Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Isap Jempol atau Ngempeng, Mana Lebih Merusak Gigi Anak?

Isap Jempol atau Ngempeng, Mana Lebih Merusak Gigi Anak?

Kebiasaan isap jempol dan ngempeng sama-sama bisa membuat anak jadi lebih tenang. Namun, keduanya juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan gigi anak.

Mengisap jempol dan ngempeng lumrah dilakukan oleh anak-anak. Namun, orang tua perlu tahu bahwa kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan gigi anak di masa mendatang. 

Faktanya, ketika anak mengisap jempol dan tidak membersihkan tangan terlebih dulu, kuman dapat masuk ke dalam tubuh. Hal ini harus diwaspadai oleh orang tua, karena bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi pada anak. 

Dampak kesehatan dari pemakaian empeng tidak jauh berbeda dengan itu. Meski kebersihan empeng dapat lebih diperhatikan, namun kebiasaan ini bisa menyebabkan gangguan menyusu, contohnya bingung puting pada anak.

Kenapa Bayi Suka Mengisap Jempol dan Ngempeng? 

Bayi suka mengisap jempol karena hal tersebut merupakan salah satu gerakan refleks alami mereka. Bayi juga sudah mulai mengisap jempol atau jarinya sejak dalam kandungan. 

Sementara pada balita, kebiasaan mengisap jempol atau empeng ini dapat menenangkan sekaligus menghibur diri mereka saat lapar, bosan, atau kelelahan. 

Selain itu, bagi beberapa anak, mengisap jempol atau ngempeng merupakan usaha untuk menenangkan diri jika mengalami hal sedih. Misalnya, saat berpisah dengan orang tuanya, berada di sekeliling orang baru maupun lingkungan yang baru. 

Dengan mengisap jempol atau ngempeng, mereka merasa rileks sehingga mudah tertidur. Oleh karena itu, banyak yang melakukannya pada malam hari atau setelah lelah bermain. 

Namun, perlu diketahui bahwa jika kebiasaan ini terus dilakukan sampai lebih dari 4 tahun, maka bisa menyebabkan masalah kesehatan pada gigi dan rongga mulut mereka.

Artikel lainnya: Gigi Bayi Tidak Rata, Ini Penyebab dan Cara Atasinya

Mengisap Jempol atau Ngempeng, Mana yang Lebih Buruk untuk Kesehatan Gigi Anak?

Anda mungkin pernah bertanya-tanya, lebih baik anak mengisap jempol atau ngempeng? Mana yang lebih buruk untuk kesehatan gigi?

Menurut American Academy of Pediatrics, dampak mengisap jempol atau empeng sama-sama buruk untuk kesehatan gigi anak. Keduanya akan menyebabkan kondisi sebagai berikut:

  • Bentuk wajah anak saat dewasa menjadi tidak proporsional atau simetris.
  • Gigi bagian atas menjadi tonggos alias maju ke depan, dan terjadi gigitan terbuka (open bite).
  • Terjadi gigitan yang tidak selaras (crossbite).
  • Perubahan pada langit-langit mulut anak menjadi lebih sempit dan dalam.
  • Gigi bertumpuk dan/atau tumbuh dengan posisi maupun arah yang salah.
  • Orang tua yang menambahkan pemanis seperti madu pada empeng anak dapat meningkatkan risiko karies gigi.

Artikel lainnya: Dampak Negatif Mengisap Jempol pada Kesehatan Gigi Orang Dewasa 

Mengatasi Anak yang Suka Mengisap Jempol atau Ngempeng

Tidak ingin kesehatan gigi anak terancam gara-gara kebiasaan mengisap jempol atau ngempeng? Berikut ini beberapa upaya yang perlu dilakukan:

  • Berikan isyarat untuk mencegah bila bayi sudah mulai memasukkan jarinya ke dalam mulut. Orang tua juga dapat langsung mengalihkan perhatiannya dengan hal lain, seperti mainan.
  • Perhatikan kondisi anak sebelum mengisap jempol atau ngempeng. Apakah anak lapar, bosan, atau lelah. Cobalah selesaikan masalah sesuai dengan keinginannya. Jangan anggap mengisap jempol atau empeng sebagai solusi untuk tiap keluhan anak.  
  • Berilah pelukan dan kata-kata yang menenangkan kepada anak agar ia bisa menghentikan kebiasaan tersebut.
  • Oleskan produk yang aman dengan rasa tidak enak pada empeng, agar anak tidak betah berlama-lama mengisapnya. Anda bisa meminta rekomendasi dokter anak mengenai produk apa saja yang aman.
  • Berikan anak penjelasan tentang dampak buruk kebiasaan mengisap jempol atau ngempeng.
  • Balut jempol atau jari anak dengan kain, agar mereka tidak bisa memasukkannya ke mulut. Lakukan tindakan ini, utamanya pada malam hari.
  • Berikan hadiah jika anak berhasil melewati hari tanpa melakukan kebiasaan mengisap jempol atau ngempeng.

Bila cara-cara tersebut belum berhasil, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis anak untuk menghilangkan kebiasaan mengisap jempol atau ngempeng

Dokter gigi mungkin akan memberikan alat bantu berupa palatal crib agar anak tidak nyaman lagi bila memasukkan jari ke dalam mulut. 

Dengan memahami dampak kesehatan dari kebiasaan mengisap jempol atau empeng, diharapkan orang tua dapat membantu mencegah kebiasaan tersebut sedini mungkin. 

Jika butuh tuntunan lebih lanjut mengenai hal ini, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter gigi melalui Live Chat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar