Sukses

Parkinsonisme Vaskular, Penyakit Saraf yang Incar Lansia

Mantan Presiden George H.W. Bush meninggal setelah mengalami penyakit parkinsonisme vaskular. Kenali gejala penyakit ini.

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit Parkinson merupakan salah satu penyakit neurologis terbanyak, yang menyerang sekitar 1% lansia berusia diatas 60 tahun. Penyakit ini menyebabkan kecacatan yang sangat progresif dan tidak dapat dihentikan. Salah satu bentuk dari penyakit Parkinson adalah tipe vaskular, atau parkinsonisme vaskular, seperti yang dialami oleh mendiang George H.W. Bush.

Mantan Presiden Amerika Serikat tersebut meninggal pada usianya yang ke-94 tahun setelah sebelumnya memang diketahui menderita penyakit parkinsonisme vaskular. Parkinsonisme jenis vaskular (vascular parkinsonism) merupakan tipe penyakit yang disebabkan oleh kejadian stroke ringan.

Parkinson vaskular sering incar lansia

Berbeda dari tipe Parkinson biasa yang disebabkan oleh penuaan sel-sel saraf otak, parkinsonisme tipe vaskular terjadi akibat kelainan pembuluh darah. Maka, gejala-gejala khas Parkinson muncul akibat satu atau beberapa kali stroke kecil yang dialami oleh penderitanya.

Tipe Parkinson ini sering dialami oleh lansia, seperti halnya George H.W. Bush. Penyakit ini juga terjadi karena adanya gangguan senyawa kimia di otak terutama yang berkaitan dengan gerak (motorik). Akibatnya gerakan penderita akan cenderung kasar dan lambat.  Gejala-gejala yang timbul antara lain sebagai berikut:

  1. Gemetar. Sering gemetar pada jari (terutama ibu jari) merupakan gejala pertama penyakit ini. Gejala biasanya memburuk bila terdapat pencetus seperti stres atau kelelahan. Gemetar ini terutama timbul saat istirahat (resting tremor).
  2. Kaku. Anggota tubuh menjadi kaku dan sulit digerakkan, dan gerak tangan saat berjalan yang selaras dengan gerakan kaki akan berkurang atau hilang.
  3. Gerakan melambat. Umumnya terjadi pada tahap lebih lanjut, penderita Parkinson secara perlahan akan memiliki gerak yang cenderung lambat, bahkan sulit untuk dimulai. Contohnya muncul gejala sulit untuk bangkit dari kursi atau langkah kaki menjadi pendek. Ekspresi muka mulai berkurang, dan air liur mudah keluar dari mulut.
  4. Postur tubuh. Postur penderita Parkinson umumnya tampak bungkuk dengan kepala menunduk.
  5. Sulit berbicara. Oleh karena penyakit ini mengenai seluruh tubuh, maka dapat terjadi kesulitan bicara.

Gejala-gejala diatas umumnya muncul mendadak dan akan semakin memberat dalam beberapa minggu hingga bulan. Gejala lain yang juga dapat muncul misalnya berkurangnya dominasi tangan kanan, suara mengecil, gangguan tidur, indera penciuman berkurang, sering merasa lemas, sulit berpikir, hingga depresi.

Gejala penyakit parkinsonisme tipe vaskular lebih umum mengenai tubuh bagian bawah dibandingkan tubuh bagian atas. Karena berkaitan dengan stroke, maka sangat mungkin muncul gejala-gejala khas stroke seperti kelemahan tubuh sebelah, timbulnya rasa kesemutan, dan rasa baal.

1 dari 2 halaman

Tidak semua penderita stroke mengalami Parkinson

Stroke yang terjadi pada parkinsonisme vaskular ini berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan lemak di dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Oleh sebab itu, penyakit ini lebih sering terjadi pada lansia.

Mengapa tidak semua penderita stroke akan mengalami Parkinson? Hal ini berkaitan dengan lokasi terjadinya stroke. Saat stroke mengenai area yang disebut ganglia basalis, yang mengatur gerak halus tubuh, maka dapat muncul parkinsonisme vaskular.

Penyakit yang dialami George HW Bush ini umumnya dapat menunjukkan gambaran kelainan pada pemeriksaan CT scan maupun MRI. Adapun penanganan dari parkinsonisme vaskular adalah dengan mengonsumsi obat-obatan khusus Parkinson. Selain itu, berbagai faktor risiko yang menyebabkan terjadinya stroke juga harus dikontrol, antara lain:

  • Kelebihan berat badan hingga obesitas
  • Tidak aktif secara fisik/ jarang berolahraga
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Perokok berat/ perokok pasif
  • Memiliki kadar kolesterol tinggi
  • Menderita diabetes, terutama tidak terkontrol
  • Menderita beberapa penyakit lain seperti Obstructive Sleep Apnea dan penyakit jantung seperti gagal jantung, defek jantung, infeksi jantung, gangguan irama jantung

Terapi lain bagi penderita Parkinson adalah terapi rehabilitasi medik dan okupasi. Dengan menjalankannya maka penderita akan berkurang risikonya untuk terjatuh, misalnya lewat latihan keseimbangan dan kestabilan tubuh. Hal lain yang tidak kalah penting adalah pendampingan emosional dan psikologis. Lansia yang mengalami penyakit ini kerap mengalami depresi dan kejatuhan mental, akibat kondisinya yang sangat terbatas untuk bisa menjadi mandiri.

Penyakit parkinsonisme vaskular yang diderita George H.W. Bush beberapa waktu sebelum meninggal, pada umumnya dialami oleh lansia.  Oleh karena itu, cegah sejak sedini mungkin dengan mengendalikan beragam faktor risiko yang telah dipaparkan di atas.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar