Sukses

Mengenal Brain Freeze, Sakit Kepala Saat Makan Es Krim

Pernah saat makan es krim atau makanan dingin lain, lalu mendadak kepala Anda terasa sakit? Kalau iya, mungkin Anda mengalami brain freeze.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda mengalami kondisi dimana kepala tiba-tiba terasa sakit ketika makan es krim atau makanan dingin lainnya? Efek itu muncul terutama pada suapan pertama es krim yang dingin dan terasa menusuk di bagian kepala. Kodisi ini disebut brain freeze.

Bagi beberapa orang, es krim dapat menyebabkan sakit kepala yang muncul berupa denyutan tajam di daerah dahi selama beberapa detik sampai menit. Terkait kondisi ini, dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter menjelaskan, “Brain freeze atau ice cream headache terjadi khususnya setelah makan makanan dingin, dan lebih mungkin terjadi jika dimakan dengan waktu cepat.”

Mengapa terjadi brain freeze

Brain freeze dikenal dalam istilah medis sebagai sakit kepala dingin. Fenomena ini umum terjadi serta memengaruhi orang-orang dari segala usia, anak-anak hingga dewasa. Menurut para ahli, pemicu utama brain freeze adalah paparan suhu yang sangat dingin. Tak hanya dipicu oleh faktor internal, seperti memakan makanan beku terlalu cepat, brain freeze juga bisa disebabkan oleh pemicu eksternal, seperti pergi ke luar tanpa topi saat musim dingin.

Sensasi pembekuan otak ini dapat dimulai ketika zat yang sangat dingin, baik itu makanan atau udara, mengenai atap mulut atau bagian belakang tenggorokan Anda. Benda yang sangat dingin ini lantas menstimulasi pembuluh darah dan saraf di daerah-daerah yang sensitif terhadap suhu.

Sebuah studi pada 2012 menemukan, peningkatan tiba-tiba aliran darah dan peningkatan ukuran arteri serebral anterior, pembuluh darah yang terletak di tengah otak di belakang mata, disinyalir bertanggung jawab atas terjadinya brain freeze.

Penelitian ini turut menemukan bahwa ketika otak pasien berhenti, arteri akan menyempit dan mengurangi aliran darah yang mungkin menyebabkan rasa sakit menghilang. Mereka menduga bahwa peningkatan tekanan di dalam tengkorak yang disebabkan peningkatan aliran darah ke kepala tersebut itulah yang menyebabkan rasa sakit.

Penjelasan lain yang mungkin untuk brain freeze adalah sensasi dingin mengaktifkan saraf penting di kepala dan wajah, yang dikenal sebagai saraf trigeminal. Saat saraf itu terpicu akibat merespons asupan dingin seperti es krim, pembuluh darah di dalam kepala sejenak mengencang dan menyempit. Sensasi tersebut begitu cepat dan tak terkendali, lalu menghasilkan rasa sakit tiba-tiba.

Sensasi brain freeze tak bertahan terlalu lama. Saat pembuluh darah kembali ke ukuran normal, rasa sakitnya cenderung hilang. Meski disebut pembekuan otak, episode singkat ini tidak menyebabkan kerusakan permanen dan mudah disembuhkan. Intinya, brain freeze tidak membahayakan jiwa Anda.

Kiat mengatasi brain freeze

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri kepala akibat dingin. Pertama, untuk mencegah sakit kepala akibat es krim, makanlah secara perlahan.

“Jika keluhan nyeri kepala terjadi, cobalah tekan lidah Anda ke bagian langit dari mulut untuk mengurangi suhu rongga mulut,” tutur dr. Alvin. Selain itu, disarankan pula, Anda bisa mencoba bernapas dari mulut sehingga udara hangat akan masuk dan keluar melalui rongga mulut. Udara hangat ini diharapkan dapat mengurangi suhu di rongga mulut.

Cara paling baik untuk menghindari terjadinya brain freeze adalah dengan mengonsumsi makanan atau minuman dingin sedikit-sedikit. Berikan jeda waktu antara suapan satu ke suapan berikutnya. Dengan memberikan “istirahat”, tenggorokan Anda punya waktu untuk menghangatkan diri kembali. Dengan begini, Anda dapat tetap menikmati es krim atau es serut Anda tanpa takut terserang brain freeze.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar