Sukses

Anak Sering Menelan Pasta Gigi, Berbahayakah?

Karena rasanya yang cenderung manis, tak sedikit anak yang doyan menelan pasta gigi. Apakah ini berbahaya?

Klikdokter.com, Jakarta Menjaga kesehatan gigi dan mulut harus ditanamkan sejak sedini mungkin. Salah satunya, Anda dapat mulai mengajari anak menggosok gigi sejak kemunculan gigi pertamanya. American Dental Association (ADA) pun menyarankan agar anak yang sedang berlatih menggosok gigi dengan pasta gigi. Nah, namanya juga anak-anak, karena pasta gigi anak rasanya cenderung manis, ia malah sering menelan pasta gigi. Apakah kebiasaan ini aman?

Anjuran anak menggunakan pasta gigi saat menggosok gigi adalah karena adanya kandungan fluorida (fluoride). Fluorida berfungsi mencegah gigi berlubang, memperkuat lapisan enamel gigi, membatasi pertumbuhan bakteri di dalam mulut, serta memperlambat hilangnya mineral dari enamel gigi.

Biasanya, agar anak senang dan bersemangat saat waktunya menggosok gigi, orang tua membelikannya sikat gigi warna-warni bergambar atau berbentuk karakter kesukaannya, dilengkapi pasta gigi dengan berbagai rasa. Nah, karena rasa pasta gigi biasanya manis, tak sedikit anak-anak yang setelah “mencicipi” kemudian menelan pasta gigi tersebut saat menggosok giginya.

Waspadai fluorosis, akibat anak sering menelan pasta gigi

Sebetulnya kebiasaan anak yang sering menelan pasta gigi adalah karena usia mereka yang masih terlalu kecil, yang umumnya belum bisa meludah atau berkumur dengan benar. Selain itu, alasan lainnya adalah rasanya yang mereka anggap enak.

Sebetulnya, sebagai orang tua Anda tak perlu merasa terlalu khawatir kalau anak sering menelan pasta gigi, karena ini tak sepenuhnya berbahaya. Namun, pengawasan tetap harus dilakukan karena terlalu sering menelan pasta gigi dapat menimbulkan fluorosis atau mottled teeth pada gigi.

Fluorosis adalah suatu kondisi munculnya garis-garis halus berwarna putih atau cokelat. Kondisi ini hanya terjadi pada anak-anak yang berusia lebih muda akibat terlalu sering atau terlalu banyak mengonsumsi fluorida.

Perlu diketahui bahwa fluorosis bukanlah merupakan suatu penyakit. Kondisi ini juga tidak memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Hanya saja fluorosis dapat memengaruhi penampilan fisik si Kecil.

Dalam jumlah yang tepat fluorida dianggap dapat memberikan sejumlah manfaat untuk kesehatan gigi. Namun, jika terlalu banyak, justru dapat menimbulkan masalah pada gigi. Maka dari itu, Anda perlu tahu dan memperhatikan pemberian pasta gigi pada masing-masing umur. ADA mengimbau adanya dampingan dan pengawasan orang tua atau pendamping saat anak menggosok gigi dengan pasta gigi.

1 dari 2 halaman

Ukuran pasta gigi yang sesuai dengan usia anak

Pastikan anak tidak menambahkan pasta gigi secara berlebihan ke sikat giginya. Ukuran pemberian pasta gigi yang sesuai dengan usia anak antara lain:

  • Usia 0-3 tahun

Pada usia ini, anak disarankan untuk menggosok giginya hanya dengan air. Namun, bila diperlukan pasta gigi yang mengandung fluoride, Anda dapat memberikannya dengan ukuran sebesar biji gandum.

  • Usia 3-6 tahun

Pada usia ini, anak bisa diberikan pasta gigi berfluorida seukuran kacang polong. Selain menyesuaikan ukuran pasta gigi, pastikan juga anak menggosok giginya sebanyak dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur.

Untuk mencegah terjadinya fluorosis, selain dari pemberian pasta gigi yang sesuai dengan usianya, Anda dapat mengajari anak untuk berkumur. Berikan ia contoh dengan berkumur bersama-sama agar anak bisa mengikutinya. Meski terkadang ia masih saja menelan, tapi lama-kelamaan akan berkurang.

Pemberian pasta gigi yang mengandung fluorida punya peran dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Namun, jika anak cenderung suka dan sering menelan pasta gigi, Anda tak perlu terlalu khawatir. Meski ada risiko anak terkena fluorosis, tapi Anda bisa meminimalkan risiko ini dengan pemberian pasta gigi yang sesuai dengan usia anak.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar