Sukses

Tumit Pecah-Pecah, Atasi dengan Cara Ini

Ingin terlihat oke saat mengenakan sepatu terbuka, tapi kulit tumit pecah-pecah? Tenang, atasi saja dengan cara berikut.

Tumit yang kering dan pecah-pecah bisa membuat rasa percaya diri menurun. Jika memakai sepatu atau sandal yang bagian belakang dan sampingnya terbuka, dapat terlihat kurang enak dipandang sehingga pilihan alas kaki Anda pun terbatas. 

Biasanya tumit yang kering dan pecah-pecah disebabkan oleh iritasi dan alergi terhadap bahan tertentu. Misalnya saja, paparan terus-menerus terhadap air detergen.

Parahnya lagi, jika tumit yang pecah-pecah terus terpapar bahan kimia yang merusak kulit, makin mudah pula kulit terinfeksi penyakit lain, perih, dan berdarah. Kalau sudah begitu, aktivitas yang membutuhkan kegiatan berjalan kaki pun akan terhambat.

Berikut beberapa cara mengatasi tumit pecah-pecah yang bisa Anda lakukan:

1. Gunakan Pelembap Emolien atau Humektan

Pelembap emolien atau humektan akan menembus kulit dan menghidrasi kulit yang kering dan pecah-pecah. Pelembap tersebut akan mengisi celah-celah kulit sehingga tumit kering dan pecah-pecah akan terasa lebih lembut dan elastis dari sebelumnya.

Artikel Lainnya: Kenali Gangguan Kesehatan pada Kaki Saat Lansia 

1 dari 3 halaman

2. Aplikasikan Pelembap yang Mengandung Oklusif

Setelah Anda mengaplikasikan pelembap emolien atau humektan pada tumit, cara mengatasi tumit pecah-pecah berikutnya dilanjutkan dengan mengoleskan pelembap yang mengandung oklusif, seperti petroleum jelly, pada tumit yang bermasalah. 

Pelembap tersebut dapat menghidrasi kulit yang rusak hingga 98 persen. Karena sifatnya yang mengunci kelembapan, petroleum jelly kerap memberikan sensasi berminyak dan lengket.

3. Manfaatkan Kaus Kaki Katun Saat Tidur

Begitu selesai mengoleskan petroleum jelly pada tumit, bungkus telapak kaki Anda menggunakan kaus kaki katun supaya dapat memberikan kelembapan ekstra pada kaki dan mencegah seprai ternoda oleh pelembap.

Apabila Anda melakukan cara mengatasi tumit pecah-pecah ini secara rutin, kulit kering di bagian tumit pasti akan melunak.

4. Gosok Kulit Mati dengan Batu Apung

Setelah kulit dilunakkan dengan pelembap, gosok permukaan tumit menggunakan batu apung hingga kulit-kulit yang mati berjatuhan. Hindari pisau cukur atau gunting untuk membuang kulit kering dan tebal pada tumit untuk menghindari iritasi. 

Khusus orang dengan diabetes atau neuropati, sebaiknya konsultasikan dulu cara mengatasi tumit pecah-pecah ini kepada dokter. Sebab menggosok kulit dengan batu apung berisiko menimbulkan efek samping bagi mereka.

Artikel Lainnya: Kiat Memilih Kosmetik untuk Kulit Kering

2 dari 3 halaman

5. Oleskan Keratolytic

Anda juga bisa menggunakan obat salep golongan keratolytic untuk mengatasi tumit yang kering dan pecah-pecah. Obat tersebut akan menebalkan lapisan kulit yang rusak. 

Apabila digunakan secara rutin, lama kelamaan kulit yang bermasalah akan mengelupas dengan sendirinya dan berganti dengan lapisan kulit yang baru dan lebih halus.

6. Gunakan Perban Cair

Jika lapisan tumit yang pecah-pecah sudah sampai menimbulkan luka, sebaiknya gunakan liquid bandage atau perban cair yang bisa Anda dapatkan di apotek. 

Cairan ini dapat memberikan perlindungan pada lapisan kulit yang rusak, menghentikan kuman yang ingin masuk ke bagian luka, dan mempercepat penyembuhan.

Sebaliknya, penggunaan perban biasa akan membuat aktivitas berjalan terasa ada yang mengganjal.

Artikel Lainnya: Kulit Tangan Kering karena Sering Pakai Hand Sanitizer, Atasi, yuk!

7. Hindari Paparan Zat yang Menimbulkan Alergi atau Iritasi

Seperti dijelaskan sebelumnya, salah satu penyebab keluhan ini adalah paparan zat yang menimbulkan alergi atau iritasi pada kulit. Jadi, salah satu cara menghilangkan tumit pecah-pecah adalah menghindari paparan dengan zat tersebut.

Misalnya, saat Anda mencuci baju secara manual, bagian yang kerap kali terpapar air detergen selain telapak tangan adalah telapak kaki. Sebab, air detergen yang berasal dari ember cucian pasti akan tersebar juga di permukaan lantai. 

Jika Anda tidak terbiasa mengenakan sandal saat mencuci, atau membilas serta mengeringkan dengan benar permukaan tumit yang basah, air detergen dapat mengiritasi dan memicu robekan pada kulit. Hal ini menimbulkan kulit tumit yang kering dan pecah-pecah.

8. Selalu Gunakan Alas Kaki

Salah satu cara mengatasi tumit pecah-pecah adalah dengan selalu menggunakan alas kaki, termasuk saat Anda berada dalam rumah. Siapkan sandal khusus untuk digunakan di dalam rumah, dan jangan lupa untuk selalu memakainya. 

Pemakaian alas kaki dapat mengurangi gesekan kulit, yang dapat menimbulkan kulit menebal. Kulit yang menebal dan kering selanjutnya dapat menjadi pecah-pecah.

Itulah cara-cara yang bisa dilakukan jika Anda memiliki kulit tumit yang kering dan pecah-pecah. Cara rumahan tersebut bisa Anda lakukan secara rutin sampai permukaan kulit tumit membaik.

Setelah keluhan membaik, hindarilah faktor penyebabnya, misalnya terlalu lama dan terlalu sering terpapar air detergen. Dengan begitu, Anda pun menjadi percaya diri saat memakai sepatu yang terbuka. 

Jika Anda tak ingin ketinggalan tips kesehatan lainnya, baca terus artikel-artikel di aplikasi KlikDokter, ya! 

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar