Sukses

Ibu Hamil Susah BAB, Bolehkah Minum Pencahar?

Pencahar atau obat cuci perut sering dijadikan solusi saat susah BAB. Bolehkah obat tersebut dikonsumsi oleh ibu hamil? Ini fakta medisnya!

Klikdokter.com, Jakarta Ketika hamil, seorang ibu biasanya akan lebih sering buang air kecil dibanding sebelumnya. Sebab menurut dr. Grace Valentine kepada KlikDokter, aliran darah ke ginjal pada ibu hamil semakin cepat dan banyak, sehingga kandung kemih terisi lebih cepat. Di sisi lain, hal tersebut berbanding terbalik dengan buang air besar. Ya, ibu hamil cenderung mengalami sembelit alias susah BAB. Tapi bolehkah kondisi ini diatasi dengan konsumsi pencahar?

Dilansir dari Healthline, tiga dari empat wanita hamil akan mengalami sembelit dan permasalahan usus. Penyebabnya pun tak selalu karena kekurangan serat atau kekurangan cairan.

“Selama hamil, tubuh mengalami peningkatan kadar hormon progesteron. Sehingga, hal itu menurunkan gerakan peristaltik pada saluran pencernaan. Lalu, pergerakan makanan dalam usus melambat dan berujung pada sembelit,” jelas dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter.

Ibu hamil dan obat pencahar

Kondisi susah BAB yang dialami oleh ibu hamil perlu segera diatasi. Selain membuat perut tidak nyaman, keadaan itu juga dapat memicu terjadinya wasir atau varises pada rektum yang sangat menyakitkan. Namun jika ibu hamil yang mengalami susah BAB  ingin segera menuntaskannya dengan mengonsumsi pencahar, apakah ini aman?

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, pencahar merupakan pilihan terakhir bagi ibu hamil yang mengalami susah BAB. Artinya, jika ibu hamil sudah mencoba melancarkan saluran cerna dengan cara banyak minum air putih, makan serat dan melakukan aktivitas fisik, namun masih susah BAB, barulah dokter akan meresepkan obat pencahar.

“Ya, sebenarnya boleh saja mengonsumsi obat pencahar, tetapi itu merupakan opsi paling terakhir dan tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan dokter. Yang jelas, sangat direkomendasikan dulu untuk memperbanyak asupan serat dan air putih. Selain itu, perbanyak juga aktivitas fisik seperti jalan kaki supaya pergerakan (usus) bisa terjadi,” tambah dr. Andika.

Kesimpulannya, ibu hamil sebaiknya tidak mengandalkan obat cuci perut atau pencahar apabila sulit buang air besar. Obat pencahar itu pun perlu diresepkan oleh dokter, agar bisa disesuaikan dengan keluhan dan kondisi kesehatan ibu hamil.

Cara alami mengatasi sulit BAB

Seperti telah disinggung sebelumnya, makan serat adalah cara terbaik untuk mengatasi kesulitan BAB. Dikutip dari healthline, wanita hamil setidaknya harus mengonsumsi 25–30 gram serat agar pencernaanya tetap terjaga.

Serat bisa didapatkan dari buah-buahan segar, sayuran, kacang-kacangan dan roti gandum. Jika Anda ingin hasil yang lebih maksimal, konsumsilah salad buah di pagi hari. Salad tersebut bisa diisi dengan potongan apel, pisang, stroberi, raspberry, dan dimakan dengan yoghurt tanpa rasa (plain). Siang harinya, Anda bisa mengonsumsi jagung, wortel dan kubis agar pergerakan usus lebih optimal sehingga kotoran yang terjebak bisa dikeluarkan.

Selain itu, dilansir Very Well Family, saat sulit BAB, sebaiknya kurangi asupan kalsium berlebih dari produk-produk olahan susu, seperti keju. Sebab, terlalu banyak mengonsumsi susu dan olahannya selama sulit BAB hanya akan memperparah kondisi yang sudah ada. Jadi, daripada konsumsi susu, sebaiknya perbanyak asupan air putih selama kesulitan BAB masih terjadi. Selain itu, lakukanlah aktivitas fisik, seperti berjalan kaki atau berenang. Anda juga bisa melakukan yoga prenatal sebanyak 3 kali seminggu (20–30 menit per sesinya) untuk merangsang pergerakan usus di dalam perut.

Mulai saat ini, jangan lagi jadikan obat pencahar sebagai solusi utama untuk mengatasi susah BAB atau sembelit saat hamil. Akan lebih baik bila Anda menerapkan cara alami yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun, jika setelah melakukannya ibu hamil masih susah BAB, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan obat yang paling sesuai dengan keluhan dan kondisi kesehatan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar