untuk mendapatkan bentuk yang sesuai.

Artikel Lainnya: Efektifkah Suntik Kolagen untuk Menjaga Wajah Awet Muda?

  • Waktu Pengerjaan

Benang yang digunakan dapat diserap tubuh, sehingga tidak perlu dilepas. Dokter hanya membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit untuk pengerjaan tindakan ini, tergantung jumlah benang dan bagian sisi wajah yang diinginkan.

  • Hasil

Berbeda dengan operasi plastik yang butuh proses untuk mengetahui hasilnya, prosedur ini bersifat instan. Manfaat dari tanam benang bisa langsung terlihat setelah pengerjaan. Hasilnya berupa pengencangan kulit dan perbaikan kontur wajah.

Karena instan dengan hasil yang cukup memuaskan, inilah yang menjadi alasan tanam benang wajah banyak diminati ketimbang dengan operasi plastik.

Apalagi, prosedur thread lift ini pengerjaannya cepat, masa pemulihan yang singkat, serta tanpa risiko komplikasi serius.

  • Pascatindakan

Setelah prosedur tanam benang selesai, dokter akan memberikan obat nyeri dan salep antibiotik untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi.

Dokter juga akan meminta Anda kontrol kembali ke klinik untuk melihat apakah ada efek samping, serta menilai hasil dari tanam benang yang Anda jalankan.

Perlu diketahui juga bahwa metode tanam bisa efektif pada kondisi yang tidak terlalu parah, dalam arti wajah tidak turun atau bergelambir. Jika sudah parah, operasi plastik facelift merupakan pilihan yang lebih baik.

Artikel Lainnya: Berapa Lama Luka Akibat Operasi Plastik Bisa Pulih?

2 dari 3 halaman

Adakah Efek Samping Metode Tanam Benang?

Meskipun tanam benang merupakan tindakan minimal invasif, komplikasi masih bisa terjadi (biasanya hanya sementara). 

Umumnya efek samping tanam benang berupa nyeri ringan hingga sedang, rasa tak nyaman di wajah, bengkak, memar, infeksi, hingga munculnya jaringan parut di kulit. Berikut ini penjelasannya:

  1. Nyeri

Tindakan ini melibatkan jarum sebagai media penghantar benang. Jarum yang ditusukkan di kulit tentu dapat menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Namun, biasanya untuk mengurangi rasa nyeri, obat oles penghilang rasa sakit akan diberikan sebelum tindakan dilakukan.

  1. Reaksi Pembengkakan

Reaksi bengkak dan kemerahan terjadi karena proses peradangan akibat tusukan jarum atau akibat cairan anestesi di bawah kulit. Biasanya ini merupakan reaksi sementara pascatindakan.

Artikel Lainnya: Kecanduan Suntik Filler, Adakah Efek Sampingnya?

  1. Infeksi

Masuknya jarum ke dalam kulit dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri atau agen infeksius lainnya. Infeksi yang terjadi dapat menimbulkan rasa nyeri berkepanjangan, timbul nanah, hingga terjadinya jaringan parut.

Akan tetapi, efek samping tanam benang ini biasanya dapat diminimalkan dengan selalu menggunakan jarum yang steril.

  1. Jaringan Parut

Jaringan parut merupakan reaksi penyembuhan luka setelah tindakan yang tidak normal. Sayangnya, risiko terjadinya jaringan parut pada seseorang tidak dapat dipastikan sebelumnya.

Kondisi ini dapat diperkirakan melalui anamnesis, apakah pernah ada riwayat jaringan parut yang kurang baik sebelumnya (keloid) atau tidak.

Karena itu, selain memastikan prosedur dilakukan dengan baik, benar, dan steril, informasi mengenai kondisi medis sebelumnya perlu digali dengan baik untuk meminimalkan efek samping tanam benang.

  1. Sensasi Tidak Nyaman Akibat Benda Asing

Penempatan benang khusus di bawah kulit secara tidak langsung akan menimbulkan sensasi kurang nyaman atau mengganjal. Namun, biasanya sensasi tersebut akan hilang sendiri, dan tidak semua orang mengeluhkan hal serupa.

  1. Asimetris

Perubahan bentuk wajah memang menjadi salah satu tujuan dari tindakan ini. Namun, alih-alih mendapatkan bentuk wajah yang diinginkan, efek samping tanam benang malah bisa membuat bentuk wajah yang asimetris.

Untuk itu, sebelum memutuskan untuk melakukan prosedur, pastikan ahli yang dipilih memang terampil, berpengalaman, serta komunikatif.

Perlu diingat, setiap tindakan medis sekecil apa pun tetap berisiko menimbulkan komplikasi. Untuk meminimalkan komplikasi yang mungkin timbul, pastikan Anda tidak sembarangan memilih klinik kecantikan.

Percayakan prosedur tanam benang pada dokter spesialis kulit yang kompeten sehingga aman dan terjamin, baik dari alat maupun tenaga medisnya. Jika Anda masih memiliki pertanyaan terkait topik ini, jangan ragu ajukan pertanyaan ke dokter lewat fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter, ya!

[WA]

1 Komentar