Sukses

Bahaya Jika Ibu Hamil Menghirup Bau Cat

Menghirup bau cat saat hamil dapat membahayakan ibu hamil maupun bayi dalam kandungan. Ini tipsnya agar aman.

Klikdokter.com, Jakarta Kehadiran buah hati merupakan salah satu hal yang didambakan setiap keluarga. Salah satu persiapan untuk mempersiapkan kedatangan si Kecil adalah mendekorasi kamar bayi dengan berbagai warna-warni cat. Namun, Anda harus berhati-hati karena menghirup bau cat menyengat bisa membahayakan ibu hamil dan bayi dalam kandungan. 

Cat yang digunakan untuk mengecat dinding rumah dapat mengandung bahan kimia yang membahayakan kehamilan, terutama jika dihirup terlalu banyak. Meski kemampuan suatu bahan kimia untuk menyebabkan gangguan kesehatan tergantung pada berapa lama waktu Anda menghirupnya, tetaplah penting bagi ibu hamil untuk selalu awas. 

Di dalam cat bisa terkandung bahan kimia berbahan dasar solven, dan yang paling berbahaya jika kandungan catnya berbahan VOC (volatile organic compounds). VOC merupakan komponen organik yang sangat mudah menguap pada tekanan dan temperatur tertentu, sehingga menyebabkan lingkungan udara di sekitar menjadi beracun. Beberapa contoh bahan VOC, antara lain benzene, formalin, bensin, pelarut seperti toluene dan xylene, styrene, dan perchloroetylene.

Di Indonesia, penggunaan VOC sudah mulai dibatasi oleh Standar Nasional Indonesia untuk cat. Namun, tetap penting bagi Anda untuk mengetahui ciri khas cat yang berbahan VOC. Saat Anda masuk ke dalam ruangan yang baru saja dicat dengan bahan VOC, biasanya Anda akan merasakan gejala mata perih, pusing, serta gangguan pernapasan.

Bahan kimia tersebut juga dapat menimbulkan risiko pada bayi dalam kandungan, seperti peningkatan risiko keguguran, bayi lahir prematur, atau gangguan saraf dan ginjal. Jika Anda tetap ingin berperan dalam mendekorasi dan mengecat ruangan kamar bayi, ini beberapa kiat aman yang dapat dilakukan:

  • Pilihlah cat dinding yang berbahan dasar air (lateks) daripada cat yang berbahan dasar minyak, timbal, atau merkuri. Keterangan kandungan cat dapat Anda lihat pada kaleng cat atau stiker yang menempel pada cat.
  • Saat memilih cat lateks, Anda juga perlu memperhatikan bahan yang terkandung di dalam cat tersebut. Pilhlah jenis cat yang ramah lingkungan dan hindari cat yang mengandung bahan VOC, etilen glikol eter, dan biosida.
  • Saat pengecatan berlangsung, bukalah jendela dan pintu kamar agar sirkulasi udara berputar.
  • Pasang kipas di depan jendela mengarah ke luar ruangan sehingga dapat mengembuskan bau cat yang berbahaya ke luar ruangan, bukan ke dalam ruangan.
  • Nyalakan kipas hingga dua hari setelah mengecat dinding atau sampai cat mengering.
  • Sebaiknya, Anda tidak makan atau minum di dalam ruangan yang sedang dicat untuk menghindari bahan kimia tanpa sengaja masuk ke dalam tubuh.
  • Jika Anda terpaksa mengecat sendiri, lindungi kulit Anda dengan menggunakan pakaian panjang yang melindungi seluruh tubuh. Jangan lupa juga untuk memakai masker dan sarung tangan kulit selama proses pengecatan berlangsung.

Untuk ibu hamil, selalu ingat langkah-langkat di atas saat harus mengecat sendiri kamar bayi. Jika Anda telanjur mengalami mata perih sesaat setelah menghirup bau cat, cucilah mata menggunakan air. Sedangkan bila Anda mengalami pusing dan sesak napas, segera keluar ruangan untuk menghirup udara segar. Apabila keluhan tidak mereda, harap kunjungi dokter kandungan Anda untuk pemeriksaan lebih lanjut.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar