Sukses

Bolehkah Diet Vegetarian Saat Hamil?

Bolehkah menjalani diet vegetarian saat hamil? Lalu, wanita vegetarian yang sedang hamil, masih bolehkah menjalankan pola makan ini?

Klikdokter.com, Jakarta Dewasa ini, diet vegetarian, vegan, atau plant-based kian diminati masyarakat karena dianggap merupakan pola makan (atau gaya hidup) lebih sehat. Manfaatnya beragam, mulai dari menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Nah, apakah saat hamil Anda menjalani diet vegetarian? Atau bolehkah para vegetarian tetap menjalankan pola makannya ini saat hamil?

Ketika mendengar kata “vegetarian”, biasanya banyak orang yang mengira bahwa pola makan ini hanya boleh makan sayur dan buah, apa pun kecuali daging. Vegetarian tidak sesederhana itu. Ada beberapa tipe vegetarian, yaitu laktovegetarian, ovo vegetarian, lakto-ovo vegetarian, pescatarian, dan vegan.

Selain mengonsumsi sayur dan buah, penganut diet laktovegetarian masih diperbolehkan mengonsumsi susu dan produknya, seperti keju, yoghurt, mentega, dan krim. Sementara itu, ovo vegetarian tidak diperbolehkan mengonsumsi susu dan produknya, tetapi boleh mengonsumsi telur. Lakto-ovo vegetarian adalah gabungan dari keduanya, yakni boleh mengonsumsi telur, susu, dan produk susu.

Berbeda dengan ketiga jenis vegetarian di atas, pescatarian hanya mengonsumsi sayur, buah, dan ikan. Vegan merupakan tipe yang paling dianggap “hardcore”, yaitu benar-benar hanya mengonsumsi sayur dan buah, tanpa memasukkan produk susu dan olahannya. Lebih dari sekadar pola makan, vegan juga merupakan sebuah kepercayaan tertentu yang tidak menggunakan produk hewani dalam bentuk apa pun.

Berbagai manfaat diet vegetarian telah diketahui secara luas, yang intinya bisa menjadikan tubuh lebih sehat, menurunkan berat badan, dan menurunkan risiko berbagai penyakit. Namun, bolehkah ibu hamil diet vegetarian?

1 dari 2 halaman

Boleh diet vegetarian dengan syarat tertentu

Agar sehat secara optimal dan bisa mendapatkan berbagai zat gizi yang lengkap dan seimbang, Anda disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis variasi makanan. Hindari makan makanan yang itu-itu saja, karena dikhawatirkan zat gizinya pun hanya itu-itu saja.

Selain itu, hindari juga makanan vegetarian yang diproses, seperti “daging buatan”. Meski terlihat menggoda dan memuaskan hasrat makan daging, tapi makanan olahan tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Ini karena kecenderungan banyaknya bahan tambahan yang dapat merugikan kesehatan, seperti tinggi kalori, garam, gula, dan lemak. Jika memang ingin makan burger lengkap dengan patty-nya, lebih baik buat saja sendiri.

Jika Anda mengandalkan jenis makanan tersebut untuk menjalankan diet vegetarian sehari-hari, bisa-bisa Anda malah tak mendapatkan nutrisi optimal dari makanan inti dari diet vegetarian itu sendiri, seperti sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Anda yang menganut diet laktovegetarian juga dapat menambahkan asupan zat gizi dari sumber lain, seperti susu ibu hamil. Susu ibu hamil mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil, seperti protein, kalsium, asam folat, dan zat besi.

Bagi Anda yang vegan, memang memenuhi kebutuhan zat gizi lengkap dan seimbang lebih sulit. Untuk kasus ini, kemungkinan Anda memerlukan tambahan suplemen multivitamin dalam memenuhi kebutuhan gizi Anda dan janin. Sebelum membeli atau mengonsumsi suplemen apa pun, konsultasikan ini kepada dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pilihan suplemen yang tepat.

Usahakan untuk tetap fleksibel

Apabila Anda merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dengan diet vegetarian, lebih baik jangan ambil risiko. Asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang adalah hal yang sangat penting bagi tumbuh kembang janin yang sehat dan optimal. Untuk menyiasati kondisi ini, untuk sementara waktu mungkin Anda bisa beralih ke pola makan semi vegetarian atau populer disebut sebagai fleksitarian.

Sesuai dengan namanya, diet ini cukup fleksibel dan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda yang menjalankan diet ini harus mengonsumsi sayur dan buah sebagai menu makanan utamanya, tapi bisa pula mengonsumsi jenis makanan lain seperti daging, telur, unggas, ikan, atau susu dan produk olahannya dalam porsi yang lebih kecil.

Masih ragu mengenai bolehkah menjalankan diet vegetarian saat hamil? Agar lebih jelas lagi, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan kebidanan Anda, atau lebih baik lagi ke dokter spesialis gizi klinik untuk menentukan pola makan yang sesuai dan dapat memenuhi kebutuhan gizi Anda dan janin.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar