Sukses

Kiat Memberikan Dukungan bagi Penderita HIV/AIDS

Jangan cuma memberikan dukungan yang klise, yuk ketahui kiat memberikan dukungan bagi penderita HIV/AIDS yang lebih bermakna.

Klikdokter.com, Jakarta Meski Hari AIDS Sedunia baru berlalu, tapi mengetahui langkah pecegahan serta memberikan dukungan bagi penderita HIV/AIDS jangan pernah terhenti. Berbagai bentuk dukungan bagi penderita HIV/AIDS (ODHA) mungkin sudah sering Anda dengar lewat berbagai kampanye. Namun, sayangnya tak sedikit kampanye yang kurang memberikan contoh dukungan seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan ODHA.

Tak ada orang yang ingin HIV/AIDS menggerogoti tubuhnya. Namun, juga sudah terlanjur terdiagnosis, penderitanya harus tetap optimis dan semangat dan menjalani kehidupannya. Faktanya, ODHA membutuhkan dukungan yang lebih konkret dari sekadar kata, “semangat!” Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang dilansir dari Everyday Health, ada beberapa cara sederhana tetapi konkret yang bisa Anda lakukan untuk mendukung ODHA di sekitar Anda.

  • Tumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab ODHA terhadap pengobatannya

Sekalipun penderita HIV/AIDS umumnya dibantu oleh orang lain dalam perawatan dan pengobatannya, tapi penderita yang kondisi fisiknya masih cukup kuat harus tetap berperan aktif jika ada orang-orang yang berinteraksi dengan dirinya.

  • Minta ODHA untuk berkontribusi terhadap pekerjaan rumah

Sebelum memintanya untuk tetap berkontribusi dalam pekerjaan rumah, tetapi aktivitas yang dilakukan harus tetap disesuaikan dengan kondisi tubuhnya. Jangan sampai kondisi ODHA yang sudah lemas tetap melakukan pekerjaan berat seperti mengangkat barang-barang, mengepel, memperbaiki atap yang bocor, dan lain-lain.

Adapun pekerjaan rumah yang bisa tetap ODHA lakukan misalnya mengelap perabotan rumah, menyapu, dan membersihkan tempat tidur. Jika kondisi fisiknya masih relatif kuat, maka tak ada salahnya untuk meminta bantuan kepada ODHA supaya mereka merasa lebih berharga dan berguna, dan tak merasa dibedakan.

Pasalnya, jika penderita merasa dibedakan, atau parahnya lagi terkurung atau dikucilkan, maka ini dapat memicu depresi. Depresi bisa mempercepat penurunan sistem kekebalan tubuh. Hasilnya, penderita memiliki risiko tinggi untuk bunuh diri akibat rasa putus asa terhadap komplikasi yang menyerang.

  • Mengikutsertakan ODHA dalam setiap interaksi sosial

Jangan bosan untuk mengajak ODHA pergi untuk berinteraksi, seperti kumpul dengan teman-teman, arisan, menonton film, datang ke acara pernikahan, menjadi relawan, dan lain-lain, agar mereka tak merasa terkucilkan. Ini penting agar ODHA merasa lebih dihargai dan tidak minder karena terbiasa berjumpa dan berinteraksi dengan orang banyak.

  • Jangan sungkan untuk mendiskusikan tentang HIV/AIDS

Meski tak sedikit orang yang punya ketakutan, bahkan yang berlebihan, terhadap penderita HIV/AIDS, jangan sungkan untuk mendiskusikan segala hal mengenai HIV/AIDS baik dengan penderita maupun dengan orang lain di sekitarnya. Menghindari topik pembicaraan ini justru akan membuat ODHA kikuk, tidak nyaman dengan dirinya sendiri, hingga akhirnya bisa memuncilkan rasa frustasi.

Dengarkanlah pengalamannya dan hindari langsung memberikan respons atau penilaian negatif. Pasalnya, dengan memahami cerita ODHA, Anda semakin tahu apa yang mesti dilakukan untuk mencegah penularan HIV/AIDS. Selain itu, Anda pun bisa menginspirasi orang lain di luar sana untuk tetap berteman dengan ODHA karena penularan HIV/AIDS antarmanusia tidak “segampang” yang dibayangkan. Butuh adanya transfer cairan tubuh terlebih dulu (seperti kontak langsung darah, ASI, sperma, dan cairan vagina) untuk bisa tertular penyakit mematikan tersebut.

  • Jangan mudah percaya hoax

Apa pun yang Anda baca lewat internet atau kiriman teman lewat chat mengenai penularan HIV/AIDS atau apa pun yang berkaitan dengan penyakit tersebut, jangan mudah percaya karena beberapa mungkin adalah berita palsu tanpa didukung fakta.

Ketahuilah bahwa virus tersebut sangat mudah mati di luar tubuh manusia. Tak hanya itu, seseorang tak akan tertular kecuali dipicu oleh perilaku seks bebas yang tak terproteksi, serta penggunaan narkotika jarum suntik secara bergantian.

Selain kiat-kiat memberikan dukungan bagi penderita HIV/AIDS yang disebutkan di atas, jangan lupa yang terpenting adalah pastikan ia tahu bahwa Anda akan berusaha sebaik mungkin ada untuknya. Jangan pernah menghakimi mereka mengenai masa lalu atau menanyakan kenapa mereka bisa mengidap HIV/AIDS, karena tidak semua ODHA mendapatkan penyakit tersebut dari cara hidup yang kurang baik. Dengan begitu, ODHA di mana pun mereka berada akan merasa lebih percaya diri dan semangat dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar