Sukses

Benarkah Obesitas Memicu Kanker?

Tak hanya meningkatkan risiko munculnya penyakit jantung, ternyata obesitas juga dapat menyebabkan Anda terkena kanker yang mematikan.

Klikdokter.com, Jakarta Sudah jelas bahwa berat badan berlebih dapat meningkatkan berbagai risiko gangguan kesehatan bagi tubuh Anda. Salah satu penyakit serius yang mungkin timbul akibat dari obesitas adalah kanker. Bahkan, saat ini diketahui obesitas dapat meningkatkan risiko atas 13 jenis kanker berbeda.

Melihat dari bahaya tersebut, sudah saatnya Anda menjaga berat badan tetap berada di angka ideal. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari obesitas yang dapat memicu timbulnya kanker.

Cara menghitung berat badan ideal

Untuk menilai apakah berat badan sudah ideal atau belum, cara termudah untuk mengetahuinya adalah dengan menggunakan perhitungan berat dan tinggi badan, yaitu melalui perhitungan body mass index (BMI) atau indeks masa tubuh (IMT).

Untuk menghitung IMT anda cukup menghitung berat badan (dalam kg) dibagi dengan tinggi badan kuadrat (dalam m). Misalnya, pada seseorang dengan berat 50 kg dan tinggi 160 cm maka IMT adalah 50 dibagi (1.6)2, yaitu 19.5.

Untuk menginterpretasikan hasilnya, bagi orang Asia disarankan menggunakan panduan dari WHO (World Health Organization) sebagai berikut:

  • IMT di bawah 18.5 artinya kekurangan berat
  • IMT 18.5 – 23 artinya berat badan sudah ideal
  • IMT 23 – 27.5 artinya kelebihan berat badan
  • IMT lebih dari 27.5 artinya obesitas

Untuk mendapatkan kualitas hidup yang optimal, usahakan agar hasil penghitungan berat badan Anda tak lebih dari batas ideal seperti ukuran di atas. Jika tidak, penyakit kanker akan mengintai Anda.

1 dari 2 halaman

Obesitas dan penyakit kanker

Menurut data yang diperoleh di Inggris, obesitas menempati urutan kedua faktor risiko penyebab kanker. Hal ini berkaitan dengan ditemukannya lebih dari 20.000 kasus kanker per tahun. Urutan pertama faktor risiko ini ditempati oleh kebiasaan merokok. Meski demikian, hal ini dapat dicegah bila Anda menghindari kebiasaan tersebut.

Selain itu, faktor yang dapat dicegah lainnya adalah radiasi sinar UV, pekerjaan, infeksi, konsumsi alkohol, konsumsi serat yang terlalu sedikit, radiasi ionisasi, konsumsi daging olahan, polusi udara, dan malas berolahraga.  Jika dilihat, faktor seperti obesitas, pola makan, dan kebiasaan olahraga sangat berkaitan satu dengan lainnya.

Kanker sendiri disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkontrol. Umumnya, jika terjadi hal tersebut, sistem kekebalan tubuh akan memberikan respon dengan menyerang sel-sel abnormal tersebut dan membunuhnya.

Namun, jika mekanisme ini tidak efektif, maka akan timbul pertumbuhan sel yang tidak dapat diatasi tubuh, sehingga menyebabkan kanker.

Pada orang yang mengalami obesitas, sel-sel lemak akan mengirimkan sinyal kepada tubuh yang dapat merusak sel tubuh, sehingga memicu kanker, serta meningkatkan jumlah sel tersebut. Sel lemak inilah yang dianggap sebagai salah satu pemicu kanker.

Berdasarkan penemuan terbaru dari Trinity College Dublin, diketahui salah satu alasan lain mengapa orang dengan obesitas lebih rentan terkena kanker. Penelitian ini membuktikan bahwa kanker pada orang yang obesitas dapat terjadi karena tersumbatnya sel natural killer (NK) sebagai salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi membunuh sel kanker.

Sumbatan lemak tersebut menyebabkan sel NK tidak dapat bekerja, sehingga respon antitumor menurun dan gagal mengurangi pertumbuhan tumor pada orang yang kegemukan. Hal ini juga yang kemudian membuat sistem kekebalan tubuh orang dengan obesitas tidak berfungsi dengan baik.

Faktanya, kelebihan berat badan tidak hanya memberikan sinyal yang dapat memicu kanker, tapi juga dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi membunuh sel kanker. Kedua faktor ini dapat menjelaskan mengapa banyak sekali kasus kanker berkaitan dengan kondisi obesitas.

Jadi, memang benar bahwa obesitas dapat memicu penyakit kanker. Salah satu langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya adalah melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup untuk mencapai berat badan ideal. Imbangi juga dengan rutin berolahraga agar tubuh senantiasa bugar. Yuk, ubah kebiasaan sebelum terlambat!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar