Sukses

Ibu Hamil Masuk Angin, Bolehkah Kerokan?

Saat merasa tidak enak badan, Ibu hamil akan merasa tidak nyaman. Tapi, bolehkah ketika masuk angin ibu hamil kerokan?

Klikdokter.com, Jakarta Gangguan kesehatan ‘flu like symptom’ atau yang lebih populer disebut masuk angin atau meriang biasanya menandakan gejala awal timbulnya serangan virus. Hal ini dijelaskan oleh dr. Devina Nova Estikaratri dari KlikDokter. Tapi, pertanyaannya bolehkah ibu hamil kerokan saat mengalami kondisi tersebut?

Masuk angin atau meriang biasanya ditandai dengan gejala demam, tubuh menggigil, keluar keringat dingin, kembung, pilek, mual, muntah, nafsu makan menurun, dan diare. Pada dasarnya, menurut dr. Devina, kondisi masuk angin ini akan membaik dengan sendirinya apabila sistem imun di tubuh Anda bekerja dengan baik.

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter dalam istilah medis sendiri tidak dikenal istilah ‘masuk angin’. Yang dikenal adalah sindroma dispepsi atau dispepsia. Kondisi ini merupakan gangguan di daerah perut bagian tengah. Rasa nyeri yang terasa dapat hilang dan timbul kembali, namun bisa juga bertahan.

Hingga kini, salah satu pengobatan yang dipercaya ampuh untuk mengatasi masuk angin adalah mengerok kulit menggunakan uang logam dan minyak, atau lebih familiar disebut dengan istilah kerokan atau kerikan.

Biasanya kerokan dilakukan dengan menggaruk-garuk bagian tubuh, punggung, atau leher orang yang masuk angin agar cepat sembuh. Jika benar masuk angin, orang-orang percaya biasanya bagian yang dkerok akan berubah menjadi warna merah. Namun, bolehkah ibu hamil melakukannya?

Kerokan di masa kehamilan

Merawat ibu hamil yang sakit memerlukan kehati-hatian karena berurusan dengan janin yang dikandungnya. Oleh sebab itu, Anda tak boleh asal memilih teknik pengobatan saat hamil.

Menurut dr. Seprini Timurtini Limbong dari KlikDokter, ibu hamil sebenarnya tidak masalah jika menjalani kerokan atau dikerok. Hanya saja, lebih baik tidak dilakukan saat memasuki trimester ketiga, yakni dalam rentang waktu sebelum 37 minggu kehamilan.

"Kalau dikeroknya tidak sampai berdarah-darah tidak apa-apa, boleh-boleh saja. Hanya saja harus hati-hati pada saat memasuki trimester ketiga kehamilan. Karena kalau dikerok, terutama di bagian belikat sama pinggang, bisa memicu hormon oksitosin yang berisiko menyebabkan kontraksi dini,” jelasnya.

Kondisi ini terutama dapat terjadi pada ibu hamil yang usia kehamilannya masih di bawah 37 minggu. Menurutnya, ibu hamil baru aman untuk dikerik setelah usia kehamilannya melewati periode tersebut.

"Pada saat trimester satu atau dua, sebenarnya juga boleh-boleh saja. Akan tetapi, dalam melakukannya jangan terlalu kencang," sambung dr. Sepriani.

Dalam hal ini, mengerok ibu hamil harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Selain itu, penggunaan minyak atau balsam sebagai obat untuk mengerik juga perlu diperhatikan dosis penggunaannya.

Ibu hamil lebih baik dipijat

Sementara kerokan dipercaya ampuh untuk mengatasi masuk angin, dr. Sepriani justru menyarankan agar ibu hamil yang mengalami gangguan kesehatan tersebut lebih baik diobati dengan dipijat.

Dengan pijatan, ibu hamil akan merasa lebih nyaman dan sekaligus bisa menghilangkan rasa pegal di punggung dan pinggang yang disebabkan menanggung beban kehamilan.

"Daripada kerokan, lebih baik dipijat biasa saja. Karena kerokan berisiko memecahkan pembuluh darah kapiler. Bila kerokan terlalu dalam, bisa-bisa terjadi infeksi kulit selulitis," ucap ibu dari dua anak ini.

Sebelum menutup perbincangan, dr. Sepriani berpesan, "Kalau ibu hamil tidak enak badan dan usia kehamilannya tidak memungkinkan untuk kerokan, tidak boleh minum obat sama sekali, termasuk yang herbal. Lebih baik minum vitamin dan makan buah. Tapi rekomendasi vitamin harus dari ahli kandungan, bukan yang dibeli bebas," pungkasnya.

Masa kehamilan tentunya menjadi momen yang amat ditunggu-tunggu bagi pasangan yang menginginkan momongan. Oleh sebab itu, ibu hamil yang sakit atau masuk angin sebaiknya tidak asal memilih cara pengobatan, termasuk kerokan. Bagaimanapun juga, rekomendasi dokter kandungan adalah yang terbaik. Jadi, bila Anda tengah hamil dan masuk angin hingga berhari-hari, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar