Sukses

Rhinitis Vasomotor si Penyebab Pilek Berulang

Sering pilek tanpa sebab yang jelas? Mungkin saja rhinitis vasomotor penyebabnya!

Klikdokter.com, Jakarta Semua orang pernah mengalami pilek, yang ditandai dengan hidung berair, bersin-bersin, dan pernapasan tersumbat. Saat pilek, terjadi proses peradangan di lapisan dinding bagian dalam hidung. Peradangan itu dapat disebabkan infeksi kuman atau zat pencetus alergi (alergen) yang terhirup saat bernapas. Lalu, bagaimana jika seseorang mengalami pilek berulang tanpa sebab yang jelas? Dalam istilah medis, pilek yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak spesifik ini disebut rhinitis vasomotor atau rhinitis non-alergi.

Rhinitis vasomotor dapat dialami segala umur, baik dewasa dan anak-anak. Namun, pada umumnya, rhinitis vasomotor ditemui pada orang berusia 20 tahun ke atas. Biasanya, gejala rhinitis vasomotor akan terjadi berulang dan hilang timbul dalam setahun.

Gejalanya meliputi hidung tersumbat, hidung berair, bersin-bersin, liur di tenggorokan (post nasal drip), hingga batuk-batuk. Yang membedakan dari pilek yang disebabkan oleh proses alergi, rhinitis vasomotor biasanya tidak disertai gejala gatal pada hidung, mata, dan tenggorokan.

Apa pemicu yang menyebabkan rhinitis vasomotor belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat mekanisme yang terjadi ketika rhinitis vasomotor berlangsung, yaitu adanya pelebaran (dilatasi) pembuluh darah di dalam hidung. Pelebaran pembuluh itu membuat lapisan dalam hidung menebal serta terisi darah dan cairan. Selain itu, muncul dugaan bahwa reaksi peradangan dan pelebaran pembuluh darah di dalam hidung pada rhinitis vasomotor terjadi karena ujung saraf hidung bereaksi secara berlebihan.

Faktor pencetus rhinitis vasomotor

Memang penyebab rhinitis vasomotor belum diketahui dengan pasti. Namun, terdapat beberapa hal yang dipercaya juga berperan menjadi faktor pencetus terjadinya rhinitis vasomotor, di antaranya:

  • Debu
  • Asap rokok
  • Bau menyengat parfum
  • Zat kimia industri
  • Perubahan suhu dan kelembaban
  • Makanan pedas atau panas
  • Minuman beralkohol
  • Infeksi virus
  • Obat tertentu (misalnya: aspirin, ibuprofen, beta bloker, antidepresan, sedative, dan kontrasepsi oral)
  • Perubahan hormon (misalnya: hamil dan haid)
  • Stres

Perlu diketahui bahwa gejala rhinitis vasomotor dapat menyerupai beberapa gejala yang dimiliki penyakit lain, terutama yang melibatkan saluran pernapasan seperti flu, rhinitis alergi, atau sinusitis. Oleh karena itu, selain wawancara medis mengenai gejala yang dialami, pengecekan fisik dan pemeriksaan penunjang diperlukan untuk menyatakan seseorang mengalami rhinitis vasomotor. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan seperti skin test, IgE antibody test, endoskopi hidung, dan CT scan untuk membantu menyingkirkan kemungkinan diagnosis lainnya.

Pereda gejala rhinitis vasomotor

Rhinitis vasomotor dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pencetusnya. Namun, jika sudah telanjur kambuh hingga mengganggu aktivitas, maka perlu diberi pengobatan yang dapat meredakan gejalanya. Beberapa obat yang dapat digunakan, antara lain cairan saline semprot hidung, kortikosteroid semprot hidung, antihistamin semprot hidung, dan dekongestan oral. Sebaiknya penggunaan obat-obatan tersebut dalam pengawasan dokter.

Meskipun tidak mengancam jiwa, rhinitis vasomotor dapat menimbulkan komplikasi. Jika tidak ditangani dengan baik, rhinitis vasomotor dapat menyebabkan beberapa komplikasi, di antaranya polip hidung, sinusitis, dan infeksi telinga. Selain itu, rhinitis vasomotor terbukti dapat menurunkan produktivitas seseorang dalam keseharian.

Jadi, jangan sepelekan gejala pilek berulang yang Anda alami. Jika sebabnya belum jelas, patut dicurigai bahwa Anda mengalami rhinitis vasomotor. Namun, sebelum berasumsi lebih jauh, sebaiknya periksakan terlebih dahulu diri Anda ke dokter.

[HNS/RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar