Sukses

Salah Kaprah Soal Diet Bebas Gluten

Tahukah Anda bahwa diet bebas gluten hanya ditujukan untuk mereka yang mengalami penyakit celiac? Ya, diet ini bukan untuk semua orang!

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda pernah mendengar tentang diet bebas gluten? Atau mungkin Anda tengah menerapkan metode diet tersebut?

Beberapa waktu yang lalu, diet bebas gluten marak diterapkan oleh masyarakat di Amerika dan Eropa. Tren tersebut kemudian terbawa hingga ke Indonesia, dan dianggap dapat dilakukan oleh siapa saja. Tahukah Anda bahwa anggapan itu adalah sebuah kekeliruan belaka?

Perlu diketahui sebelumnya, diet bebas gluten adalah metode diet yang tidak mengonsumsi gluten sama sekali. Gluten itu sendiri adalah protein yang terdapat pada gandum.

Diet bebas gluten awalnya ditujukan untuk mereka yang terkena penyakit celiac. Sebab, orang yang menderita penyakit ini tidak bisa mengonsumsi gluten karena memiliki penyakit autoimun, dimana jika terpicu oleh gluten sistem kekebalan tubuh malah akan merusak permukaan usus. Dan, apabila permukaan dalam usus rusak, maka penyerapan zat gizi dari makanan yang dikonsumsi menjadi terganggu. Bila keadaannya seperti ini, penderita penyakit celiac berisiko mengalami badan lemas, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dan kekurangan pasokan gizi sehari-hari.

Di sisi lain, apabila penderita penyakit celiac menghindari gluten, maka kesehatannya akan membaik, berat badan menjadi normal, dan energi pun bertambah. Oleh karena itu, penderita penyakit itu sangat dianjurkan untuk menerapkan diet bebas gluten karena terbukti sangat bepengaruh terhadap perbaikan kesehatan dan kualitas hidup mereka.

Salah kaprah diet bebas gluten

Jumlah penderita penyakit celiac cukup tinggi di negara Eropa dan Amerika, oleh karenanya banyak orang yang melakukan diet bebas gluten. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya salah kaprah dari orang-orang lain yang sehat dan tidak memiliki penyakit celiac.

Tren diet bebas gluten kian marak di negara-negara Eropa dan Amerika, bahkan hingga terbawa ke negara tetangga dan sampai di Indonesia. Semua orang berlomba-lomba menerapkan metode diet ini, baik demi kesehatan maupun mengikuti tren semata. Ironisnya, orang-orang tersebut melakukan diet bebas gluten tanpa mengetahui kebenaran di baliknya. Padahal diet bebas gluten yang dilakukan tanpa alasan yang jelas malah dapat merugikan kesehatan.

Faktanya, makanan yang mengandung gluten seperti pasta atau roti gandum mengandung vitamin, mineral, dan kadar serat yang tinggi. Dengan menghindari gluten sama sekali, maka Anda tidak akan mendapatkan kebaikan gizi yang sangat penting tersebut. Dengan kata lain, jika Anda adalah orang yang sehat atau tidak mengalami penyakit celiac, menghindari gluten sama sekali justru akan membuat tubuh tidak mendapatkan pasokan zat besi, kalsium, serat, vitamin B1, B2, B3, dan asam folat.

Tak sekadar itu, sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard University menemukan bahwa orang sehat yang menerapkan diet bebas gluten memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes. Penelitian yang melibatkan lebih dari 200 ribu orang di Amerika itu menyatakan bahwa orang yang mengonsumsi gluten kurang dari 4 gram per hari lebih berisiko terkena diabetes karena mereka tidak mendapatkan asupan serat yang memadai.

Nah, setelah mengetahui hal ini, diharapkan Anda tidak langsung ikut-ikutan tren diet bebas gluten atau sejenisnya tanpa mencari fakta medisnya terlebih dahulu. Sikapilah segala informasi yang didapatkan dengan lebih bijak, apalagi bila itu menyangkut gaya hidup dan kesehatan. Jika perlu, berkonsultasilah lebih lanjut pada dokter atau praktisi medis agar Anda bisa benar-benar mengetahui fakta medis yang sebenarnya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar