Sukses

Tips Mengenalkan Finger Food pada Anak

Finger food diyakini dapat meningkatkan mood dan rasa tertarik anak terhadap makanan. Ini tips mengenalkannya.

Klikdokter.com, Jakarta Masa MPASI bisa menjadi saat-saat yang mengharukan sekaligus menegangkan. Beberapa anak dapat melalui perubahan dari meminum susu menuju makanan semi padat dengan mulus, tetapi ada juga yang tidak. Karena itu, ketahuilah bahwa pemberian finger food dapat membantu meningkatkan ketertarikan anak terhadap makanan sehingga bisa menjadi salah satu penolong Anda.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan pemberian MPASI dimulai paling lambat ketika bayi berusia 6 bulan. Pada masa ini, orang tua harus memastikan MPASI mengandung kecukupan gizi yang tepat, aman, higienis, dan diberikan secara responsif (sesuai respons anak). Jenis MPASI yang pertama kali diberikan sebaiknya berupa makanan lembek (pure). Selain itu, Anda juga dapat memberikan finger food.

Finger food adalah makanan yang dibentuk menjadi seukuran jari, sehingga mudah digenggam anak dan dimasukkannya secara mandiri ke mulut. Finger food dapat diberikan berbarengan dengan pemberian pure (misalnya, sebagai sendok pencelup pure) atau diberikan saat jam snack/ camilan.

Manfaat pemberian finger food

Tak hanya bermanfaat untuk memberikan nutrisi pada anak, begitu banyak manfaat finger food lainnya seperti berikut ini.

1. Melatih motorik halus anak

Dengan berupaya menggenggam sendiri makanan yang tersaji di depannya, kemampuan motorik halus anak terasah secara tidak langsung. Awalnya anak akan berusaha memegang makanan seukuran jari tersebut dengan cara menggenggamnya, namun lama-kelamaan anak akan berusaha menjepit makanan dengan jari-jemarinya.

2. Mengasah koordinasi mata, mulut, dan tangan

Menyuapkan makanan ke mulut bukanlah perkara yang gampang bagi bayi. Koordinasi mata dan tangan dibutuhkan agar bayi dapat mengambil finger food yang ada di hadapannya. Setelah itu, bayi perlu mengoordinasikan mulut dengan tangannya agar makanan tepat sampai ke mulut.

Pada awalnya mungkin saja makanan akan belepotan ke sekitar mulut anak, bahkan jatuh ke bawah sebelum masuk ke mulut. Namun hal itu biasa dan wajar, menandakan anak terus berlatih dan kemampuan makannya semakin terasah.

3. Memupuk kemampuan makan secara mandiri

Anak berusia 6 bulan umumnya sudah tertarik melihat orang tuanya makan dan ingin meraih apa yang dimakan oleh orang tua. Hal ini menandakan bahwa ketertarikan anak terhadap makanan sudah muncul. Untuk melatihnya memiliki rasa mandiri sedari dini, finger food dapat menjadi solusinya.

Anak pun sangat gembira ketika diberikan kebebasan untuk makan. Sekali lagi, besar kemungkinan akan terjadi proses makan yang sangat berantakan, namun yakinlah ini bermanfaat untuk buah hati Anda.

4. Mengenalkan berbagai tekstur, warna, rasa, aroma

Pemberian finger food dapat merangsang beberapa pancaindra anak sekaligus. Dengan memberikan finger food yang beragam, anak akan mengenali bahwa tekstur setiap benda yang dipegangnya tidak sama. Anak juga akan belajar memperkirakan kekuatan genggaman yang dibutuhkan untuk memegang suatu jenis makanan.

Selain merangsang aspek sensorik lewat tekstur, anak juga akan distimulasi indra penglihatannya lewat warna makanan yang cerah. Rasa dan aroma makanan yang bervariasi akan merangsang indra perasa dan penciumannya.

1 dari 3 halaman

Kiat mengenalkan finger food

Sesungguhnya finger food bukanlah “barang baru” dalam dunia pemberian MPASI. Berbagai buah dan biskuit khusus bayi sudah sering diberikan untuk digenggam dan disuapkan sendiri oleh bayi.

Tertarik memberikan finger food untuk bayi Anda? Sebelum memulai, pahami tips mengenalkan finger food berikut ini:

1. Pilih makanan sesuai kemampuan bayi

Setiap bayi memiliki kemampuan makan yang berbeda-beda. Selalu perhatikan sejauh mana kemampuan buah hati Anda untuk mengunyah makanan sebelum memberikan finger food yang tepat. Ini beberapa ide finger food yang bisa Anda terapkan di rumah, yang dapat disesuaikan dengan kemampuan makan bayi:

  • Finger food tahap pertama (usia 8 bulan ke bawah): pilih finger food yang lumer di mulut tanpa butuh dikunyah berlebihan. Misalnya, alpukat, tahu rebus, keju, kue dari tepung beras, brokoli kukus, wortel kukus, pisang, dan pepaya.
  • Finger food tahap berikutnya, ketika anak sudah mampu makan makanan semi padat (9 bulan ke atas): mangga, melon, biskuit bayi, labu kukus, apel kukus, kentang rebus, pir kukus, roti panggang, ikan tanpa duri, telur rebus, ayam rebus.

Makanan yang terlalu keras, misalnya buah atau sayur, dapat direbus atau dikukus terlebih dahulu agar teksturnya lembut dan mudah diterima anak.

Ada kalanya anak memiliki kemampuan mengunyah yang cukup baik sehingga mampu “naik level” ke finger food tahap berikutnya. Namun, bisa juga justru sebaliknya. Maka, selalu sesuaikan pilihan finger food dengan kondisi anak.

2. Hindari makanan “terlarang”

Anak yang sedang dalam masa pengenalan MPASI baru saja belajar makan, sehingga Anda harus berhati-hati dalam memberikan makanan untuknya. Apabila pemberian jenis makanan tidak sesuai dengan kemampuannya, anak berisiko tersedak. Tersedak adalah kondisi yang sangat berbahaya karena menutup jalur pernapasan anak dan dapat terjadi kematian.

Maka, perhatikan hal berikut dengan saksama. Berikut ini karakteristik makanan yang harus dihindari sebagai finger food:

  • Hindari makanan yang terlalu keras dan terlalu kecil, seperti kacang, kismis, popcorn, atau keju yang keras.
  • Jangan berikan makanan yang berbentuk bulat penuh, kenyal dan licin, seperti bakso, anggur, tomat ceri, dan jeli.
  • Sebaiknya makanan tersebut tidak mengandung serat kasar, misalnya daging sapi.
  • Pastikan tidak mengandung duri, tulang, dan biji.

Bila tetap ingin memberikan makanan di atas, siasati agar bentuknya tidak membahayakan bayi. Misalnya, dengan membelah dulu anggur menjadi dua bagian dan buang bijinya.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Pastikan bayi makan dalam posisi yang benar

Pada saat makan, bayi sebaiknya dalam keadaan duduk tegak. Apabila belum dapat duduk sendiri dengan stabil, bayi dapat disandarkan ke kursi makannya (high chair). Makan dengan posisi duduk mengurangi risiko tersedak. Selain itu, anak akan terbiasa untuk duduk ketika makan.

4. Temani anak selama jam makan

Finger food dapat dijadikan sendok atau cocolan pure, sehingga dapat dinikmati pada jam makan besar. Namun, finger food juga bisa dimakan sendiri pada saat jam mengemil. Yang terpenting, awasi bayi dengan saksama ketika mulai makan finger food sendiri. Jangan biarkan anak Anda makan sendiri tanpa pengawasan, karena tetap ada risiko tersedak sekalipun Anda sudah yakin si Kecil mampu menelan makanannya.

Demikian manfaat finger food serta tips mengenalkannya kepada anak. Semoga masa pemberian MPASI terus lancar dan menyenangkan untuk si Kecil.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar