Sukses

Mitos tentang Bayi Jatuh 7 Kali, Haruskah Dipercaya?

Salah satu mitos yang paling sering didengar adalah bayi yang sudah jatuh sekali akan terus terjatuh hingga tujuh kali. Benarkah hal ini?

Klikdokter.com, Jakarta Banyak mitos terkait bayi jatuh. Salah satu yang paling sering didengar adalah bayi yang sudah jatuh sekali akan terus terjatuh hingga tujuh kali. Setelah tujuh kali terjatuh, si bayi baru tidak akan terjatuh lagi. Apakah ini benar?

Terkait mitos ini, dr. Atika dari Klikdokter menjelaskan, “Mitos tersebut keliru. Kalau orang tua bisa memberi penjagaan dengan baik, tentu kejadian bayi jatuh berulang kali dapat dihindari.”

Dia menambahkan, “Bayi jatuh satu kali adalah peringatan kepada orang tua supaya bisa menjaga anak dengan baik. Misalnya saat anak sedang di tempat tidur, berjalan, merangkak, berlari.”

Menurut dr. Atika jika si Kecil terlalu sering jatuh bisa memengaruhi kesehatannya. Misalnya, cedera kepala, patah tulang, dan memar pada bagian tubuh tertentu.

Tindakan pertama saat bayi jatuh

Bayi yang aktif memang banyak bergerak. Oleh karena itulah, tak jarang bayi jatuh dari tempat tidur bahkan dari gendongan ibunya. Apa tindakan pertama yang harus orang tua lakukan ketika bayi mereka jatuh?

Dilansir dari Health Line, pertolongan pertama saat bayi Anda terjatuh adalah dengan mengecek tanda-tanda fisik bayi. Jika bayi Anda tampak mengalami cedera kepala yang serius -seperti adanya tanda-tanda perdarahan atau ketidaksadaran- segera periksakan ke dokter.

Selain itu, jangan pindahkan bayi Anda dalam keadaan tersebut, kecuali jika ia akan berisiko mengalami cedera lebih lanjut. Jika bayi Anda mengalami muntah atau tampak kejang, jagalah agar leher si Kecil tetap dalam posisi lurus. Jika Anda melihat pendarahan pada bayi, berikan tekanan lembut dengan kasa atau handuk atau kain bersih sampai bantuan medis tiba.

Namun, jika bayi Anda tidak tampak terluka parah, angkatlah dengan lembut. Mereka mungkin akan kesakitan, takut, dan khawatir. Ibu dapat menggendong dan menenangkan bayi untuk meredakan tangisan mereka.

1 dari 2 halaman

Hal yang harus diperhatikan

Usai memeriksa tanda-tanda fisik, bayi harus tetap dipantau kondisinya. “Ibu harus memperhatikan dan memantau kondisi anak setidaknya sampai 12 jam berikutnya, apalagi jika ada area kepala yang terkena benturan,” ujar dr. Atika.

Tanda-tanda itu adalah sebagai berikut:

  • Bayi menangis terus
  • Muntah
  • Ada benjolan di tempat lembek di bagian depan kepala bayi
  • Bayi terus menggosok kepala
  • Bayi sangat mengantuk
  • Berdarah atau keluar cairan kuning dari hidung dan telinga bayi
  • Tangisan bayi bernada tinggi
  • Bayi kehilangan keseimbangan
  • Koordinasi tubuh bayi buruk
  • Bayi malas makan dan minum
  • Ukuran pupil bayi tidak sama
  • Sensitif pada suara dan cahaya.

Kalau Anda mendapati hal-hal di atas pada bayi Anda usai terjatuh, segera periksakan si Kecil ke dokter secepat mungkin.

“Selain itu, yang penting adalah orang tua atau sang ibu terlebih dahulu tidak panik dan tetap tenang. Ini penting supaya ibu bisa optimal memberikan pertolongan pada anak,” tutur dr. Atika menjelaskan.

Selain itu, dia menambahkan, kalau benturan pada anak hanya berupa benjol atau memar, ibu dapat mengolesi bagian yang sakit dengan krim bayi penghilang lebam. Meski demikian dr. Atika tidak terlalu menyarankan bayi diolesi minyak telon atau sejenisnya karena tidak terlalu efektif mengurangi lebam.

Jadi, mitos bayi jatuh bisa sampai tujuh kali adalah keliru. Untuk mencegah bayi terjatuh berulang kali, orang tua harus lebih hati-hati menjaga buah hati mereka. Namun, kalau hal ini terjadi, orang tua tidak boleh panik. Lakukan langkah-langkah di atas. Selain itu, terus perhatikan perkembangan kesehatan bayi setidaknya sampai 12 jam setelah jatuh, dan  baca juga artikel ini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar