Sukses

4 Masalah Makan pada Anak dan Cara Mengatasinya

Anak susah makan sayur? Lebih suka ngemil? Atau picky eater? Ada solusinya untuk mengatasi masalah makan pada anak.

Klikdokter.com, Jakarta Masalah makan pada anak selalu jadi topik pembicaraan hangat di kalangan ibu-ibu. Jangankan ibu baru, ibu yang sudah memiliki beberapa anak saja kadang masih kewalahan menghadapi anak yang sulit makan. Ini tentunya tak bisa disepelekan, karena pola makan anak sangat menentukan keutuhan nutrisi dan kelancaran tumbuh kembangnya. Jangan panik, berikut ini adalah solusi mengatasi masalah makan pada anak.

  • Jika anak enggan makan nasi

Salah satu permasalahan makan anak yang cukup banyak dijumpai adalah orang tua yang kesulitan memberikan anaknya makanan utama. Di Indonesia, kebanyakan orang tua memang menyajikan nasi sebagai bagian utama dari makanan sehari-hari. Namun, faktanya tak semua anak nyaman dengan menu karbohidrat yang terus-menerus sama.

Sama seperti orang dewasa, ada kalanya anak bosan makan nasi, atau pada dasarnya memang ia tidak terlalu menyukai nasi. Tak perlu khawatir, porsi karbohidrat tetap bisa ia peroleh dari kentang, pasta, atau jagung. Tugas Anda tinggal cerdas mengolah dan mengkreasi menunya.

  • Jika anak lebih suka ngemil

“Bu, anak saya tidak suka makan, maunya cuma ngemil!” Keluhan tersebut sering terucap di tengah perbincangan ibu-ibu. Hati-hati, bisa jadi kondisi anak ini timbul akibat pengaturan makan yang kurang tepat.

Memberikan camilan boleh saja, tapi jenis dan waktu pemberiannya harus diperhatikan. Sebisa mungkin hindari camilan yang terlalu manis karena akan membuat anak merasa kenyang serta memberikan efek sugar rush—anak jadi terlalu aktif karena kadar gulanya berlebihan. Akibatnya, ketika jam makannya tiba, ia jadi sulit ditenangkan dan enggan duduk manis dan menyantap makanannya.

Alih-alih memberikan camilan manis atau keripik yang rendah gizinya, berikan anak potongan buah segar atau keju yang ringan tapi padat gizi. Selain itu, jam ngemil wajib diatur. Hindari memberikan camilan mendekati jam makan utamanya karena akan memengaruhi selera dan menurunkan nafsu makannya.

  • Jika anak makan sambil menonton

Salah satu cara mudah dan efektif membuat anak anteng saat jam makannya adalah dengan memberinya tontonan. Namun, ini bukanlah kebiasaan baik dan efeknya umumnya akan terus berlanjut. Saat jam makannya tiba, anak dianjurkan untuk memahami bahwa waktu tersebut harus dialokasikan untuk makan.

Menonton atau menggunakan gawai sebenarnya tidak dianjurkan untuk anak-anak. American Association of Pediatrics menganjurkan, anak di bawah usia 18 bulan tidak boleh diberikan gawai sama sekali. Pada anak yang lebih besar, sekalipun penggunaannya harus sangat dibatasi, tidak boleh lebih dari 30 menit setiap harinya. Anjuran ini ada bukan tanpa alasan. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa penggunaan gawai secara berlebihan dapat memengaruhi kerja otak. Nantinya, kebiasaan ini berpotensi mengganggu proses belajar, dan bukan tak mungkin dapat menghambat kecerdasannya.

Cara menyiasatinya, samakan jam makan anak dengan seluruh anggota keluarga. Nikmatilah makanan bersama-sama di meja makan, sehingga anak lebih fokus, sambil berinteraksi dengan keluarga, serta menikmati makanan yang dihindangkan untuknya.

  • Jika anak enggan makan sayur

Bersyukurlah bila anak doyan makan sayur dan buah. Jika anak tak seperti itu, jangan menyerah! Faktanya, banyak anak yang langsung menutup mulutnya atau kabur saat diberikan buah dan sayur. Padahal, untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya, sayur dan buah tak boleh absen dalam menu harian anak.

Agar kebutuhannya tetap dapat terpenuhi, Anda dapat lebih kreatif terhadap pemilihan menu. Misalnya dengan membuat bola-bola nasi keju dengan isian parutan wortel, atau membuat sendiri nugget kesukaannya yang dicampurkan dengan cincangan bayam.

Jangan langsung frustasi menghadapi anak yang sulit makan. Ingat, setiap masalah pada tahapan perkembangan pasti dilengkapi cara untuk mengatasinya. Bijak dalam menanggapinya dan pintar-pintarlah dalam mencari solusi masalah makan pada anak. Apa yang orang tua biasakan pada anak kelak akan terbawa menjadi pola kesehariannya kelak. Maka, kenalkan dan tanamkan kebiasaan baik dimulai dari hal-hal kecil, termasuk cara menikmati menu makanannya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar