Sukses

Cara Berjemur yang Aman bagi Ibu Hamil

Punya kulit kecoklatan setelah berjemur memang eksotis. Tapi jangan sampai itu jadi bumerang, terutama untuk ibu hamil dan janin.

Klikdokter.com, Jakarta Sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu cara untuk mendapatkan vitamin D secara alami adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari. Namun, terlalu lama dan terlalu sering terpapar sinar ultraviolet yang menyengat itu juga tidak baik, terutama bagi ibu hamil. Dan yang jelas, dampak buruk sinar ultraviolet terhadap ibu hamil bukan sekadar kulit menjadi gosong.

Risiko berjemur saat hamil

Dilansir Verywell Family, paparan sinar matahari dapat meningkatkan suhu inti wanita hamil. Hal ini bisa membuat Anda mudah mengalami dehidrasi, yang dapat berujung pada gejala persalinan prematur. Mengapa bisa begitu?

Awalnya, suhu hangat itu memang hanya memengaruhi suhu tubuh si ibu, tetapi lama-kelamaan suhu janin juga meningkat. Nah, apabila suhu janin tidak terkontrol dan si ibu berjemur dalam waktu yang lama, hal itu bisa menyebabkan kerusakan otak pada bayi yang tengah dikandung.

Selain itu, saat hamil, hormon estrogen dalam tubuh ibu sendiri sebenarnya sudah dapat meningkatkan risiko chloasma (bintik-bintik gelap di daerah dahi dan hidung). Nah, jika ditambah dengan paparan sinar matahari, bintik-bintik tersebut makin mudah muncul dan sangat kentara. Lagi pula, berjemur terlalu lama di siang hari hanya akan meningkatkan risiko kanker kulit di kemudian hari.

Maka, perhatikan benar waktu yang tepat jika Anda ingin berjemur. Karena sinar matahari di atas pukul 9 pagi dan di bawah pukul 4 sore bukanlah sinar matahari yang menyehatkan.

Bisakah risiko dikurangi dengan krim tanning?

Bagi orang yang tidak hamil, mereka menggunakan krim tanning atau losion self-tanning untuk menciptakan sensasi panas selama musim panas dan musim dingin. Bahan aktif dari krim atau losion tersebut adalah dihydroxyacetone (DHA). Pada ibu hamil, bahan kimia tersebut akan diserap kemudian masuk ke plasenta bayi. Dan tentunya itu bukanlah hal yang baik.

Efek sampingnya pun bisa bermacam-macam tergantung dari seberapa banyak dan seberapa sering si ibu mengaplikasikannya ke kulit. Maka, cara ini juga tidak direkomendasikan untuk ibu hamil. Apalagi penggunaan krim ini biasanya semata-mata untuk mendapatkan kulit eksotis, bukan untuk mendapatkan asupan sinar matahari sehat atau memproduksi vitamin D.

Bagaimana cara berjemur yang aman untuk ibu hamil?

Ketimbang menggunakan krim tanning, sebaiknya ikuti cara di bawah ini supaya Anda tetap bisa berjemur di bawah sinar matahari dengan aman.

  • Sebelum berjemur, gunakan tabir surya di wajah dan kulit tubuh.
  • Minumlah banyak air supaya tidak dehidrasi.
  • Jangan berjemur di atas jam 10 siang.
  • Tetap gunakan pakaian. Usahakan pakai pakaian yang longgar dan menyerap keringat.
  • Gunakan sunglasses agar sinar matahari tidak menyakiti pandangan dan Anda tidak berkerut terlalu lama sehingga menyebabkan munculnya garis-garis kerutan pada wajah.

Jika memang kondisi fisik Anda tidak memungkinkan untuk berjemur, konsultasikan kondisi Anda kepada dokter. Sebab, dokter bisa saja merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi suplemen vitamin D ketimbang harus berjemur. Selain lebih praktis, risikonya pun lebih rendah bagi ibu hamil dan aturannya langsung berdasarkan rekomendasi dokter. Jadi, lebih aman, kan?

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar