Sukses

Perlukah Wanita Jalani Mammogram pada Usia 30?

Mammogram dapat menjadi alat deteksi dini untuk kanker payudara. Apakah ini direkomendasikan untuk wanita usia 30?

Klikdokter.com, Jakarta Semua orang pasti mengetahui apa itu kanker payudara. Namun sayangnya, “kepopuleran” kanker payudara tidak berjalan lurus dengan istilah mammogram. Padahal, keduanya saling berkaitan erat.

Mammogram adalah pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk mendeteksi apakah ada sel kanker pada payudara. Biasanya, kalaupun ada sejumlah orang yang mengetahui tentang mammogram, tak sedikit juga yang menolak untuk diperiksa karena takut. Lalu, ada yang mengatakan bahwa sebaiknya wanita berusia 30 tahun ke atas menjalani pemeriksaan mammogram. Benarkah demikian?

Dilansir Healthline, benar bahwa perempuan berusia 30 tahun ke atas sebaiknya menjalani mammogram untuk mendeteksi sel kanker sejak dini. Namun dalam hal ini, wanita 30 tahunan yang memiliki faktor risiko lah yang patut memeriksakan. Misalnya, pernah terkena kanker payudara, ada faktor riwayat keluarga, dan memiliki payudara padat.

Sedangkan apabila wanita itu tidak memiliki faktor risiko, mammogram bisa dilakukan pada usia 40-45 tahun. Dan saat menginjak usia 55 tahun, The American Cancer Society merekomendasikan wanita untuk melakukan mammogram setiap tahun.  

Dr. Cindy Lee, penulis studi dan asisten profesor dari radiologi NYU Langone Medical Center menjelaskan bahwa pada dasarnya semua wanita berusia 30 tahun ke atas memiliki risiko kanker payudara. Tercatat lebih dari 1.000 wanita di Amerika Serikat berusia di bawah 40 tahun meninggal setiap tahun akibat kanker payudara.

“Sebagian besar wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara berusia 40 tahun ke atas. Tapi menurut statistik terbaru dari American Cancer Society, ada 4 persen atau sekitar 250.000 wanita di bawah 40 tahun ke bawah terdiagnosis kanker tersebut,” kata Dr. Lee kepada Healthline.

Dr. Lee mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi risiko dan manfaat melakukan mammogram pada usia 30 tahun. Dan sampai saat ini, belum ada negara di belahan dunia mana pun yang secara terang-terangan merekomendasikan mammogram untuk dilakukan di bawah usia 40 tahun, kecuali bagi mereka yang faktor risikonya terlalu tinggi.

Cara periksa payudara sendiri

Sebelum menjalani mammogram, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter mengatakan bahwa wanita dapat memeriksa payudaranya sendiri di rumah. Caranya adalah sebagai berikut.

  • Berdiri di depan cermin dengan tegak tanpa pakaian. Tegakkan tubuh, bahu lurus, dan kedua tangan berada di pinggang. Beberapa wanita merasa lebih nyaman melakukan pemeriksaan saat payudara lembap atau basah (dapat dilakukan saat mandi).
  • Lalu, tarik kedua tangan ke arah atas. Perhatikan bentuk kedua payudara Anda. Waspadailah jika ada keanehan bentuk, ukuran, dan warna pada salah satu atau kedua payudara. Begitu juga bila ada perubahan bentuk puting seperti bengkak, tertarik ke dalam atau mengeluarkan cairan.
  • Langkah selanjutnya dilakukan dengan posisi berbaring. Taruh tangan kiri ke belakang kepala. Lakukan pemeriksaan payudara kiri dengan tangan kanan.
  • Lakukan penekanan pada payudara dari atas ke bawah, dari sisi paling luar ke sisi dalam, dengan menggunakan empat jari yang dirapatkan. Lanjutkan dengan menekan payudara secara melingkar hingga ke ketiak, tengah dada, hingga tulang rusuk bawah payudara.
  • Periksa apakah ada benjolan atau terasa nyeri saat ditekan.
  • Lakukan hal yang sama pada payudara sisi lainnya.

Jika Anda menemukan rasa nyeri atau benjolan pada payudara, segeralah periksakan kondisi tersebut kepada dokter. Sebab pada awalnya benjolan itu bersifat jinak. Dan semakin cepat ditangani, tidak akan berubah menjadi tumor ganas penyebab kanker payudara. Maka dari itu, lakukanlah pemeriksaan mandiri di rumah, USG payudara, atau mammogram (apabila diperlukan) untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar