Sukses

Amankah Pijat Refleksi untuk Ibu Hamil?

Pijat refleksi merupakan jenis terapi yang dianggap dapat membuat tubuh relaks. Namun, amankah untuk dilakukan oleh ibu hamil?

Klikdokter.com, Jakarta Perubahan fisik yang dialami ibu hamil bisa memicu rasa tidak nyaman, seperti munculnya keluhan pegal dan kaku otot. Guna menyiasati keadaan tersebut, tak sedikit ibu hamil yang memutuskan untuk melakukan pijat refleksi. Apakah Anda salah satu yang juga demikian?

Pijat refleksi memang berbeda dengan metode pijat pada umumnya. Pasalnya, pijat refleksi hanya berfokus untuk memberikan tekanan pada beberapa titik di tubuh, yang terhubung langsung dengan sistem saraf tertentu. Dengan adanya tekanan di titik yang tepat, peredaran darah menjadi lebih lancar, sakit kepala mereda, stres dan rasa lelah bisa berkurang.

Pada ibu hamil, pijat refleksi yang dilakukan dengan baik dan benar memberikan manfaat yang lebih signifikan. Beberapa manfaat tersebut, di antaranya:

  • Mengurangi kram dan kejang otot pada kaki yang umumnya muncul selama kehamilan
  • Mengurangi rasa pegal pada kaki dan punggung
  • Memperbaiki suasana hati (mood)
  • Meningkatkan kualitas tidur, yang kadang mengalami gangguan seiring usia kehamilan
  • Menurunkan risiko diabetes selama kehamilan, karena dapat membantu memperkuat fungsi kelenjar pankreas.

Dengan manfaat yang begitu banyak, pijat refleksi terbukti aman untuk diterapkan pada ibu hamil. Kendati begitu, terdapat beberapa hal penting yang benar-benar perlu diperhatikan:

1. Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda

Sebelum memutuskan untuk pijat refleksi, ibu hamil sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter kadungan yang merawat. Tindakan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh dan kehamilan, agar dapat memastikan bahwa pijat refleksi memang aman untuk Anda lakukan.

2. Usia kehamilan

Pijat refleksi aman dilakukan pada trimester dua kehamilan. Hal ini karena penekanan pada titik-titik tertentu di tubuh mampu meningkatkan aliran darah ke organ rahim, sehingga mampu memicu terjadinya kontraksi ke area rahim.

Pemijatan di trimester pertama dan ketiga sangat tidak disarankan.  Ini karena hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya keguguran dan kelahiran prematur.

3. Memastikan titik pijat tidak berbahaya

Ibu hamil yang ingin melakukan pijat refleksi wajib memilih tempat yang memiliki terapis profesional, memiliki sertifikat, dan terbukti kualitasnya. Hal ini dilakukan agar teknik pemijatan yang dilakukan benar-benar disesuaikan dengan kondisi tubuh ibu hamil.

Perlu diketahui, terdapat beberapa titik di tubuh ibu hamil yang sebaiknya dihindari, karena dianggap dapat memicu terjadinya keguguran, kontraksi dini, dan kelahiran prematur.

Berikut titik pijat yang sebaiknya dihindari:

  • Area empat jari di atas tumit kaki
  • Area cekungan di antara mata kaki luar dan tendon
  • Area ujung jari kelingking kaki
  • Area cekungan antara jempol dan jari telunjuk
  • Area jempol kaki.

Area di kaki, terutama area jempol, terhubung langsung dengan kelenjar pituitary yang mampu memproduksi hormon oksitosin. Saat hamil, munculnya hormon oksitosin mampu memicu kontraksi alami.

4. Bereaksi jika tidak nyaman

Segera beritahukan kepada terapis yang menangani jika Anda merasa nyeri atau tidak nyaman saat dipijat. Jangan memaksakan diri, jika Anda tak ingin mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Melihat banyaknya manfaat pijat refleksi bagi ibu hamil, Anda yang saat ini sedang hamil  rasanya perlu menjalani terapi ini. Tentu saja, Anda harus memperhatikan syarat-syarat yang telah disebutkan di atas. Jika Anda masih ragu dan perlu meyakinkan diri, konsultasikan rencana Anda untuk menjalani pijat refleksi dengan dokter kandungan Anda, untuk mendapatkan solusi terbaik.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar