Sukses

Tren Mukbang, Amankah untuk Kesehatan?

Beberapa waktu belakangan tren mukbang jadi konten menarik di media sosial. Amankah pola makan seperti ini untuk kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Tak hanya video orang berolahraga, tutorial makeup, ulasan gawai, hingga curhat, kira-kira sekitar setahun belakangan video orang makan pun menjadi tren tersendiri. Tren ini dinamakan mukbang. Kata mukbang sendiri berasal dari kata meoknun yang berarti makan dan bangsong yang artinya adalah siaran (broadcast).

Sederhananya, mukbang adalah tayangan seseorang yang menyantap makanan dan biasanya disiarkan secara langsung, atau singkatnya adalah makan online. Adakah dampaknya terhadap kesehatan?

Berawal dari mereka yang merasa kesepian

Ya, tren mukbang berasal dari Korea Selatan. Konten mukbang ini biasanya berisi seseorang atau sekelompok pelaku mukbang, yang kerap disebut sebagai broadcast jockey alias BJ.

Pelaku biasanya akan makan dalam porsi besar di depan kamera, sambil mengajak penontonnya mengobrol atau membahas topik yang ringan. Menu makanan yang ditampilkan pun bervariasi, mulai dari makanan yang sehat seperti salad, makanan ringan, junk food, atau jenis makanan yang aneh atau tak lazim.

Sebetulnya di Korea Selatan sendiri, tren mukbang populer tahun 2010. Namun, tren ini tak hanya dilakukan di sana, tetapi menyebar ke negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Jepang, Cina, Australia, hingga Indonesia. Bahkan, tak cuma makan sampai kenyang, para pelaku mukbang di platform video live streaming bernama Twitch, para BJ ini juga akan mendapat bayaran, bahkan ada yang hingga mencapai 10.000 dolar AS! Pantas saja mereka jadi makin 'semangat' melahap makanan di depannya.

Tren mukbang diawali oleh maraknya remaja hingga dewasa yang merasa kesepian. Mereka merasa memiliki teman saat makan sambil menonton tayangan mukbang ini. Namun, akibat tren ini viral, mukbang kini lebih identik dengan mengonsumsi makanan dalam porsi yang sangat besar. Semakin besar porsi makanannya, biasanya konten tersebut akan semakin banyak dinanti dan ditonton warganet.

Ada pula yang disebut ASMR mukbang. Pada jenis tayangan ini, biasanya tayangannya menyajikan acara makan dengan kualitas suara yang sangat mumpuni, sehingga kerap membuat penontonnya (makin) tergiur. Selain itu, juga ada tayangan yang para host-nya memasak makanan yang selanjutnya akan mereka makan.

1 dari 2 halaman

Tren mukbang dan ancamannya terhadap kesehatan

Dari sisi kesehatan, tren mukbang sedikit banyak mempromosikan pola makan yang tidak sehat, yaitu binge eating. Binge eating merupakan kebiasaan makan dengan porsi yang sangat besar dalam satu kali waktu makan, meskipun hanya sesekali dilakukan. Selain anoreksia dan bulimia, kebiasaan makan ini juga termasuk salah satu gangguan makan. Tentu saja pola makan seperti ini memiliki dampak yang tak baik terhadap kesehatan.

Selain itu, dengan penampil tayangan mukbang yang terlihat memiliki profil tubuh yang ideal, tak jarang tren ini memberikan ilusi body image yang keliru bagi penontonnya. Padahal, di balik sebuah tayangan mukbang, tak banyak yang tahu bagaimana gaya hidup yang dijalani tiap penampilnya.

Jika Anda turut menjalani pola makan tidak sehat seperti mukbang—yang memakan makanan dalam porsi besar dalam sekali makan, disertai dengan menu yang juga tidak terpantau kualitas nutrisinya—tentu berbagai dampak kesehatan bisa muncul. Salah satunya adalah obesitas. Seperti yang sudah Anda ketahui, obesitas dapat memunculkan gangguan kesehatan yang lebih serius seperti diabetes, kolesterol, hingga penyakit jantung.

Di era kemajuan daring seperti saat ini, jadilah pengguna dan penonton yang bijak dalam menyikapi berbagai tren yang sedang berkembang di tengah masyarakat, terutama internet. Bagi Anda para orang tua, jangan lupa untuk senantiasa mendampingi anak dan mengawasi apa yang ia tonton.

Berikan bimbingan agar anak mengerti bahwa tidak semua tayangan – salah satunya adalah tren mukbang – merupakan sesuatu yang patut untuk ditiru karena membahayakan kesehatan. Atau jika memang Anda tergiur dengan tren ini, coba saja buat konten sejenis dengan melahap makanan yang sehat, bergizi seimbang, dengan porsi secukupnya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar