Sukses

Benarkah Hipnoterapi Bisa Atasi IBS?

Hipnoterapi alias pengobatan dengan cara hipnosis dianggap dapat mengatasi IBS dengan lebih efektif. Apa kata medis terkait anggapan ini?

Klikdokter.com, Jakarta Hipnoterapi, pernahkah Anda mendengar metode pengobatan yang satu ini? Banyak orang menganggap bahwa metode pengobatan tersebut adalah salah satu alternatif yang terbukti manjur untuk mengatasi segala jenis penyakit, salah satunya Irritable Bowel Syndrome atau IBS.

Bagi Anda yang belum tahu, hipnoterapi adalah metode pengobatan yang dilakukan dalam keadaan pasien atau subjek terhipnosis. Sejauh ini, hipnosis yang dilakukan bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif ke dalam pikiran pasien.

“Hipnosis banyak digunakan di bidang seperti pengobatan dan olahraga untuk mengubah mekanisme otak manusia dalam menafsirkan pengalaman dan menghasilkan perubahan pada persepsi serta tingkah laku,” ujar dr. Alberta Jesslyn Gunardi dari KlikDokter.

Lebih lanjut, dr. Jessyn menegaskan bahwa hipnoterapi merupakan salah satu pilihan psikoterapi. Lewat metode tersebut, seseorang diharapkan dapat melepas pikirannya dari berbagai macam keadaan yang membelenggu.

Hipnoterapi mampu sembuhkan IBS?

Irritable Bowel Syndrome atau IBS merupakan gangguan sistem pencernaa kronik yang hingga kini belum diketahui penyebabnya. Masalah kesehatan tersebut nyatanya tidak dapat sembuh total, namun dapat dikendalikan. Salah satu cara yang kini dianggap ampuh adalah hipnoterapi.

Dengan adanya anggapan tersebut, peneliti asal University Medical Centre Utrecht di Belanda memutuskan untuk menyelidiki lebih dalam terkait efek hipnoterapi terhadap gejala IBS. Jika memang benar bahwa metode tersebut dapat membantu, tim peneliti akan turut mencari tahu bagaimana mekanismenya.

Saat penelitian dilakukan, partisipan diminta mengisi kuesioner untuk menilai berbagai faktor yang berhubungan dengan tujuan studi. Hal itu termasuk keparahan gejala IBS, kualitas hidup, waktu yang dihabiskan untuk perawatan kesehatan, dan seberapa sering mereka harus tidak masuk kerja.

Tahapan waktu studi berlangsung di awal, 3 bulan pertama hingga 9 bulan. Tim peneliti juga mengevaluasi sejauh mana para partisipan mengalami perubahan atau kondisi tertentu selama jangka waktu tersebut berjalan.

Setelah beberapa saat, peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan IBS yang telah berpartisipasi dalam hipnoterapi, baik individu atau kelompok, mengalami tingkat perbaikan gejala yang paling memuaskan dibandingkan dengan yang tidak menjalani hal tersebut.

Peneliti menyebut, partisipan yang menjalani hipnoterapi menunjukkan kondisi yang bagus dari segi kesehatan, bahkan setelah 9 bulan. Kendati begitu, peneliti mengimbau bahwa hipnoterapi tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama dalam pengobatan IBS.

Menangani IBS dengan baik

Pasien IBS sejatinya tak dapat bertumpu pada hipnoterapi saja. Butuh pengobatan medis dan upaya lain, agar gejala benar-benar dapat dikendalikan.

Menurut dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, berikut adalah upaya yang perlu dilakukan pasien IBS agar gejala yang terjadi bisa lebih dikendalikan:

  • Hindarilah makanan, seperti kol, brokoli, kembang kol dan kacang-kacangan yang mengandung gas dan dapat menyebabkan perut kembung sehingga memicu gejala IBS.
  • Perbanyak makanan berserat, agar dapat mengurangi gejala konstipasi alias sembelit. Namun hal ini juga perlu dilakukan secara bertahap, karena jika dilakukan secara mendadak dapat memperburuk gejala IBS (kembung, banyak gas).
  • Perbanyak minum air putih (8–9 gelas per hari), dan hindarilah minuman bersoda yang dapat membuat perut kembung.
  • Konsumsi makanan dalam jumlah yang sedikit (porsi lebih kecil) dan secara perlahan, agar tidak terjadi diare dan kram pada sistem pencernaan.
  • Berhenti merokok dan hindari minuman beralkohol.

Jadi, apakah Anda tertarik untuk menjadikan hipnoterapi sebagai salah satu solusi untuk mengatasi Irritable Bowel Syndrome atau IBS? Jika ya, pastikan Anda tidak lupa untuk mengombinasikannya dengan pengobatan medis dan saran dari dokter. Dengan demikian, penyakit yang menyerang saluran cerna itu bisa benar-benar dikendalikan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar