Sukses

Bolehkah Ibu Hamil Minum Red Wine?

Red wine menyimpan beragam manfaat. Namun, bolehkah minuman beralkohol jenis ini dikonsumsi oleh ibu hamil?

Klikdokter.com, Jakarta Red wine alias anggur merah merupakan jenis minuman mengandung alkohol yang mungkin sudah tak asing bagi Anda. Minuman jenis ini memiliki rasa yang khas, dan dipercaya dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan. Bahkan, saking sehatnya, red wine dianggap dapat dikonsumsi dengan aman oleh ibu hamil.

Memang, ketimbang minuman anggur lain, red wine adalah yang memiliki konsentrasi flavonoid dan resveratrol (antioksidan) paling tinggi. Sebab, minuman jenis ini mengalami proses fermentasi yang lebih lama ketimbang jenis minuman anggur lainnya.

Maka dari itu, minum anggur merah dalam porsi yang dianjurkan dapat membantu menurunkan risiko terkena penyakit pembuluh darah (kardiovaskular) dan meningkatkan kadar kolesterol baik di dalam tubuh.

Lantas, bagaimana bila red wine dikonsumsi oleh ibu hamil? Apakah aman dan dapat mendatangkan beragam manfaat sehat?

Red wine boleh diminum ibu hamil

Dilansir dari Healthandparenting.com, boleh atau tidaknya ibu hamil minum red wine sebenarnya masih sangat sulit untuk dipastikan hingga saat ini. Jikapun ada sebagian ahli medis yang membolehkan ibu hamil mengonsumsi red wine, belum ada takaran yang tepat agar tidak muncul efek samping merugikan.  

Oleh karena itu, meski red wine menawarkan sejumlah kebaikan), ibu hamil disarankan untuk tidak mengonsumsinya. Pada dasarnya, ibu hamil memang tidak disarankan untuk mengonsumsi alkohol jenis apa pun, demi kelancaran kehamilan dan kesempurnaan perkembangan janin dalam kandungan.

Dilansir dari American Pregnancy, tidak ada jumlah alkohol yang dianggap aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Jadi, Anda sebaiknya tidak beralasan “minum sedikit saja”. Karena, alkohol yang masuk ke dalam tubuh saat hamil bisa melewati plasenta dan masuk ke aliran darah bayi, dan menyebabkan terjadinya Fetal Alcohol Syndrome (FAS).

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat FAS, di antaranya:

  • Kelainan bentuk wajah
  • Berat badan rendah
  • Ukuran tengkorak lebih kecil
  • Pertumbuhan fisik sangat lambat
  • Punya masalah dengan sistem saraf pusat

Hingga kini, masih belum diketahui berapa banyak alkohol yang dibutuhkan untuk memicu terjadinya keadaan berbahaya tersebut. Karenanya, penting bagi ibu hamil untuk tidak menyentuh alkohol sama sekali. Ini berarti, Anda juga sangat tidak disarankan untuk menjadikan red wine atau minuman beralkohol lainnya sebagai pelarian dari stres yang biasanya terjadi di trimester tiga kehamilan.

Jangan pernah menganggap bahwa trimester tiga kehamilan kondisi bayi dalam kandungan sudah mumpuni untuk menerima paparan alkohol. Tapi, apakah itu kehamilan trimester pertama, kedua, ataupun ketiga, sebaiknya ibu hamil benar-benar tidak terpapar alkohol sama sekali.

Jadi, menjawab pertanyaan boleh atau tidak ibu hamil minum red wine, jawabannya adalah tidak. Karena, meski baik bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam proporsi yang sesuai, ibu hamil memiliki kondisi yang berbeda dari orang pada umumnya.

Oleh sebab itu , ibu hamil seharusnya menghindari semua jenis minuman beralkohol selama mengandung. Jika ingin mendapatkan manfaat dari red wine, sebaiknya tunggu hingga sang buah hati sudah lahir dan tidak membutuhkan ASI lagi. Itu pun Anda harus mengonsumsi red wine pada takaran yang dianjurkan oleh dokter alias tidak boleh sembarangan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar