Sukses

Waspada, Lansia Mudah Terkilir

Sekitar sepekan, Cawapres KH Ma’ruf Amin tidak berkampanye karena dikabarkan terkilir. Insiden lansia mudah terkilir memang sering terjadi.

Klikdokter.com, Jakarta Sudah kurang lebih seminggu lamanya calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin tak melakukan kampanye ke berbagai daerah seperti biasa. Membantah rumor bahwa ia jatuh di kamar mandi dan mengalami stroke, Ma’ruf mengabarkan bahwa ia “hanya” terkilir. Mengenai insiden yang menimpanya ini, menarik untuk mengetahui apakah memang lansia mudah terkilir.

"Sudah lama sebenarnya kaki saya terkilir. Saya (ingin) melakukan kegiatan ke daerah, tapi oleh dokter disarankan untuk istirahat beberapa waktu," ucap Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Jakarta, Kamis (6/12), seperti dikutip dari Liputan6.com.

Ia pun meyakinkan masyarakat bahwa ia akan kembali berkampanye dan beraktivitas normal dalam waktu tempat.

Apakah benar lansia mudah terkilir?

Di usianya yang ke-75, Ma’ruf tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan sebagai bentuk kampanye pemilihan umum presiden tahun 2019 mendatang, mendampingi petahana Joko Widodo. Super sibuk! Namun, tak bisa dimungkiri bahwa usia pria kelahiran Tangerang tersebut sudah tergolong lanjut usia, sehingga memerlukan perhatian khusus, terutama masalah kesehatan. 

Lalu, apakah benar lansia mudah terkilir? Sejatinya, seiring bertambahnya usia, bentuk dan fungsi dari organ tubuh akan menurun dengan sendirinya, tak terkecuali pada kaki. Pasalnya, ketika memasuki masa lansia, pergantian sel dan produksi kolagen mulai melambat.

Apalagi, bisa dibilang kaki merupakan anggota tubuh yang selalu setia menemani Anda ke berbagai tempat, sehingga wajar bila kaki mengalami gangguan karena sudah sangat lama digerakkan. Apabila Anda sebelumnya telah memiliki penyakit tertentu, melemahnya fungsi kaki pun akan semakin signifikan.

1 dari 2 halaman

Penyebab lansia mudah jatuh

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, risiko jatuh yang bisa menyebabkan kaki terkilir atau keseleo memang rentan dialami para lansia—atau disebut sebagai geriatri—di atas 60 tahun. Dalam kondisi sehat pun, lansia tetap memiliki peluang terjatuh lebih besar dibandingkan mereka yang berusia lebih muda.

"Salah satu penilaian status fungsional geriatri adalah risiko jatuh. Jadi, semua geriatri (lansia) sebenarnya sehat atau tidak sehat sebelumnya, sudah masuk ke kelompok dengan risiko jatuh," ujar dr. Sepriani.

"Penyebabnya macam-macam. Bisa karena keseimbangan, kekuatan ekstremitas bawahnya juga sudah berkurang. Selain itu, biasanya juga sudah terjadi degenerasi sendi-sendi, rematik, dan segala macam kondisi yang membuat ruang gerak terbatas. Akibatnya, mereka jadi rentan jatuh.”

Kata dr. Sepriani lagi, maka dari itu saat dirawat di rumah sakit para lansia diberi gelang khusus “risiko jatuh” sebagai tanda bahwa mereka membutuhkan perhatian khusus atau pertolongan.

Menurut dr. Sepriani, geriatri kondisinya sama seperti anak-anak. Dalam kata lain, lansia adalah kelompok risiko jatuh yang sangat tinggi. “Sangat mungkin memang jika KH Ma’ruf Amin mengalami kaki terkilir,” katanya singkat.

Karena lansia rentan terjatuh, sehingga mengakibatkan terkilir atau bahkan patah tulang, sudah lama masalah ini menjadi perhatian. Misalnya di tempat umum, untuk lansia biasanya diberikan tanda khusus misalnya dengan adanya pegangan untuk membantu mereka saat menyusuri jalan.

Lakukan juga “pengamanan” di rumah

Ada hasil riset yang menyebut bahwa 1 dari 3 orang yang berusia 65 tahun ke atas pernah terjatuh di rumah. Meski tidak diketahui apakah Ma’ruf terkilir di rumah atau di tempat lain, paling tidak lakukan langkah-langkah pengamanan secara tepat di rumah, yakni:

  • Bersihkan jalan yang sering dilalui dari barang-barang seperti sepatu, buku, keranjang atau barang-barang lainnya.
  • Gunakan perekat pada karpet agar posisinya tidak bergeser ketika mereka melangkah di atasnya. Hal ini berguna untuk mencegah seseorang tergelincir.
  • Letakkan bahan antiselip di bawah keset kamar mandi. Permukaan yang basah selalu berbahaya karena dapat dengan mudah membuat seseorang tergelincir.
  • Simpan barang-barang yang sering digunakan di tempat yang mudah dijangkau. Seseorang akan lebih mudah terjatuh apabila harus meraih sesuatu yang lebih tinggi dari badannya.
  • Jangan berjalan menggunakan kaus kaki di dalam rumah. Sebagai gantinya, gunakan alas kaki berbahan karet, untuk mencegah lansia tergelincir.
  • Gunakan tongkat atau alat bantu jalan.

Selain tips di atas, pastikan lansia menerapkan pola hidup sehat serta rutin berolahraga agar lansia tak mudah terkilir atau terjatuh. Olahraga bisa memperkuat otot, serta mampu menjaga kekuatan kaki, punggung, dan perut. Jika diperlukan, pertimbangkan juga untuk menjalani terapi fisik.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar