Sukses

Kenali Gejala Anda Alergi Kosmetik

Muncul beruntusan atau iritasi ringan di kulit setelah memakai kosmetik baru? Jangan abaikan, bisa jadi itu tanda bahwa Anda alergi kosmetik!

Klikdokter.com, Jakarta Ada kalanya Anda tergoda membeli kosmetik baru karena termakan iklan di televisi atau gawai. Lalu, tanpa pikir panjang lagi dan mumpung sedang diskon besar-besaran di internet, Anda rela merogoh kocek untuk kosmetik yang belum jelas cocok atau tidaknya di kulit Anda. Hati-hati, cari tahu dulu apakah Anda alergi kosmetik tertentu.

Varian kosmetik yang semakin beragam memang menggoda untuk dimiliki. Belum lagi, menjamurnya kosmetik yang dijual secara daring tidak memungkinkan Anda untuk mengetes dulu di kulit.

Akibatnya, kulit yang tidak sesuai dengan kandungan yang terdapat di dalam kosmetik pun bisa mengalami iritasi kulit. Ketahui tanda-tanda alergi kosmetik agar Anda dapat lebih berhati-hati.

Memastikan alergi kosmetik

Rasa gatal, bengkak, atau sensasi panas seperti terbakar pada wajah saat memakai kosmetik pasti membuat Anda merasa tak nyaman. Jika Anda mengalami kondisi demikian, jangan-jangan Anda tidak cocok dengan kosmetik baru tersebut. Nah, untuk memastikannya, berikut ini adalah kondisi yang akan muncul bila Anda memang alergi terhadap kosmetik tertentu, seperti dilansir dari Self.

  1. Muncul ruam yang tidak biasa

Ahli alergi dan imunologi Purvi Parikh MD yang melakukan penelitian dengan Allergy Asthma Network dan NYU School of Medicine menjelaskan, dermatitis kontak alergi yang merupakan istilah medis untuk reaksi kontak dengan alergen sebenarnya terlihat sangat mirip dengan penyakit eksim. Ciri-cirinya adalah ruam merah, gatal, kering, dan bersisik di area tempat Anda memulas riasan. Dalam kasus ekstrem, reaksi alergi bahkan dapat menyebabkan bengkak.

  1. Reaksi muncul 24 jam kemudian

Terkadang, reaksi alergi tidak langsung muncul begitu saja, namun bergantung pada sistem imunitas dari masing-masing orang. Pada paparan pertama, reaksi alergi muncul beberapa minggu kemudian. Tapi umumnya, reaksi alergi kerap kali muncul 24 jam kemudian.

Nah, ketika Anda terus-terusan menggunakan kosmetik yang sama, reaksi bisa muncul jauh lebih cepat dari sebelumnya. Jadi, jika ada perubahan setelah memakai sebuah kosmetik, artinya kulit Anda tidak cocok dengan kosmetik tersebut.

  1. Gejala hilang setelah penggunaan kosmetik dihentikan

Parikh mengatakan bahwa langkah pertama untuk menghentikan ruam akibat alergi kosmetik adalah berhenti menggunakan produk yang menurut Anda menjadi penyebabnya. Misalnya Anda merasakan gatal atau timbul ruam pada daerah kelopak mata usai mengaplikasikan eyeshadow, hentikan penggunaannya.

1 dari 2 halaman

Alergi muncul setelah penggunaan bertahun-tahun

Alergi biasanya dipicu oleh kosmetik baru yang masih asing di kulit Anda. Tapi, bisakah Anda juga mengalami alergi terhadap kosmetik yang sebenarnya telah digunakan selama bertahun-tahun? Jawabannya, bisa saja. Hal ini dijelaskan oleh Melanie Palm MD yang merupakan dokter kulit dari  Art of Skin, California.

"Seseorang yang memiliki riwayat eksim, asma atau bahkan alergi musiman, cenderung menghasilkan ruam yang cukup serius, meski sebelumnya ia telah menggunakan sebuah kosmetik selama bertahun-tahun," ujarnya.

Hal ini dapat terjadi karena dalam sebagian besar kasus alergi kosmetik, sistem kekebalan tubuh bisa menjadi sangat sensitif terhadap bahan kimia dari waktu ke waktu.

“Semakin banyak Anda menggunakan riasan, sistem kekebalan Anda semakin peka terhadapnya, dan bisa saja menjadi tidak cocok. Sehingga, kulit Anda memunculkan reaksi yang kuat,” Parikh menambahkan penjelasan.

Selain karena dari faktor kulit Anda sendiri, munculnya alergi secara tiba-tiba juga menandakan bahwa produsen kosmetik yang sudah Anda pakai bertahun-tahun itu bisa jadi menambahkan bahan lain yang ternyata justru menimbulkan alergi pada kulit Anda.

Bahan kimia pada kosmetik yang patut diwaspadai

Perlu Anda ketahui, ada beberapa bahan kimia penyebab alergi pada kosmetik yang kerap digunakan produsen kosmetik, antara lain jenis logam seperti nikel dan kobalt yang biasanya ditemukan di beberapa eyeshadow, antiperspiran, dan pewarna rambut.

Selain itu, pewangi dan pengawet seperti parabens dan methylisothiazolinone yang terdapat dalam tisu wajah dan produk rambut juga kerap menimbulkan alergi. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda untuk membaca komposisi pada label kosmetik sebelum membelinya untuk meminimalkan risiko alergi kulit.

Satu lagi yang perlu Anda perhatikan, penggunaan bahan alami pada kosmetik tak serta-merta menandakan kosmetik tersebut aman dan tak akan menyebabkan alergi. Karena bagaimanapun juga, pembuatan kosmetik sudah pasti dicampur oleh beberapa bahan lainnya.

Setelah mengetahui berbagai risiko alergi kosmetik di atas, mulai sekarang hindari membeli produk kosmetik baru sebelum Anda mencobanya sedikit untuk meminimalkan munculnya risiko alergi. Jika setelah dicoba beberapa hari kemudian tidak timbul reaksi apa pun, barulah Anda bisa membeli produk tersebut.

Apabila Anda terlanjur terkena alergi kosmetik dan telah melakukan berbagai upaya di atas namun reaksi alergi tidak kunjung membaik, segeralah periksakan kondisi Anda ke dokter sebelum kondisi kulit semakin memburuk. Sayangi kulit Anda dengan lebih cerdas dalam memilik produk kecantikan atau kosmetik yang aman bagi kulit.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar