Sukses

Bolehkah Anak Olahraga Angkat Beban?

Olahraga angkat beban identik dengan orang dewasa dan binaragawan. Lantas, bagaimana bila anak tertarik untuk melakukannya? Bolehkah?

Klikdokter.com, Jakarta Untuk mendukung tumbuh kembang anak, olahraga adalah salah satu hal yang tak boleh diabaikan oleh setiap orang tua. Anda tentu tak ingin si Kecil hanya duduk saja sepanjang hari, bermain gawai, atau menonton televisi, bukan? Gaya hidup sedenter seperti itu akan meningkatkan risiko obesitas dan berbagai penyakit metabolik saat ia dewasa nanti.

Olahraga, selain dapat mencegah berbagai penyakit, juga bisa bisa memberikan beragam manfaat untuk anak. Misalnya, meningkatkan kekuatan otot dan tulang, meningkatkan kemampuan motorik dan koordinasi (keseimbangan), mengurangi komposisi lemak, serta membuat anak lebih bahagia. Selain itu, anak yang rutin berolahraga juga akan bersikap dan berpikir lebih positif, sehingga tidak mengalami gangguan cemas dan depresi di kemudian hari.

Tak heran bila American Academy of Pediatrics menyarankan anak usia di atas 6 tahun untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit sehari. Jumlah waktu tersebut dapat dibagi menjadi beberapa sesi, misalnya 30 menit berjalan kaki di pagi hari, lalu 30 menit sisanya aktivitas di sore hari. Sementara untuk anak yang masih berusia balita atau batita, aktivitas fisik tetap harus dilakukan dalam bentuk bermain secara aktif.

Nah, yang jadi pertanyaan kebanyakan orang tua adalah olahraga apa yang paling sesuai untuk anak. Bolehkah ia dibawa ke pusat kebugaran seperti orang dewasa dan melakukan olahraga angkat beban?

Sebelum mengetahui jawabannya, Anda perlu terlebih dahulu tahu bahwa olahraga angkat beban (weight lifting) adalah jenis latihan kekuatan (strength training atau resistance training). Dalam latihan ini, seseorang menggunakan beban (resistance) untuk melatih dan meningkatkan kemampuan otot bagian tubuh tertentu.

Bolehkah dilakukan oleh anak?

Olahraga angkat beban umumnya dilakukan oleh orang dewasa untuk menjaga kebugaran, menambah massa otot, dan meningkatkan penampilan. Kendati begitu, olahraga tersebut ternyata juga boleh dilakukan oleh anak.

Faktanya, olahraga angkat beban memiliki berbagai manfaat untuk anak, seperti meningkatkan kepadatan tulang, melatih kelenturan otot dan koordinasi tubuh, serta menjaga kesehatan jantung. Anak yang rutin melakukan latihan ketahanan lebih jarang mengalami cedera saat ia melakukan olahraga permainan, seperti sepak bola atau bola basket.

Akan tetapi, sebelum membiarkan anak melakukan olahraga angkat beban, terdapat beberapa ketentuan yang perlu Anda ketahui sebagai berikut:

  • Ketahui kapan anak siap melakukan olahraga angkat beban. Para ahli menyarankan agar anak melakukannya saat dirinya sudah berusia 7 atau 8 tahun. Alasannya, di usia tersebut anak telah mencapai beberapa tonggak perkembangan yang diperlukan untuk melakukan angkat beban, seperti keseimbangan dan pengaturan postur tubuh. Selain itu, di usia sekolah anak juga sudah mampu mendengar, mengerti, dan mengikuti instruksi.
  • Orang tua harus memilih pusat olahraga yang memiliki pelatih khusus anak. Ini karena olahraga angkat beban berpotensi menyebabkan cedera, seperti cedera tulang belakang atau patah tulang kompresi (fraktur kompresi) akibat beban yang terlalu besar atau gerakan yang tidak tepat. Anda tentu tidak ingin si Kecil mengalaminya, bukan? Karena itu, pilihlah pusat kebugaran dengan pelatih khusus anak, karena cedera dapat dihindari bila anak melakukannya di bawah pengawasan pelatih yang ahli.

Kesimpulannya, olahraga angkat beban boleh saja dilakukan oleh anak. Selama dilakukan saat sudah mencukupi dan di bawah pengawasan pelatih khusus, anak akan mendapatkan semua manfaat dari olahraga angkat beban. 

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar