Sukses

Mengapa Diet Bisa Sebabkan Konstipasi?

Sedang diet, tapi Anda malah konstipasi atau susah BAB? Bisa jadi ada yang salah dalam perilaku diet Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu langkah yang terbukti efektif dalam membantu menurunkan berat badan adalah diet. Sayang, dalam pelaksanaannya, tak sedikit orang yang berhenti di tengah jalan karena diet dianggap bisa menyebabkan konstipasi atau susah BAB.

Tidak dimungkiri, pada beberapa kasus, diet memang bisa menyebabkan terjadinya konstipasi. Menurut dr. Fiona Amelia dari KlikDokter, konstipasi (sembelit) adalah keadaan dimana terjadi penurunan frekuensi buang air besar, gerakan usus yang lebih lambat, BAB terasa keras atau sulit.

“Konstipasi dapat mengakibatkan wasir atau hemoroid apabila dibiarkan terjadi terus-menerus," ujar dr. Fiona.

Bagaimana diet bisa sebabkan konstipasi?

Terdapat tiga alasan mengapa diet bisa sebabkan konstipasi, yaitu:

1. Kurang asupan serat

Alasan utama mengapa diet bisa sebabkan konstipasi adalah rendahnya asupan serat yang dikonsumsi. Hal ini bisa saja terjadi jika Anda tidak memperhatikan komposisi makanan (gizi) yang dikonsumsi selama menerapkan metode diet tertentu.

Faktanya, metode diet yang populer seperti diet bebas gluten, diet paleo dan diet rendah karbohidrat biasanya menyarankan Anda untuk secara signifikan mengurangi konsumsi biji-bijian, asupan sayuran, dan buah. Padahal, makanan tersebut sangat kaya akan kandungan serat larut yang baik untuk kesehatan saluran cerna. Lebih dari itu, serat larut ternyata juga bisa membantu menurunkan kolesterol dan mengendalikan kadar gula darah.

Serat larut ada dalam bentuk pektin, beta-glukan, getah alami, dan inulin. Dari keempatnya, mungkin Anda paling akrab dengan pektin yang mudah ditemukan pada biji-bijian, sayur atau buah.

2. Menghindari lemak sama sekali

Penyebab lain konstipasi saat diet adalah: Anda kurang mengonsumsi makanan yang mengandung lemak. Ya, saat diet, Anda sebaiknya tidak benar-benar menghindari lemak. Anda tetap perlu mengonsumsinya, dalam jumlah yang disesuaikan. Hal ini karena lemak memainkan peran dalam merangsang gerakan di usus besar, yang pada gilirannya membuat proses buang air besar menjadi lebih teratur.

Karenanya, jika Anda sedang diet dan tak ingin mengalami konstipasi, cobalah santap beberapa makanan yang mengandung lemak baik―seperti alpukat, biji labu, minyak zaitun, atau ikan salmon.

3. Menganggap gula sebagai musuh

Sebagian pelaku diet percaya bahwa mereka harus benar-benar menghindari gula, termasuk yang berasal dari sumber alami seperti pisang, anggur, mangga atau semangka; buah kering seperti kismis; dan bahkan sayuran tertentu seperti wortel. Perilaku seperti inilah yang pada akhirnya menyebabkan konstipasi alias susah BAB.

Itu karena sayur atau buah yang tergolong sebagai sumber gula alami memiliki kandungan laktosa, fruktosa, dan sorbitol yang dapat memberikan efek pencahar ringan pada usus. Jadi, jika dikonsumsi secukupnya dan disesuaikan dengan menu diet lainnya, konstipasi atau susah BAB tidak akan terjadi.

Mana dari kesalahan-kesalahan di atas yang Anda lakukan tanpa sadar saat menerapkan metode diet tertentu? Segera introspeksi dan perbaiki, agar metode diet yang Anda pilih tidak menyebabkan konstipasi atau susah BAB, maupun efek merugikan lainnya. Dengan demikian, berat badan yang Anda impikan bisa Anda raih dalam kondisi tubuh yang sehat.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar