Sukses

Kegiatan Rumahan yang Efektif Bakar Kalori

Ternyata ada waktu-waktu tertentu di mana kalori bisa terbakar dengan lebih efektif. Kapan saja waktu yang dimaksud?

Klikdokter.com, Jakarta Ketika mendengar kata kalori, sebagian orang mungkin akan langsung berpikir tentang peningkatan berat badan. Memang, konsumsi kalori melebihi batas yang dianjurkan bisa berdampak demikian. Di luar itu, tahukah Anda bahwa kalori juga memiliki manfaat penting untuk menunjang fungsi tubuh?

Faktanya, kalori adalah zat gizi yang berfungsi menghasilkan energi agar tubuh bisa bekerja dengan optimal. Namun, memang, apabila Anda mengonsumsi kalori dalam jumlah berlebih, zat gizi tersebut akan berakumulasi dan menyebabkan penumpukan lemak di berbagai bagian tubuh. Ujungnya, Anda akan mengalami kelebihan berat badan alias obesitas.

Membakar kalori dapat dilakukan dengan cara sederhana

Anda telanjur mengalami kegemukan akibat berlebihan mengonsumsi makanan berkalori? Jika ya, sekarang saatnya untuk “berubah” dan membakar habis kalori yang menumpuk di dalam tubuh Anda.

Membakar kalori dapat dilakukan dengan cara-cara konkret, seperti diet dan olahraga. Namun, berdasarkan pemaparan dr. Rio Aditya, Anda tidak boleh mengabaikan kegiatan sehari-hari yang ternyata juga dapat membakar kalori. Beberapa kegiatan sehari-hari yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Membersihkan karpet lantai: 135–200 kalori
  • Mengecat rumah: 150–222 kalori
  • Memasang atap: 180–266 kalori
  • Menyikat kamar mandi: 90–133 kalori
  • Mencuci mobil: 135–200 kalori
  • Memotong rumput: 120–178 kalori
  • Menonton TV: 23–33 kalori
  • Membaca buku: 34–50 kalori
  • Memasak: 75–111 kalori
  • Belanja di supermarket: 105–155 kalori
  • Memindahkan furnitur rumah: 180–266 kalori
  • Bermain dengan anak: 150–222 kalori

Selain yang telah disebutkan, Anda juga bisa membakar kalori yang menumpuk di tubuh selagi istirahat, lho! Hal itu dibuktikan oleh peneliti, yang menemukan bahwa ketika beristirahat (tidur) dalam jumlah cukup, manusia bisa membakar kalori 10 persen lebih banyak.

Untuk mengetahui bagaimana mekanisme dari hal tersebut, tim peneliti mengevaluasi perubahan metabolisme pada tujuh peserta selama lebih dari sebulan di laboratorium. Partisipan tidak memiliki akses ke ponsel atau internet, dan mereka diberi jadwal tidur, bangun, dan makan.

Setelah beberapa saat, para peneliti menemukan bahwa partisipan yang memiliki kualitas dan waktu tidur yang optimal mengalami proses pembakaran kalori yang lebih efektif. Sebaliknya, partisipan yang tidur kurang dari delapan jam atau memiliki kualitas tidur yang buruk, jumlah kalori yang terbakar menjadi lebih sedikit.

American Academy of Sleep Medicine menyebut, pembakaran kalori bisa berlangsung lebih optimal jika Anda tidur di ruangan bersuhu 15–19 derajat celcius. Hal penting yang perlu digarisbawahi, waktu dan kualitas tidur yang Anda dapatkan harus benar-benar optimal agar proses pembakaran kalori juga berlangsung lebih efektif.

Untuk menjalankan fungsinya, tubuh memerlukan asupan kalori. Meski demikian, jangan biarkan penumpukan kalori terus terjadi. Lakukan kegiatan rumahan yang Anda sukai secara rutin dan teratur, agar proses pembakaran kalori terus berlangsung dengan optimal. Dengan demikian, cepat atau lambat, berat badan Anda akan kembali ke rentang normal.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar