Sukses

Mana Lebih Buruk bagi Gigi Anak, Mengisap Jempol atau Ngempeng?

Meski membuat anak jadi lebih tenang, mengisap jempol dan ngempeng sama-sama akan berdampak buruk bagi gigi anak.

Klikdokter.com, Jakarta Mengisap jempol dan ngempeng lumrah dilakukan oleh anak-anak. Kebiasaan ini sesungguhnya dapat menenangkan dan menghibur diri mereka saat merasa lapar, bosan, atau kelelahan. Hal yang harus diketahui oleh orang tua adalah keduanya dapat memicu masalah pada gigi dan mulut anak di masa mendatang. 

Ketika anak mengisap jempol dan tidak membersihkan tangan terlebih dulu, kuman dan bakteri dapat masuk ke dalam tubuh mereka. Ini harus diwaspadai oleh orang tua karena bisa menyebabkan terjadinya penyakit infeksi.

Tidak berbeda dengan mengisap jempol, banyak orang tua yang juga sering memberikan empeng kepada anaknya. Meski dengan menggunakan empeng bisa diawasi kebersihannya, kebiasaan ini dapat membuat bayi mengalami gangguan menyusu seperti bingung puting.

Sebagian besar anak akan berhenti mengisap jempol atau ngempeng antara usia 2 hingga 4 tahun. Kebiasaan tersebut akan berkurang seiring bertambahnya usia. Namun bila berlanjut setelah anak menginjak usia 4 tahun, maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan gigi dan mulut mereka. Oleh karena itu, orang tua harus mencegah agar hal itu tidak terjadi.

Mana yang lebih buruk, mengisap jempol atau ngempeng?

Menurut American Academy of Pediatrics, kebiasaan mengisap jempol atau ngempeng sama-sama memiliki dampak buruk terhadap perkembangan gigi dan mulut anak.

Keduanya akan membuat bentuk muka anak saat dewasa menjadi tidak proposional atau simetris. Selain itu, gigi bagian atas menjadi tonggos ke depan (open bite) dan terjadi gigitan yang tidak selaras (crossbite). Ini juga dapat menyebabkan perubahan pada langit-langit mulut anak.

Ketahui juga bahwa ada beberapa orang tua yang menambahkan pemanis pada empeng anaknya. Ini harus dihindari karena bisa menimbulkan kerugian bagi gigi dan kesehatan pada umumnya. 

Untuk mencegah terjadinya dampak buruk tersebut, beberapa cara berikut dapat dilakukan orang tua jika anak sudah terlihat mengisap jempol atau merengek minta empeng:

  1. Berikan isyarat bila bayi sudah mulai memasukkan jarinya ke dalam mulut.
  2. Perhatikan kondisi anak sebelum membiarkannya mengisap jempol atau ngempeng. Apakah anak lapar, bosan, atau lelah. Cobalah selesaikan masalah sesuai dengan keinginannya. Jangan anggap mengisap jempol atau empeng sebagai solusi untuk setiap keluhan bayi.
  3. Berilah perhatian dan kasih sayang kepada mereka, dan selalu ingatkan mereka untuk menghentikan kebiasaan tersebut.
  4. Mengoleskan produk yang aman dengan rasa tidak enak pada empeng agar anak tidak betah berlama-lama mengisapnya. Anda bisa meminta rekomendasi dokter anak mengenai produk apa saja yang aman.
  5. Berikan penjelasan tentang bahaya yang akan timbul karena kebiasaan tersebut.
  6. Balutlah jempol atau jari anak dengan kain agar mereka tidak bisa memasukkannya ke mulut, terutama pada malam hari.

Bila cara-cara tersebut belum berhasil, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis anak untuk menghilangkan kebiasaan ini. Dokter gigi mungkin akan memberikan alat bantu berupa pelindung gigi agar anak tidak bisa memasukkan jari mereka ke dalam mulut.

Mengisap jempol atau ngempeng adalah dua kebiasaan yang memang sulit untuk dihilangkan. Apalagi keduanya dapat membantu menghibur dan menenangkan diri anak. Tapi sekarang Anda sudah tahu, kan, dampak buruknya terhadap perkembangan gigi dan mulut anak? Jadi, jika kebiasaan tersebut sudah mulai terlihat di diri si Kecil, Anda sebagai orang tua dapat mencegahnya sedini mungkin. 

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar