Sukses

5 Cara Tepat Mencegah Keracunan Makanan

Keracunan makanan rawan menyebabkan kematian. Maka dari itu, Anda harus tahu cara tepat untuk mencegah terjadinya keadaan tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Keracunan makanan bisa dialami siapa saja, khususnya oleh mereka yang mengonsumsi makanan atau minuman tidak higienis. Ketika terjadi, keadaan tersebut membuat penderitanya butuh penanganan serius lantaran efeknya bisa mengancam nyawa.

Menurut dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, keracunan makanan bisa membuat orang yang mengalaminya merasakan gejala mual, muntah, dan diare. Gejala-gejala itu biasanya terjadi setelah beberapa jam mengonsumsi makanan atau minuman terkait

Tak hanya itu, penelitian mengatakan bahwa keracunan makanan juga dapat menyebabkan gejala lain yang lebih berbahaya. Gejala dimaksud adalah diare berdarah dan komplikasi sindrom uremik hemolitik (HUS), khususnya jika makanan yang dikonsumsi telah terkontaminasi oleh E.coli O157.

Lebih jauh, penelitian menjelaskan bahwa keracunan makanan juga bisa memicu terjadinya botulisme. Ini adalah kondisi keracunan serius yang disebabkan oleh racun dari bakteri Clostridium botulinum, yang bisa menyebabkan gejala neurotoksik fatal seperti penglihatan ganda dan kesulitan menelan, berbicara, serta bernapas.

Mencegah keracunan makanan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, sebelum keracunan terjadi, Anda dianjurkan untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap segala makanan atau minuman yang hendak dikonsumsi.

Adapun beberapa upaya yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya keracunan, yaitu:

1. Jaga kebersihan tangan dan bahan makanan

Cuci tangan Anda menggunakan sabun dan air mengalir sebelum dan sebelum makan, juga ketika menyiapkan dan menyajikan makanan.

Cuci juga buah atau sayur yang baru Anda beli di pasar hingga bersih sebelum memutuskan untuk memasaknya.

2. Masak hingga matang

Masak makanan hingga matang sempurna sebelum Anda mengonsumsinya. Hal ini paling utama dilakukan jika yang hendak Anda konsumsi adalah daging merah, daging unggas, dan telur.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk menghindari susu yang tidak dipasteurisasi (susu mentah). Susu semacam ini sangat mungkin menyebabkan keracunan makanan.

3. Jaga higienitas makanan dan peralatan

Pastikan Anda tidak meletakkan peralatan dapur yang digunakan untuk mengolah makanan mentah berdekatan dengan makanan matang yang hendak disimpan. Hal ini dilakukan demi menjaga higienitas makanan sebelum Anda mengonsumsinya.

Di samping itu, cuci hingga bersih dan keringkan dengan sempurna peralatan dapur yang telah selesai digunakan. Tindakan ini sangat penting dilakukan, khususnya pada pisau dan talenan.

4. Simpan dengan baik

Bila hendak menyimpan bahan makanan setelah dicuci bersih, pastikan Anda meletakannya di lemari pendingin yang dikhususkan untuk bahan makanan terkait. Misalnya, menaruh sayur di rak sayur, daging di rak daging.

5. Buang makanan kedaluwarsa

Jika makanan yang Anda beli atau simpan sudah terlihat tidak layak, berubah warna, berbau tak sedap, segera buang ke tempat sampah. Apabila yang Anda beli adalah makanan kalengan, perhatikan tanggal kedaluwarsa pada label kemasan. Jika sudah melewati tanggal yang tertera, segera buang dan jangan pernah berpikir untuk mengonsumsinya.

Selalu waspada dan berhati-hati. Jangan sampai makanan yang Anda konsumsi justru menyebabkan keracunan. Akan tetapi, apabila keracunan makanan sudah telanjur terjadi, segera periksakan diri ke dokter. Semakin cepat ditangani, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar