Sukses

Kakak dan Adik Sering Berkelahi? Ini Strategi Mengatasinya

Punya dua anak, kakak dan adik, yang sering berkelahi? Jangan panik, lakukan ini sebagai upaya untuk mengatasinya!

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai orang tua yang punya lebih dari satu anak, Anda mungkin pernah mendapati kakak dan adik berkelahi. Keadaan seperti itu memang sering tidak terelakkan, apalagi bila keduanya masih berada di usia pertumbuhan.

Tenang, Anda tak perlu langsung panik. Meski menjengkelkan, perkelahian antara saudara merupakan bagian normal dari kehidupan berkeluarga. Bahkan, perkelahian tersebut bisa menjadi latihan untuk mengasah keterampilan hidup anak di masa depan, yakni keterampilan bersosialisasi dan menyelesaikan konflik dengan orang lain.

Solusi perkelahian antara kakak dan adik

Sebelum memberikan solusi terbaik untuk melerai perkelahian antara kakak dan adik, orang tua harus terlebih dahulu mencari akar masalahnya. Jika sudah ditemukan, barulah menentukan langkah berikutnya untuk jalan keluar.

Berikut adalah beberapa perkara yang biasanya menjadi akar masalah perkelahian kakak dan adik beserta solusi yang bisa orang tua lakukan:

  • Perkelahian biasa

Jika yang terjadi adalah perkelahian antara kakak dan adik pada umumnya, yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua adalah mengajarkan mereka untuk menyelesaikannya secara sehat menggunakan komunikasi yang baik. Sebisa mungkin, minimalkan campur tangan Anda sebagai orang tua, dan biarkan kakak maupun adik yang terlibat menyelesaikan konflik mereka sendiri.

Selanjutnya, kedua orang tua harus memberikan contoh cara menyelesaikan perselisihan dengan cara yang sehat, kooperatif, dan tanpa menggunakan kekerasan. Ingat, salah satu cara utama anak belajar adalah dengan mencontoh.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Perkelahian untuk mencari perhatian

Kakak dan adik yang berkelahi bisa disebabkan oleh keinginan untuk mendapatkan perhatian dan kontrol dari orang tua. Jika hal ini terjadi, yang perlu orang tua lakukan adalah mencegah anak mengontrol emosi Anda. Untuk ini, Anda bisa membiarkan mereka berkelahi di tempat yang tidak dapat didengar atau lihat. Misalnya, sarankan anak untuk melanjutkan konflik di antara mereka ke ruangan lain.

Selanjutnya, Anda dapat “menghukum” anak karena mengganggu Anda dengan konflik yang terjadi di antara mereka. Pada tahap ini, Anda dapat mengatakan: “perkelahian kakak dan adik sudah mengganggu percakapan ibu dan ayah. Ini sangat menyedihkan. Bagaimana kalian akan mengatasinya? Mungkin kalian harus mencuci piring malam ini untuk menggantikan gangguan yang kalian timbulkan”.

  • Perkelahian “kambing hitam”

Apabila kakak dan adik berkelahi lantaran saling menganggap sebagai “kambing hitam” satu sama lain, orang tua perlu memberikan perhatian penuh. Jenis perkelahian sebenarnya terjadi bukan akibat rasa kesal. Namun, mereka tidak bisa memenuhi ekspektasi orang tua terhadap dirinya sendiri.

Untuk mencegah dan melerai perkelahian jenis ini, orang tua sebaiknya tidak membanding-bandingkan mereka berdua. Hindari menyatakan bahwa salah satu dari mereka lebih baik daripada lainnya.

Sadarilah bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jangan berusaha menyamakan mereka, apa pun kondisinya. Akan lebih baik bila Anda mendidik anak-anak tersebut untuk memaksimalkan bakat dan kelebihan yang dimilikinya.

Selain yang telah disebutkan, ada pula hal lain yang perlu Anda perhatikan ketika hendak melerai perkelahian antara kakak dan adik:

  • Tahu kapan Anda perlu menghentikan perkelahian. Secara umum, saat perkelahian mulai menggunakan fisik atau anak-anak mulai berkata yang tidak pantas, maka orang tua perlu campur tangan menghentikan konflik tersebut.
  • Usahakan menjaga emosi agar tetap tenang.
  • Perhatikan situasi. Jika masih sangat emosional, Anda dapat memberikan jeda waktu sebelum membahas perkelahian tersebut.
  • Perlakukan setiap anak dengan adil. Hal ini tidak berarti memberikan perlakuan yang sama bagi kakak dan adiknya.
  • Usahakan untuk mencari tahu penyebab dari perkelahian anak. Untuk mengetahui ini, orang tua perlu mengawasi adik dan kakak secara saksama.
  • Buatlah peraturan keluarga yang jelas dan dimengerti setiap anak.
  • Berikan kesempatan bagi setiap anak untuk menjelaskan duduk perkara perkelahian, dan apa yang masing-masing anak harapkan. Anda dapat berusaha mengajarkan anak untuk menilai permasalahan dari sudut pandang orang lain.
  • Berikan kesempatan bagi anak untuk berpendapat tentang solusi dari masalah yang membuat mereka berkelahi. Cari Bersama-sama dan terapkan solusi yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Jangan tinggal diam ketika di rumah Anda sering mendapati bahwa adik dan kakak berkelahi. Bantu mereka terbebas dari konflik, agar hubungan persaudaraan di antara keduanya tidak putus di tengah jalan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar