Sukses

Benarkah Badan Lemas Tanda Awal Penyakit ALS?

Tanda dan gejala awal penyakit ALS banyak ragamnya. Tapi benarkah badan lemas adalah salah satu tandanya?

Klikdokter.com, Jakarta Badan lemas dapat terjadi akibat berbagai hal, misalnya kelelahan atau kurang istirahat. Belakangan, banyak orang yang juga percaya bahwa badan lemas yang terjadi berkelanjutan adalah tanda awal dari penyakit ALS(Amyotrophic Lateral Sclerosis).

Apa itu penyakit ALS? Ini adalah penyakit yang menyerang saraf atau neuron pada tubuh manusia, dan menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan hingga kematian. Penyakit ini menjadi pembicaraan banyak orang usai merenggut nyawa beberapa tokoh dunia, seperti fisikawan Stephen Hawking, dan pencipta karakter animasi “SpongeBob SquarePants”, Stephen Hillenburg, beberapa waktu lalu.

Penyakit ALS itu sendiri menyerang sekumpulan saraf yang berfungsi mengatur gerakan motorik dan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala hingga kaki. Penyakit yang juga disebut Lou Gehrig's disease ini dapat menyebabkan gangguan berbicara, bergerak, makan, dan bernapas.

Badan lemas dan ALS

Badan lemas dan ALS memang memiliki suatu hubungan. Akan tetapi, badan lemas itu sendiri tak dapat dijadikan patokan sebagai tanda atau gejala awal dari penyakit mengerikan tersbeut.

"Tergantung, kalau ALS itu ‘kan gangguan saraf motorik. Saraf motorik itu adalah saraf-saraf yang membawahi saraf-saraf lain. Kalau dibilang badan lemas, ini bukan tanda yang spesifik dan bukan tanda awal juga," ujar dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

Jadi, pada penyakit ALS, tubuh tidak serta-merta lemas secara bersamaan. Menurut dr. Sepri, ALS yang menyebabkan badan lemas secara keseluruhan adalah tanda akhir dari penyakit terkait.

"Soalnya (tanda) ALS itu spesifik, misalnya neuron yang terserang adalah ekstremitas atas, biasanya menyerang tangan dulu, tapi kaki masih bisa digerakkan. Atau misalnya yang terkena ekstremitas bawah, itu berarti bagian bawah dulu yang terganggu, sementara bagian tubuh atas masih bisa digerakkan," jelasnya.

"Sedangkan, kalau yang dimaksud adalah badan lemas secara keseluruhan, itu justru sebagai tanda akhir dari ALS. Misalnya, sudah tinggal torso ke atas yang aktif, sedangkan bawah sudah terganggu, baru jadinya lemas semuanya. Jadinya, yang kena itu sekelompok otot tertentu dulu, tergantung motor neuron yang pertama terkena," tegas dr. Sepri.

Faktor risiko ALS

ALS tidak bisa disembuhkan. Penyakit ini lebih mungkin terjadi pada orang yang memiliki berbagai faktor risikonya. Berikut ini adalah faktor risiko ALS menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter:

  • Genetik. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang mengalami ALS, risiko Anda untuk terkena keadaan yang sama akan meningkat berlipat ganda.
  • Usia. ALS umumnya terjadi pada usia 55–75 tahun, meski tak menutup kemungkinan untuk terjadi pada segala usia.
  • Jenis kelamin. Pria sedikit lebih berisiko mengalami ALS dibandingkan wanita.
  • Ras. ALS banyak menyerang orang-orang dengan ras Kaukasia dan non-Hispanik.
  • Lingkungan. Infeksi, trauma fisik, diet, merokok, dan faktor pekerjaan juga dapat meningkatkan risiko ALS. Untuk faktor pekerjaan, dua profesi yang rentan terkena ALS adalah tentara (militer) dan pesepak bola profesional.

Sekarang Anda sudah tahu bahwa badan lemas bukanlah pertanda awal dari penyakit ALS, bukan? Kendati begitu, jika memang Anda mengalami badan lemas yang tak kunjung hilang, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter. Tindakan ini bertujuan agar keluhan Anda bisa segera disembuhkan dan kualitas hidup Anda bisa kembali ke taraf normal.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar