Sukses

7 Tanda Gangguan Hati yang Perlu Anda Waspadai

Gangguan hati atau lever bisa menyerang siapa saja. Tetaplah waspada dengan mengenali tanda-tandanya agar bisa terdeteksi secara dini.

Klikdokter.com, Jakarta Hati atau lever (liver) merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh. Karena itu, kesehatannya mesti dijaga. Sayangnya, banyak orang yang tak sadar mengalami gangguan hati karena umumnya tak menimbulkan gejala. Gejala baru muncul saat gangguan hati memasuki tahap lanjut atau dalam kondisi yang sudah parah. Maka dari itu, sangat penting untuk mengenali tanda-tanda gangguan hati agar bisa terdeteksi secara dini.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, hati memiliki fungsi yang sangat vital dalam tubuh manusia. Mulai dari pencernaan, metabolisme, daya tahan tubuh, penyimpanan zat gizi dalam tubuh, hingga produksi sel darah. Jika ada penyakit yang menyerang hati, ini bisa mengganggu fungsi organ lainnya.

Saat terjadi gangguan pada hati, tanda yang paling lazim tampak adalah mata berubah warna menjadi kuning. Warna kuning tersebut merupakan bilirubin yang biasanya dipecah oleh hati untuk dikeluarkan dari tubuh. Namun, ketika hati itu sendiri tengah berjuang akibat adanya gangguan, maka kondisi tersebut bisa menyebabkan bilirubin menumpuk sehingga mengakibatkan menguningnya bagian putih mata.

“Mata kuning adalah tanda bahwa hati Anda tidak berfungsi dengan baik dan mungkin merupakan tanda penyakit hati yang paling spesifik,” kata KV Narayanan Menon, MD, direktur medis transplantasi hati di Cleveland Clinic, Amerika Serikat, kepada Wall Street Journal.

Selain mata yang menguning, ini dia tanda gangguan hati lainnya yang perlu Anda waspadai.

1. Perut terisi dengan cairan

Jika perut Anda tiba-tiba menggelembung dan semakin besar dari waktu ke waktu, ini bukanlah kasus perut kembung biasa. Ada kemungkinan hati Anda bermasalah.

"Peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah di sekitar hati dapat menyebabkan penumpukan cairan di perut," kata Dr. Narayanan.

2. Anda menderita Hepatitis A, B, atau C

Ketika virus atau parasit menginfeksi hati, peradangan bisa terjadi sehingga mengurangi fungsi hati. Jenis infeksi hati yang paling umum adalah virus hepatitis, baik tipe A, B, maupun C.

Hepatitis A menyebar dengan bersentuhan dengan kotoran orang yang terkontaminasi virus atau mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah lebih dulu terkontaminasi virus. Sementara, hepatitis B dan C paling sering ditularkan melalui darah, hubungan seks, atau kontak dengan cairan tubuh lainnya.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Gatal tanpa henti

Percaya atau tidak, hati yang bermasalah dapat menyebabkan gatal di seluruh tubuh, yang akhirnya membuat Anda terus-terusan menggaruk.

“Kami tidak tahu pasti, tetapi itu diduga terkait dengan garam empedu,” kata Dr. Narayanan.

Empedu adalah zat pencernaan yang diproduksi oleh hati. Namun, pada orang-orang dengan primary biliary cirrhosis, yakni penyakit autoimun hati yang menyebabkan saluran empedu rusak, empedu itu dapat menumpuk dan menyebabkan gejala yang nyata, seperti gatal.

4. Selalu merasa lelah

Kelelahan yang dirasakan secara terus-menerus hampir selalu merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang salah dalam tubuh. Penyakit hati adalah salah satunya.

5. Peminum alkohol berat

Jika Anda adalah peminum alkohol berat, hati-hati! Minum alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan jumlah lemak secara signifikan dari waktu ke waktu, yang akhirnya bisa berujung pada terjadinya penyakit hati.

Alkohol memicu pemecahan sel lemak (lipolisis) yang berakibat pada peningkatan asam lemak bebas di dalam darah. Asam lemak tersebutlah yang akhirnya menumpuk di hati.

6. Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas ternyata merupakan tanda nyata dari penyakit hati yang berjenis non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD). NAFLD diketahui sedang meningkat, terutama pada orang berusia 40-50-an, dan pada dasarnya berarti lemak telah terbentuk di sekitar organ.

Kadang-kadang, ini bisa mengarah ke penyakit sirosis. Ini merupakan kondisi bentuk dan struktur hati mengalami perubahan, sehingga terjadi penurunan fungsi hati.

7. Keturunan

"Kadang, penyakit hati disebabkan karena faktor keturunan. Jadi, jika Anda ada anggota keluarga yang meninggal dunia karena penyakit hati atau kanker hati, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter agar bisa diperiksa lebih lanjut.

Daripada terdeteksi terlambat, lebih baik waspada dengan tujuh tanda-tanda yang disebutkan di atas. Agar kondisi hati senantiasa sehat, dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons) dari KlikDokter menganjurkan untuk menghindari makanan tinggi garam dan minuman tinggi gula, hindari mengonsumsi obat-obatan jangka panjang, hindari bahan kimia yang berbahaya, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta jangan capek untuk menerapkan gaya hidup sehat. Jika Anda mendapati adanya tanda-tanda di atas, sebaiknya segera membuat janji temu dengan dokter.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar