Sukses

Selain Sakit Perut, Ini Tanda-tanda IBS

Sakit perut bukanlah satu-satunya gejala irritable bowel syndrome (IBS). Kenali gejala-gejala lainnya lewat artikel berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Irritable bowel syndrome atau sindrom iritasi usus besar (IBS) merupakan kondisi terjadinya gangguan di saluran pencernaan, khususnya usus besar. Gejala-gejala yang muncul bermacam-macam dan sangat mengganggu penderitanya. Umumnya penderita IBS mengeluhkan sakit perut. Namun ada pula tanda-tanda IBS lainnya yang perlu Anda ketahui.

Pada dasarnya tidak ditemukan adanya kelainan pada saluran pencernaan penderita IBS. Oleh karena itu, penyakit IBS digolongkan sebagai penyakit “fungsional”. Kemungkinan gejala terjadi karena terdapat perubahan pada fungsi usus. Prevalensi IBS adalah 10-20 persen dan insiden IBS sekitar 1-2 persen per tahun.

Hingga kini, penyebab pasti IBS belum bisa ditentukan. Meski demikian, stres psikologis adalah salah satu pemicu tersering terjadinya IBS. Faktanya, masalah psikologis dan emosional memang bisa menimbulkan gejala-gejala penyakit dari tubuh.

Gejala IBS yang paling sering muncul

Berikut di bawah ini adalah gejala yang paling sering dikeluhkan dari penderita IBS.

  • Nyeri perut
  • Perut kembung
  • Banyak buang angin
  • Diare, tapi terkadang justru buang air besar keras (sembelit)
  • Makan justru membuat nyeri bertambah
  • Rasa nyeri di ulu hati
  • Mual dan muntah
  • Terjadi gangguan seksual, yaitu penurunan libido atau nyeri saat berhubungan seksual
  • Gangguan pada buang air kecil dan terdapat urgensi buang air kecil
  • Gejala muncul setelah ada pemicu stres

Penyakit IBS sepatutnya tidak dibarengi dengan gejala yang berat. Anda perlu waspada akan penyakit yang lebih serius (misalnya kanker usus besar atau alergi gluten) jika mengalami gejala-gejala di bawah ini:

  • Dialami oleh kelompok usia lanjut
  • Penurunan berat badan
  • Demam
  • Gejala terjadi terutama pada malam hari
  • Ada perdarahan dari anus
  • Feses tampak berminyak (steatorea)
  • Berkaitan dengan konsumsi makanan yang mengandung gluten
1 dari 2 halaman

Faktor-faktor yang memengaruhi IBS

Penyakit IBS dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama emosi, sehingga penyakit ini menjadi kondisi kronis dan harus ditangani dalam jangka waktu lama. Ada rumor yang mengaitkan IBS dengan kanker usus besar. Faktanya, IBS tidak berkaitan dengan kanker usus besar, sehingga penyakit ini tidak membuat Anda lebih berisiko mengalami kanker usus besar.

Beberapa orang yang berisiko lebih besar mengalami IBS adalah mereka dari kelompok usia muda, wanita, memiliki keluarga dengan riwayat IBS, serta mengalami masalah mental dan emosional.

Selain masalah psikologis, makanan tertentu juga diketahui berpengaruh atas terjadinya IBS. Beberapa makanan juga dikaitkan dengan perburukan gejala IBS antara lain gandum, produk susu, buah citrus, kacang-kacangan, susu, dan minuman berkarbonasi.

Selain itu, kondisi hormonal juga diperkirakan berkontribusi. Jenis kelamin wanita merupakan faktor risiko tersendiri, dimana kemungkinan terjadinya IBS dua kali lipat dibandingkan pria. Bahkan, terdapat beberapa kasus yang gejala IBS makin berat saat dan selama siklus haid.

Penanganan IBS

Penanganan untuk IBS bermacam-macam, dimulai dengan manajemen stres, gaya hidup, dan makanan. Dukungan psikologis berupa konseling juga mungkin diperlukan. Ketika gejala IBS yang dirasakan berat, pemberian obat boleh saja dilakukan. Meski demikian, penderitanya akan tetap direkomendasikan untuk menerapkan gaya hidup di bawah ini:

  • Konsumsi serat dalam jumlah cukup
  • Konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup, terutama yang memiliki gejala konstipasi
  • Kurangi konsumsi kafein untuk mengurangi kekambuhan gejala
  • Hindari makanan yang dapat memicu gejala, yaitu makanan yang mengandung gas tinggi seperti makanan dan minuman berkarbonasi, kubis, brokoli, dan kembang kol
  • Berolahraga secara teratur
  • Istirahat secara cukup

Ada banyak gejala lain IBS selain sakit perut yang perlu Anda ketahui. Penderita IBS umumnya memiliki kualitas kehidupan yang kurang baik akibat gejala yang terus-menerus kambuh, sehingga ini bisa mengganggu aktivitasnya. Untuk itu, sangat penting bagi kerabat dan keluarga terdekat untuk memberikan dukungan dan perhatian demi kesembuhan penderita.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar