Sukses

Benarkah Hobi Makan Rujak Bisa Jadi Pemicu GERD?

Bagi Anda penggemar makanan pedas seperti rujak, waspadai gangguan asam lambung atau GERD yang mungkin terjadi.

Klikdokter.com, Jakarta Rujak merupakan kumpulan dari berbagai macam buah, mulai dari bengkuang, mangga, pepaya, hingga jambu air, yang dinikmati bersama sambal khas dari gula merah yang diulek dengan cabai. Meski rasanya nikmat, makanan ini dianggap dapat memicu penyakit gastroesophageal reflux disease atau disebut GERD.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, benar adanya bahwa hobi makan rujak bisa memicu timbulnya GERD. “Sering mengonsumsi rujak bisa memicu timbulnya GERD, terutama apabila buah-buahan yang dikonsumsi adalah buah bercita rasa asam dan bumbunya terlalu pedas.” jelasnya.

Buah bisa jadi salah satu penyebabnya

Umumnya, kebanyakan orang berpikir bahwa hanya buah-buahan seperti tomat dan jeruklah yang bisa bikin asam lambung bergejolak. Padahal, buah apa pun yang berasa asam seperti mangga yang terlalu muda, nanas, kedondong, hingga jambu air, juga berpotensi menimbulkan masalah pencernaan, misalnya menyebabkan ulu hati terasa nyeri.

Selain itu, ada pula buah-buahan yang meski rasanya tidak asam, bisa memicu naiknya asam lambung, yakni nangka. “Saat makan rujak, sebaiknya hindari buah nangka karena nangka tidak baik untuk penderita GERD.” tambah wanita yang akrab dipanggil dr. Ega ini.

Bahkan, dilansir dari Medical Daily, menjadikan mangga yang manis sebagai hidangan rujak secara berlebihan juga tidak baik untuk pencernaan. Sebab, mangga mengandung banyak fruktosa yang sulit diserap oleh tubuh. Hal ini bisa menyebabkan perut menjadi kembung, terutama bagi Anda yang sebelumnya sudah memiliki masalah pencernaan, khususnya GERD.

Hati-hati dengan sambal rujak

Tak hanya persoalan buah-buahan, sambal rujak yang pedas pun bisa menjadi pemicu timbulnya gejala GERD. Perlu diketahui bahwa cabai mengandung senyawa capsaicin, yang bila dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan iritasi lambung.

Saat mengonsumsi sambal, pada awalnya lambung akan memproduksi sekresi lendir yang bertugas untuk melindungi diri dari iritasi lambung. Namun, jika senyawa capsaicin di dalam lambung terlalu banyak, mekanisme perlindungan lambung tersebut tidak lagi berfungsi.

Menolak godaan dari si sambal rujak memang terbilang sulit. Akan tetapi, Anda wajib menjaga kesehatan lambung daripada kenikmatan lidah semata. Pasalnya, jika lambung terlalu sering luka akibat makanan pedas, lama-kelamaan lambung tersebut akan berdarah dan kehilangan fungsinya. Tentu Anda tidak mau ‘kan hal itu sampai terjadi?

Oleh sebab itu, saat makan rujak, hindari mencocol buah ke dalam sambal rujak terlalu banyak jika Anda tidak mau asam lambung bergejolak. Bila perlu, pesanlah bumbu rujak yang tidak pedas, atau hanya menggunakan sedikit cabai, supaya lambung Anda tidak terluka.

Sementara itu, bagi Anda penderita GERD, sebaiknya hindari mengonsumsi rujak saat perut kosong. “Lebih baik, konsumsilah rujak setelah Anda mengonsumsi makanan pokok. Supaya efek asam dan pedas dari buah dan bumbunya tidak langsung melukai lambung Anda.” tambah dr. Ega.

Apa yang dikatakan dr. Ega tersebut perlu Anda perhatikan jika ingin tetap sehat. Asam lambung yang sebelumnya sudah diberikan makanan pokok, ibaratnya sudah mendapat pemanasan terlebih dulu untuk mencerna makanan lain. Sehingga, tidak akan terlalu melukai lambung.

Meski rujak terdiri atas buah-buahan yang bermanfaat, nyatanya makanan ini tak selalu menyehatkan, terutama bagi Anda yang memiliki penyakit GERD. Jadi, sebaiknya hindari mengonsumsinya secara berlebihan. Bila Anda sangat ingin makan rujak, pilihlah buah-buahan yang rasanya tidak asam dan bumbu rujak yang tidak terlalu pedas. Dengan demikian, kesehatan lambung dan pencernaan Anda pun tetap terjaga.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar