Sukses

Anak Chrissy Teigen dan John Legend Mengidap Plagiocephaly

Menjadi orang tua yang baik, Chrissy Teigen dan John Legend percaya diri merawat buah hatinya, Miles Theodore, yang terkena Plagiocephaly.

Klikdokter.com, Jakarta Siapa yang tak kenal John Legend? Penyanyi bersuara berat asal Ohio, Amerika Serikat, yang kian melambung namanya sejak single “All of Me” diluncurkan pada 2013. Kini bersama sang istri - Chrissy Teigen – keduanya  berjuang merawat putra mereka yang menderita plagiocephaly,  Miles Theodore Stephens.

Dilansir People awal bulan Desember ini, Chrissy yang juga seorang model mengabarkan kepada followers di media sosialnya bahwa Miles tengah melakukan terapi helm tengkorak (cranial helmet therapy) untuk mengatasi plagiocephaly.

Dalam unggahannya tersebut, Chrissy juga membagikan foto si Kecil yang sedang menggunakan helm terapi. Dalam foto tersebut, Chrissy turut menandai akun instagram suaminya.

Plagiocephaly yang dialami Miles merupakan kondisi bentuk kepala yang kurang sempurna yang juga sering disebut sebagai sindrom kepala datar (flat head). Kondisi ini umumnya disebabkan oleh terlalu seringnya bayi berbaring di posisi yang sama, khususnya posisi telentang.

Secara tidak langsung, kebiasaan tersebut membentuk kepala bagian belakang bayi menjadi lebih gepeng. Perlu diketahui juga bahwa kepala bayi masih sangat lembut dan lunak. Itulah mengapa tekanan eksternal, baik saat masih di dalam perut ataupun sudah lahir, bisa mengganggu pembentukan kepala bayi.

1 dari 3 halaman

Penyebab anak terkena plagiocephaly

Selain karena terlalu sering tidur di satu posisi yang sama, dikutip dari Cranialtech.com, perubahan bentuk kepala bayi yang dinamakan plagiocephaly tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor lain, yaitu:

  • Terjebak di satu posisi saat berada dalam rahim

Bayi yang terjebak dalam satu posisi atau tidak memiliki cukup ruang untuk bergerak di dalam rahim berisiko terkena plagiocephaly.

  • Kelahiran kembar

Plagiocephaly umum terjadi dalam kasus kelahiran kembar karena adanya keterbatasan ruang bagi janin yang dapat menyebabkan distorsi kepala.

  • Kelahiran prematur

Bayi prematur memiliki tengkorak yang lebih lembut. Itulah sebabnya bayi-bayi prematur juga sering menghabiskan waktu yang lama di unit perawatan intensif neonatal dengan kepala di posisi yang sama saat menggunakan respirator.

  • Tortikolis

Congenital Muscular Torticollis (CMT) adalah suatu kondisi otot leher yang abnormal dan menyebabkan kepala bayi miring atau berputar ke satu sisi. Akibatnya, kepala kerap dipegang dalam satu jenis posisi. Sehingga, hal itu dapat menyebabkan plagiocephaly.

Sementara itu, ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa sindrom kepala datar seperti yang dialami putra Chrissy Teigen dan John Legend dianggap makin sering terjadi.

Ternyata, kondisi tersebut marak terjadi setelah American Academy of Pediatrics (AAP) memperkenalkan kampanye Back to Sleep, yaitu kampanye yang mendesak orang tua untuk membuat bayi tidur telentang.

Rekomendasi tidur telentang itu tentunya bukan tanpa alasan. Tidur telentang pada bayi dapat mencegah Sindrom Kematian Bayi Mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Sehingga sejak itu, muncullah korelasi antara tidur telentang pada bayi dan plagiocephaly.

2 dari 3 halaman

Terapi helm untuk mengatasi plagiocephaly

Meski demikian, Anda tak perlu khawatir. Sindrom plagiocephaly bukanlah penyakit berbahaya. Jadi, jika orang tua secara konsisten melakukan terapi, lambat laun bentuk kepala si Kecil juga akan kembali normal. Asalkan, terapi helm itu dilakukan sedini mungkin.

Mengenai terapi helm yang ditujukan pada anaknya, Chrissy berkomentar lewat cuitannya di media sosial. “Dan sejujurnya, ia bahkan terlihat lebih menggemaskan ketika memakai helm ini,” tulis Chrissy. Ia pun meminta kepada para pengikutnya di media sosial untuk tidak prihatin secara berlebihan. Pasalnya, keduanya memiliki keyakinan diri dalam merawat dan mengembalikan kondisi kepala Si Kecil, Miles Theodore.

Lucunya lagi, Chrissy sempat berkelakar bahwa ia juga ingin mengenakan helm terapi tersebut untuk menyempurnakan bentuk kepalanya, tapi sayang sudah terlambat. Sikap positif dan percaya diri yang dimiliki pasangan selebritis yang romantis ini patut diacungi jempol.

Sebab, dalam mengobati buah hati, orang tua sebaiknya tidak panik dan sedih berlebihan. Percaya atau tidak, energi positif yang dimiliki oleh orang tua juga akan tertular kepada buah hati mereka. Hal ini sama seperti yang dilakukan oleh Chrissy Teigen dan John Legend dalam merawat anaknya yang mengidap plagiocephaly.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar