Sukses

Pemilik Tahi Lalat, Waspadai Hal Ini!

Tahi lalat memang bisa mempermanis penampilan. Namun, Anda harus waspada jika kondisi tahi lalat tampak seperti ini.

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit yang menganggap bahwa tahi lalat bisa mempermanis penampilan. Namun, hati-hati karena tahi lalat juga harus diwaspadai, khususnya jika penampakan dan perkembangannya abnormal. Seperti apa tanda-tanda tahi lalat yang perlu Anda curigai.

Dalam istilah kedokteran, tahi lalat disebut sebagai nevus pigmentosum, yaitu benjolan atau bintil noda (hitam) yang terdapat pada kulit. Umumnya, tahi lalat tidak berbahaya. Jika tahi lalat berubah menjadi suatu keganasan (kanker) kulit, misalnya melanoma maligna, barulah tahi lalat akan memberikan keluhan seperti gatal, nyeri, hingga luka yang tak kunjung sembuh.

Waspadai penyakit melanoma maligna

Melanoma maligna atau biasa disebut melanoma merupakan salah satu kanker kulit yang cukup banyak terjadi dan bersifat mematikan. Biasanya, kondisi ini berawal dari seseorang yang memiliki tahi lalat yang datar (tidak menonjol), kemudian berubah menjadi ganas.

Faktor risiko terjadinya melanoma pada seseorang antara lain:

  • Paparan sinar ultraviolet (UV)

Berdasarkan American Cancer Society, paparan sinar UV merupakan penyebab terbesar terjadinya kanker pada kulit. Paparan UV tak hanya bersumber dari sinar matahari, tapi juga dari tanning bed maupun sunlamp (juga disebut sebagai SAD lamp atau boks terapi dengan cahaya menyerupai cahaya outdoor alami, biasa digunakan untuk terapi penderita depresi musiman). Paparan UV yang berlebih merusak DNA dari sel kulit. Akibatnya, sel-sel kulit yang rusak berubah sifat menjadi ganas.

  • Adanya tahi lalat sejak bayi

Umumnya tahi lalat muncul saat masa kanak-kanak atau dewasa, dan jarang sekali muncul saat bayi. Beberapa kondisi seperti atypical mole, dysplastic nevus syndrome, dan congenital melanocytic nevus, memiliki potensi untuk berubah menjadi melanoma di kemudian hari. Perlu dilakukan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

  • Orang-orang berkulit putih, punya freckles, dan berambut terang (fair hair)

Risiko terjadinya melanoma dapat meningkat pada orang-orang yang memiliki kulit putih dibandingkan dengan ras kulit hitam. Seseorang yang memiliki kulit putih dan freckles umumnya mudah mengalami sunburn, sehingga hal ini meningkatkan risiko terjadinya melanoma.

  • Adanya riwayat melanoma pada keluarga

Jika ada anggota keluarga dengan melanoma, seperti ibu atau saudara kandung, secara tak langsung Anda berisiko tinggi terkena juga. Sebagai bentuk pencegahan dan deteksi dini, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis kulit dan pemeriksaan rutin diri sendiri.

  • Usia

Berdasarkan epidemiologi, melanoma banyak terjadi pada usia tua. Namun, sekarang ini melanoma juga banyak dijumpai pada orang-orang usia muda (di atas 30 tahun), baik pria maupun wanita.

1 dari 2 halaman

Lakukan pemeriksaan rutin diri kepada sendiri dengan melakukan ini

Selain rutin memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit, Anda pun bisa melakukan pemeriksaan diri sendiri dengan memperhatikan beberapa hal berikut:

A – asymmetry

Umumnya tahi lalat berbentuk bulat atau oval dan teratur di setiap sisinya. Curigai tahi lalat jika ukurannya tak beraturan atau tidak simetris. Ini bisa jadi tanda melanoma maligna.

B – border irregularity

Batas pinggiran tahi lalat normal umumnya tampak jelas dan tegas. Pada kasus melanoma maligna, akan tampak batasan yang kabur atau tidak jelas. Bahkan, bisa juga tampak menonjol.

C – color

Tahi lalat yang normal warnanya akan sama di segala sisinya. Pada melanoma maligna, tahi lalat cenderung memiliki beberapa warna kombinasi. Misalnya ada warna merah tua di sekelilingnya, atau di tengahnya terdapat warna kecokelatan.

D – Diameter

Ukuran tahi lalat yang normal adalah 6 mm. Jika ada perubahan ukuran tahi lalat menjadi lebih dari 6 mm, waspadalah karena ini juga merupakan tanda dari melanoma maligna. Meski demikian, ada beberapa kasus ditemukan melanoma berukuran kurang dari 6 mm.

E – Evolution

Perhatikan juga apakah ada evolusi, atau perubahan yang berangsur-angsur terjadi pada tahi lalat yang Anda miliki. Mulai dari ukuran, bentuk, warna, penonjolan, hingga berbagai keluhan yang menyertai.

Jika Anda menemukan sesuatu yang aneh atau terjadi perubahan pada tahi lalat di tubuh, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Lebih baik mengetahui sejak dini sehingga bisa dilakukan pengobatan sedini mungkin. Selain itu, untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV, sering-seringlah menggunakan pelindung dari sinar matahari, seperti tabir surya, jaket, atau topi ketika bepergian.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar