Sukses

Bisakah Penyakit Asam Urat Disembuhkan?

Asam urat bisa diobati dan dikendalikan. Namun, apakah penyakit ini bisa disembuhkan sepenuhnya?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit asam urat menjadi salah satu gangguan kesehatan yang tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, ketika sedang merasa sakit pada pergelangan kaki, sering kali seseorang menduga bahwa dirinya mengalami penyakit asam urat.

Memang, dugaan tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun, sebelum berasumsi lebih lanjut, ada baiknya Anda mengenali lebih jauh mengenai penyakit asam urat beserta penanganannya.

Kenali tentang penyakit asam urat

Penyakit asam urat, yang dalam medis disebut gout, merupakan suatu keadaan yang terjadi ketika terdapat penumpukan kristal monosodium urat pada sendi dan jaringan.

Sebelum kristal asam urat terbentuk, biasanya terjadi peningkatan kadar asam urat yang tinggi di dalam darah atau dikenal medis dengan istilah hiperuricemia. Menurut penelitian, gejala dari keadaan tersebut hanya dirasakan oleh sepertiga pasien. Dengan kata lain, keadaan hiperurisemia sangat sulit dideteksi tanpa melakukan pemeriksaan kadar asam urat secara rutin.

Gejala penyakit asam urat

Pada umumnya, tanda dan gejala penyakit asam urat akan timbul secara mendadak di malam hari. Kemudian, gejala tersebut bisa sangat terasa selama 12 hingga 14 jam, dan akan mereda dalam waktu kurang lebih 2 minggu.

Adapun gejala-gejala yang dapat dirasakan penderita penyakit asam urat, yaitu:

  • Nyeri sendi hebat dan terus menerus

Nyeri sendi bisa dirasakan pada mata kaki, jari kaki, lutut hingga pergelangan tangan. Paling sering terasa di bagian ibu jari kaki.

  • Bengkak pada area sendi

Pembengkakan sangat mungkin terjadi akibat proses peradangan di sendi yang terasa sakit. Peradangan tersebut terjadi ketika penumpukan kristal asam urat pada persendian diserang oleh sel darah putih sebagai mekanisme pertahanan tubuh.

  • Kekakuan pada sendi

Ketika sendi mengalami penumpukan asam urat dan timbul peradangan, gejala berupa kekakuan sendi tak bisa dihindari lagi. Sebagai akibatnya, penderita akan mengalami timbul keterbatasan gerak pada sendi yang terkena.

  • Perubahan bentuk sendi

Penyakit asam urat pada sendi yang tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan perubahan bentuk sendi yang terkena. Lama-kelamaan, kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi sendi dan merusak aspek estetika. Pada akhirnya, rasa percaya diri seseorang bisa saja menurun karena masalah tersebut.

Pengobatan penyakit asam urat

Asam urat bisa diobati dan dikendalikan, namun tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Penanganan penyakit asam urat itu sendiri terdiri dari penggunaan obat-obatan dan memperbaiki gaya hidup.

Obat-obatan untuk menangani asam urat dipergunakan saat serangan akut maupun untuk pencegahan serangan, serta menurunkan risiko komplikasi. Saat terjadi serangan, dokter akan memberikan obat-obatan pereda nyeri dan antiradang, seperti ibuprofen, colchicine, dan prednison.

Sementara itu, apabila kadar asam urat terpantau tinggi namun serangan belum terjadi, orang tersebut sangat dianjurkan mengonsumsi obat-obatan yang sesuai. Beberapa obat yang sering digunakan untuk menurunkan kadar asam urat, termasuk allopurinol dan probenecid. Allopurinol dapat membatasi jumlah produksi asam urat oleh tubuh, sedangkan probenecid dapat meningkatkan kemampuan ginjal untuk membuang asam urat dari dalam tubuh.

Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup juga perlu dilakukan untuk mengontrol kadar asam urat, mencegah serangan, dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan, antara lain:

  • Konsumsi air putih 2 liter per hari
  • Hindari konsumsi alkohol dan minuman dengan pemanis fruktosa
  • Batasi konsumsi makanan dengan kadar purin tinggi, seperti daging merah, jeroan, kerang, dan udang.
  • Olahraga secara rutin, paling tidak 3 hingga 5 kali per minggu dengan durasi selama 30–60 menit.
  • Raih berat badan ideal.

Jadi, penyakit asam urat adalah keadaan yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Kendati begitu, penyakit ini dapat dikendalikan dan dikontrol gejalanya agar tidak menyebabkan gangguan pada penderitanya. Oleh karena itu, teruslah berusaha “menjinakkan” penyakit asam urat yang Anda alami agar tidak sampai menyerang, apalagi menyebabkan komplikasi.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar