Sukses

Cairan Sperma Keluar Tanpa Rangsangan, Berbahayakah?

Cairan sperma yang sesekali keluar tanpa rangsangan seksual adalah normal. Namun, waspadalah jika ini sering terjadi.

Klikdokter.com, Jakarta Cairan sperma atau air mani umumnya keluar kala pria mengalami orgasme seksual, baik melalui hubungan intim ataupun masturbasi. Namun, terkadang cairan sperma juga bisa keluar tanpa rangsangan. Apakah ini berbahaya?

Sperma yang keluar begitu saja tanpa adanya rangsangan apa pun seperti sentuhan pada alat  kelamin, hubungan intim, atau sekadar fantasi seksual bisa disebabkan oleh berbagai hal. Ini bisa merupakan sesuatu yang normal atau bisa juga disebabkan oleh adanya kondisi medis tertentu yang lebih serius.

Berikut di bawah ini adalah penyebab cairan sperma keluar tanpa didahului rangsangan yang umum terjadi.

  1. Mimpi basah

Mimpi basah umumnya dimulai pada masa remaja, yakni kala remaja pria mengalami pubertas. Dalam kasus mimpi basah, cairan sperma keluar dengan sendirinya saat seseorang tertidur.

Pemicunya belum jelas diketahui, tapi ada kemungkinan karena alat kelamin yang tak sengaja terangsang setelah bersentuhan dengan seprai atau pakaian, atau mengalami mimpi yang bernuansa seks.

Bila cairan sperma keluar akibat mimpi basah, maka kondisi ini tak perlu diobati. Ini adalah fenomena yang normal dan menandakan fungsi seksual yang sehat. Frekuensinya akan berkurang ketika seorang pria memasuki usia 20-an. Namun, bila sudah aktif secara seksual, frekuensi mimpi basah bisa lebih sering ketika sedang tidak rutin melakukan hubungan intim atau masturbasi.

  1. Gangguan prostat

Kelenjar prostat adalah salah satu organ penghasil cairan sperma. Kelenjar ini cukup rentan mengalami gangguan, salah satunya yakni prostatitis. Pada kondisi ini, prostat membesar akibat adanya peradangan atau infeksi. Keluhan dapat berupa rasa terbakar atau perih saat berkemih, urine atau cairan sperma bercampur darah, keluarnya cairan sperma tanpa rangsangan, serta rasa nyeri saat ejakulasi.

  1. Gangguan pada sistem saraf

Sperma juga dapat keluar dengan sendirinya akibat gangguan pada sistem saraf. Ini bisa terjadi akibat usia yang menua, adanya infeksi, cedera, maupun riwayat operasi pada sistem persarafan yang terlibat dalam proses ejakulasi—yakni pada saraf-saraf di sepanjang tulang belakang dan selangkangan. Begitu pun dengan adanya kondisi medis seperti diabetes, stroke, dan sklerosis multipel yang dapat mengganggu kesehatan saraf dalam jangka panjang.

  1. Mengalami gangguan emosi atau mental

Studi-studi menemukan bahwa gangguan cemas, serangan panik, serta depresi berat dapat memicu keluarnya sperma seperti saat mengalami rangsangan seksual. Para pakar menilai bahwa ini dilatarbelakangi oleh kemiripan jalur persarafan pada keduanya.

  1. Efek samping obat

Sebagian obat, yakni obat antidepresi, obat untuk menstabilkan suasana hati (mood stabilizer), dan beberapa obat hormonal, dapat memicu keluarnya sperma secara spontan. Bila efek samping ini mengganggu, umumnya hanya perlu penyesuaian dosis atau penggantian jenis obat untuk menghilangkannya.

Bagaimana dengan cairan sperma yang keluar setelah buang air kecil?

Sebagian dari Anda mungkin menyadari adanya sperma yang keluar segera setelah berkemih. Ini bisa terjadi bila sebagian cairan sperma dari ejakulasi yang terakhir tetap berada di saluran kemih (uretra). Berkemih akan membuat cairan sperma yang tersisa tadi terdorong keluar. Kejadian ini cukup sering ditemukan dan biasanya tidak berbahaya.

Meski demikian, sperma yang keluar setelah berkemih juga bisa menandakan adanya kelainan ejakulasi seperti ejakulasi retrograd. Pada kondisi ini, cairan sperma yang seharusnya mengalir keluar penis justru mengalir ke arah sebaliknya, yakni ke dalam kandung kemih. Cairan sperma akan bercampur dengan urine, sehingga urine yang dikeluarkan tampak keruh.

Pria yang mengalami ejakulasi retrograd umumnya tidak membutuhkan pengobatan, kecuali sedang berupaya untuk memiliki keturunan. Pengobatan tentu bergantung dari penyebab dan hasil evaluasi oleh dokter.

Kapan harus ke dokter?

Bisa dipahami kalau sperma yang keluar tanpa rangsangan membuat Anda merasa tidak nyaman. Bila ini hanya terjadi sesekali, ini tidak berbahaya dan tak perlu Anda cemaskan. Namun, bila cairan sperma yang keluar tanpa rangsangan sering terjadi, yakni lebih dari 2-3 kali dalam seminggu atau volumenya tidak wajar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis urologi atau ahli andrologi.

Keluhan cairan sperma yang keluar tanpa didahului rangsangan juga butuh pemeriksaan jika muncul keluhan lainnya. Misalnya kondisi cairan sperma atau urine bercampur dengan darah, nyeri saat buang air kecil atau ejakulasi, cairan sperma berbau tidak wajar, serta keluarnya cairan yang tidak tampak seperti cairan sperma normal. Jika Anda mengalami kondisi demikian, disarankan untuk segera periksa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar