Sukses

Efektifkah Turunkan Berat Badan dengan Jalan Pintas?

Cara paling tepat untuk turunkan berat badan adalah diet dan olahraga. Lalu bagaimana dengan cara-cara instan untuk menurunkan berat badan?

Klikdokter.com, Jakarta Lemak tubuh sudah mulai menumpuk dan Anda merasa bahwa sekarang adalah waktunya turunkan berat badan? Saat bersiap menurunkan berat badan, Anda akan dihadapkan pada beberapa solusi, seperti diet sehat dan mengurangi makanan berlemak dan kolesterol tinggi.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, kombinasi kedua hal itu tersebut tidak dapat dipisahkan. Anda harus tetap melakukan olahraga bersamaan dengan pengaturan makanan. Keduanya mesti berlangsung secara seimbang.

“Jika hanya diet dan tidak diimbangi dengan olahraga, Anda cenderung merasa lemas. Hasil paling efektif adalah mengombinasikan olahraga dan pola makan gizi seimbang,” kata dr. Nadia.

Cara paling tepat dan sehat yang sering disebut-sebut berkhasiat menurunkan berat badan adalah diet dan olahraga, meski keduanya butuh proses tersendiri. Lalu dengan maraknya fenomena menurunkan berat badan dalam waktu singkat, bagaimana ilmu medis menanggapi hal ini?

Bahaya turunkan berat badan secara instan

Apa cara tercepat untuk menurunkan berat badan? Setiap kalangan memiliki jawabannya tersendiri. Namun, ahli medis serta kebugaran sepakat bahwa tidak ada cara tepat selain diet sehat dan olahraga. Sekalipun ada, cara tersebut jelas tak menyehatkan.

Upaya menurunkan berat badan lewat jalan pintas dan dinilai tak memberikan solusi signifikan bagi tubuh, antara lain:

  • Pil diet, suplemen pembakar lemak, obat pencahar
  • Diet rendah atau diet rendah kalori
  • Melewatkan makan atau tidak makan sama sekali

Sebagian besar dari kita mungkin telah mencoba setidaknya satu dari ketiga jalan pintas tersebut. Namun berdasarkan fakta, cara tersebut tidak akan bertahan lama. Anda bisa kembali lagi ke berat awal karena metode yang dijalankan memang instan, beda jika dengan diet serta olahraga.

Cara pintas tersebut dinilai tak terlalu berdampak buruk bagi kesehatan. Namun jika dilakukan secara berulang, Anda bakal merasakan efek yang buruk, yakni penurunan drastis lalu berat badan kembali lagi ke titik awal.

Lembaga The National Weight Control Registry telah mempelajari penurunan berat badan jangka panjang pada lebih dari 5.000 orang. Hasilnya, mereka berpendapat bahwa cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah diet dan olahraga. Sementara, cara-cara pintas di atas tak akan memberikan efek penurunan berat badan dalam jangka panjang.

Selain itu, mengubah gaya hidup adalah proses yang sulit dan lambat. Tidak ada perubahan signifikan pula yang terasa dalam waktu singkat. Akan tetapi, ketika cara ini dilakukan secara telaten dan sabar, efeknya mampu terasa dalam jangka panjang.

Diet dan olahraga, efektif turunkan berat badan

Mengamati berbagai pendekatan dalam menurunkan berat badan dapat membantu Anda belajar lebih banyak tentang diri sendiri serta mendorong ke arah yang benar. Tentu saja, jalan pintas atau cara cepat malah tidak menghasilkan efek yang signifikan.

“Hilangkan keinginan Anda untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat, karena jika terlalu cepat dapat berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Penurunan berat badan yang wajar adalah sekitar 0,5 kg per minggu atau 2-2,5 kg per bulan,” ujar dr. Nadia.

Untuk diet, yang harus Anda lakukan adalah mengurangi jumlah kalori dalam sehari. Tetap usahakan makan 3x sehari, hanya saja porsinya yang diatur sesuai kebutuhan kalori. Sementara itu, olahraga yang dapat diterapkan adalah yang bersifat aerobik seperti lari, renang, bersepeda, ataupun yang bersifat pembentukan seperti plank, push up, dan latihan beban.

Menurunkan berat badan membutuhkan waktu, kesabaran, dan kedisiplinan. Hindari mendapatkan berat badan ideal dengan cara-cara instan di atas. Lebih baik, terapkan diet sehat serta olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh. Anda bisa berkonsultasi dengan ahli diet dan dokter untuk membantu mengetahui jenis diet dan olahraga yang cocok dengan Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar