Sukses

Inilah Penyakit yang Bisa Ditularkan oleh Anjing

Apakah Anda memelihara anjing di rumah? Hati-hati, ia berpotensi membuat Anda terjangkit penyakit berbahaya ini!

Klikdokter.com, Jakarta Anjing kerap bertingkah lucu dan menggemaskan. Ditambah, dengan kesetiaannya terhadap sang pemilik, anjing dianggap sebagai salah satu binatang terbaik yang layak dipelihara. Faktanya, memelihara anjing ternyata dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh Anda. Sebuah penelitian di Swedia menyebutkan bahwa mereka yang memelihara anjing memiliki risiko 23 persen lebih rendah untuk terkena serangan jantung.

Itu karena pemilik anjing disinyalir memiliki respons yang lebih baik dalam menghadapi stres, juga tekanan darah yang lebih stabil. Selain itu, memelihara anjing juga mampu memberikan dampak positif berupa fisik yang lebih aktif, sehingga bermanfaat menjaga keseimbangan kolesterol di dalam tubuh.

Di sisi lain, memelihara anjing ternyata juga bisa membuat Anda berisiko mengalami beragam masalah kesehatan. Hal ini paling utama dirasakan oleh Anda yang tidak rutin membersihkan kadang, tidak membawa sang peliharaan untuk vaksin, atau tidak memberinya makanan secara teratur.

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang mungkin terjadi jika Anda memelihara anjing namun tidak merawatnya dengan baik:

  • Kampilobakter

Kampilobakter adalah penyakit infeksi akibat bakteri yang dapat menyebabkan beragam gejala, mulai dari diare berdarah, demam, dan kram perut. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat bahwa kampilobakter menyerang sekitar 1,3 juta jiwa penduduk Amerika Serikat setiap tahun.

Bakteri kampilobakter umumnya menyebar melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri terkait. Pada beberapa kasus, penularan juga dapat terjadi lewat kontak langsung atau dengan tinja hewan yang terinfeksi.

Hingga saat ini, antibiotik untuk mengatasi kampilobakter masih belum ditemukan. Karena itu, penyakit ini perlu diwaspadai, khususnya oleh Anda yang memiliki anjing di rumah.

  • Rabies

Virus penyebab penyakit rabies dapat tertular ke manusia melalui air liur, gigitan atau cakaran anjing yang terinfeksi. Begitu juga dengan kontak dari selaput lendir atau luka terbuka.

“Hampir seluruh kasus rabies (95%) disebabkan oleh gigitan anjing yang belum divaksin. Setelah digigit oleh anjing atau hewan yang rabies, korban tidak akan langsung mengalami gejala. Terdapat jarak waktu antara gigitan dan gejala (masa inkubasi) selama sebulan hingga tiga bulan. Namun, waktu inkubasi juga dapat terjadi beberapa hari saja hingga enam tahun,” ujar dr. Alberta Jesslyn Gunardi dari KlikDokter.

Lebih lanjut, dr. Jesslyn menjelaskan bahwa gejala awal rabies adalah seperti sakit flu pada umumnya, yaitu demam dan nyeri otot. Penderita juga dapat merasakan sensasi terbakar pada bekas gigitan. Seiring dengan waktu, virus akan menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan berbagai keluhan lainnya.

Itu dia beberapa penyakit yang bisa ditularkan oleh anjing. Jika Anda memang memelihara hewan tersebut di rumah, pastikan Anda selalu memperhatikan kebersihan kandang dan lingkungan sekitar, juga memberikannya vaksin secara berkala. Jangan lupa untuk segera membawa anjing peliharaan ke dokter hewan jika terlihat sakit. Dan, apabila Anda merasa mengalami gejala-gejala yang mengarah ke rabies, jangan tunda untuk berobat ke dokter juga, ya!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar