Sukses

Efektifkah Ginkgo Biloba untuk Atasi Kecemasan?

Selain terapi psikis, katanya ginkgo biloba juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi gangguan kecemasan. Efektifkah?

Klikdokter.com, Jakarta Saat stres atau cemas, biasanya berbagai cara yang dilakukan untuk mengatasinya seperti istirahat sejenak, mengerjakan hobi, atau minum kopi atau teh agar tubuh dan pikiran relaks. Jika kasusnya lebih serius, seperti pada seseorang dengan gangguan kecemasan, penanganannya pun biasanya juga lebih serius seperti menemui psikolog atau psikiater. Namun, ternyata ada juga cara lebih alami untuk membantu mengatasi kondisi ini, yaitu dengan mengandalkan ginkgo biloba.

Dilansir dari laman Very Well Health, ginkgo biloba kadang digunakan sebagai obat herbal untuk menangani masalah kesehatan kognitif dan mental. Ginkgo biloba memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dapat meningkatkan sirkulasi darah dan memengaruhi aktivitas neurotransmiter pada otak. Keampuhannya ini terdengar hingga ke seluruh dunia. Bahkan, Amerika Serikat (AS) juga turut mengandalkan ginkgo biloba untuk mengatasi gangguan kecemasan kronis.

Gangguan kecemasan kronis merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang paling banyak terjadi AS. Bahkan, National Institute of Mental Health melaporkan, sekitar 19 persen warga AS dewasa punya gangguan kecemasan. Konsumsi ginko biloba dalam bentuk suplemen herbal kerap menjadi pendamping terapi kognitif untuk mengurangi kekambuhan dan gejala gangguan tersebut.

Terdapat penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of Psychiatric Research” pada 2007 yang menelaah tentang seberapa efektif ginkgo biloba dalam mengatasi gangguan kecemasan. Awalnya, para peneliti mengumpulkan 82 orang yang memiliki gangguan kecemasan untuk diberikan ginkgo biloba dan plasebo selama 4 minggu. Lalu di akhir penelitian, peserta yang diobati dengan ginkgo biloba menunjukkan perbaikan yang lebih signifikan ketimbang peserta yang diberikan plasebo.

Di sisi lain, ginkgo biloba tak cuma bermanfaat untuk mengatasi gangguan kecemasan. Bahan alami tersebut juga baik untuk penderita demensia karena kemampuannya dalam meningkatkan fungsi kognitif.

Apakah efektif untuk atasi gangguan kecemasan?

Selama suplemen ginkgo biloba yang dikonsumsi sebagai pendamping dari terapi utama, ya, (berdasarkan penelitian) konsumsinya efektif untuk mengurangi kekambuhan dan gejala dari gangguan kecemasan.

Penasaran ingin mencobanya juga? Lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter Anda, karena tetap ada efek samping yang mungkin timbul pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Efek samping yang dimaksud antara lain:

  • Reaksi alergi karena mengandung ginkgolic dan ginkgotoxin sebagai pemicunya
  • Sembelit, bahkan diare
  • Sakit perut
  • Pusing
  • Meningkatnya detak jantung
  • Menghalangi penyerapan vitamin B6
  • Tekanan darah meningkat
  • Terdapat danya risiko pendarahan.

Untuk risiko pendarahan, hal tersebut dibenarkan oleh dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter. Konsumsi ginkgo biloba dapat mengencerkan darah, sehingga risiko untuk mengalami pendarahan dan lebam semakin tinggi.

“Bahkan, mengonsumsi ginkgo biloba secara berlebihan dapat membuat Anda mengalami kejang dan pelemahan otot,” ungkap dr. Alvin.

Ibu hamil dan ibu menyusui pun tidak disarankan untuk mengonsumsi suplemen herbal ini demi meminimalkan risiko perdarahan. Oleh sebab itu, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk menghentikan konsumsinya beberapa minggu sebelum persalinan, agar perdarahan tak terlalu banyak dan bisa berujung pada kondisi yang fatal.

Selain itu, karena kurangnya percobaan klinis yang mengetes efek suplemen ginkgo biloba, keamanannya masih dipertanyakan. Belum diketauhi apakah aman dikonsumsi jangka panjang, atau bagaimana interaksinya dengan obat seperti sodium aescinate dan antiretroviral.

Kesimpulannya, untuk mengatasi gangguan kecemasan, pertimbangkanlah dulu tindakan seperti terapi kognitif dan meditasi sebagai prioritas. Konsumsi suplemen ginkgo biloba bisa dilakukan sebagai terapi pendamping, dengan catatan konsumsinya di bawah pantauan dokter Anda. Beberapa penelitian juga mengindikasikan bahwa pendekatan pola makan, seperti membatasi kafein dan alkohol, serta memperbanyak konsumsi omega-3 bisa membantu menurunkan kondisi kecemasan. Juga menurut hasil penelitian, Anda juga bisa coba bahan alami lainnya seperti kava, passionflower, atau valerian.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar