Sukses

Kehamilan Bisa Menular, Mitos atau Fakta?

Pernah melihat sekumpulan wanita dimana ada beberapa yang sedang hamil? Konon katanya, kehamilan bisa menular. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Meski belum diketahui kebenarannya, ada informasi yang beredar di kalangan wanita bahwa kehamilan bisa “menular”. Biasanya di dalam satu grup pertemanan wanita sering mengalami kehamilan dalam waktu bersamaan. Lantas, benarkah kehamilan bisa menular?

Kehamilan terjadi akibat pembuahan sel sperma pria ke dalam sel telur wanita. Secara medis, kehamilan tidak bisa menular kecuali terjadi hubungan intim antara pria dan wanita. Setelah terjadi pembuahan oleh sel sperma, sel telur akan berkembang menjadi embrio. Embrio atau bakal janin ini akan menempel di dinding rahim dan berkembang.

Kabar bahwa kehamilan bisa menular mungkin muncul akibat sering terjadi kehamilan di saat yang sama pada sekelompok wanita. Para ahli akhirnya tertarik untuk meneliti hal ini. Pada sebuah studi dari American Sociological Association, para peneliti menganalisis sebanyak 1.720 wanita. Studi tersebut mengikuti para wanita itu dan setengah dari mereka memiliki anak setelah 13 atau 14 tahun.

Kehamilan seseorang pengaruhi yang lain

Studi tersebut menemukan bahwa kehamilan seorang teman dapat memengaruhi dan meningkatkan risiko seseorang untuk menjadi orang tua. Para ahli menemukan bahwa ada pengaruh elemen penularan untuk kehamilan yang direncanakan. Biasanya risiko seseorang untuk hamil mulai meningkat pada dua tahun pertama saat teman mereka sudah hamil. Setelah dua tahun itu, risikonya menurun.

Studi lain yang dilakukan peneliti asal Jerman juga menemukan bahwa hubungan penularan kehamilan lebih kuat pada teman dibandingkan pada saudara kandung. Risiko seorang wanita untuk hamil meningkat setiap temannya melahirkan dalam waktu tiga tahun terakhir. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh grup sosial dan pertemanan dapat menjadi sama atau bahkan lebih penting dibanding anggota keluarga.

Terkait hal tersebut, studi menemukan adanya tiga kemungkinan teori di balik penularan kehamilan ini, yaitu:

1. Pembelajaran sosial

Wanita lebih ingin mencoba menjadi ibu ketika melihat teman baiknya menjadi ibu dengan sukses. Rasa keibuan memang merupakan sifat khas wanita. Setiap wanita tentu ingin menjadi ibu, terutama saat melihat teman baiknya menjadi ibu yang baik.

2. Pengaruh sosial

Wanita tidak mau merasa seperti ketinggalan ketika teman-teman mereka sudah menjadi ibu. Ketika teman-teman Anda berdiskusi mengenai kehamilan atau bahkan anak, Anda pasti juga merasa ingin bergabung dan terlibat dalam obrolan itu.

3. Berbagi biaya

Wanita juga merasa lebih dapat berbagi biaya misalnya ketika beraktivitas dengan anak-anak bersama-sama.

Bukan hanya kehamilan saja yang mungkin menular, jumlah anak bahkan juga dapat terpengaruh. Sebuah studi dari Demographic Research menemukan bahwa adanya hubungan antara teman dan angka kelahiran. Hal ini mungkin disebabkan oleh lingkungan sosial.

Jika lingkungan Anda mendukung adanya jumlah anak banyak, Anda juga akan berkeinginan untuk memiliki anak banyak. Begitu juga sebaliknya, jika lingkungan Anda tidak mendukung anak banyak, Anda tentunya hanya ingin memiliki sedikit anak.

Ternyata pendapat bahwa kehamilan bisa menular tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, kehamilan cuma bisa menular secara psikologis, bukan fisik. Salah satu penyebab yang bisa menumbuhkan kondisi psikologis ini adalah kelompok sosial yang erat. Akan tetapi, untuk dapat hamil, tentu perlu adanya pembuahan dari sel sprema ke sel telur.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar