Sukses

Panduan Sehat Memasuki Masa Menopause

Tak perlu cemas berlebih saat memasuki masa menopause. Ikuti panduan berikut ini untuk menjalani masa menopause yang sehat dan bebas drama.

Klikdokter.com, Jakarta Mirip seperti kondisi hamil, menopause membawa perubahan yang cukup signifikan terhadap wanita. Bedanya, kondisi hamil hanya dialami selama 9 bulan, sedangkan menopause akan dilewati oleh wanita selama bertahun-tahun lamanya.

Saat wanita memasuki masa menopause, beberapa gejala akan muncul, mulai dari wajah kemerahan, insomnia, kenaikan berat badan, kembung, perubahan suasana hati, menstruasi menjadi tidak teratur atau siklus haid memendek, nyeri pada payudara, depresi, hingga nyeri kepala.

Sementara itu, menurut dr. Atika dari KlikDokter, beragam gejala di atas dapat dimulai dari 6 tahun sebelum periode menstruasi benar-benar berakhir. Nah, untuk mengatasi gejala tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti yang akan dijelaskan di bawah ini. Dengan demikian, Anda dapat menjalani masa menopause dengan tenang.

Terima kondisi dengan ikhlas

Dilansir dari Healthline, sebenarnya kondisi perubahan suasana hati dan perubahan hormon yang dialami wanita menopause tidak harus selalu dihadapi dengan keras. Sebab, melawan keadaan hanya akan memperburuk kondisi mood yang bisa berujung pada depresi. Terapkanlah pola pikir positif dan menerima keadaan supaya Anda bisa mengontrol sendiri kapan harus meluapkan emosi dan kapan harus menahannya terlebih dulu.

Dalam masa menopause ada yang disebut masa hot flashes, dimana Anda akan mengalami rasa panas pada tubuh hingga berkeringat dan detak jantung pun berdegup kencang. Kondisi ini biasanya berlangsung sekitar 2-30 menit setiap muncul.

Saat Anda mengalami hot flashes, biasanya emosi pun juga jadi tersulut karena perasaan tidak nyaman dengan kondisi tubuh yang panas. Daripada marah-marah dan membuat tubuh terasa lebih panas, sebaiknya dinginkan tubuh Anda dengan meredam rasa panas di ruangan berpendingin atau mengganti baju dengan bahan yang lebih ringan dan menyerap keringat sambil bersantai.

Kemampuan mengatasi gejala menopause dengan cepat menandakan Anda sudah menerima kondisi yang ada dengan baik.

Hal yang sama juga bisa Anda terapkan ketika tiba-tiba merasa sensitif dan ingin menangis. Jika kondisi rumah memang memungkinkan untuk Anda meluapkan emosi, tak ada salahnya mengeluarkan tangisan hingga perasaan tersebut hilang dan Anda merasa lebih lega.

Setelahnya, Anda dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa dan anggaplah hal tersebut sebagai gejala sederhana yang kerap terjadi. Yang terpenting, terima dulu kondisi perubahan yang Anda alami dengan ikhlas, maka hari-hari berikutnya pun pasti akan lebih mudah Anda jalani.

1 dari 2 halaman

Menopause momen bangkitnya semangat baru

Sebelum menopause, tak sedikit kesempatan yang terbuang karena terhalang oleh masa-masa menstruasi, kehamilan, dan menyusui. Daripada terlalu memikirkan perubahan negatif yang terjadi pada diri Anda, sebaiknya pikirkan hal-hal yang bisa dilakukan saat Anda memasuki masa menstruasi, misalnya bepergian keliling dunia bersama pasangan, melakukan pekerjaan sosial, hingga kembali rutin berolahraga.

Manfaatkan masa-masa menopause sebagai waktu untuk membangun kedekatan atau keintiman lagi bersama pasangan. Dengan sering berjalan-jalan bersama, tentu hubungan Anda dan pasangan akan semakin hangat. Sehingga, aktivitas seks yang dulu sempat “loyo” bisa menggairahkan kembali.

Lagipula, usia bukan halangan untuk Anda dan pasangan untuk menjalin keintiman, bukan? Untuk itu, jangan terlalu fokus pada perubahan “negative” yang terjadi pada tubuh. Sebaliknya, pikirkan saja peluang-peluang positif yang datang saat Anda menopause.

Bergabung dengan komunitas

Bergaul dengan teman-teman wanita yang lebih muda memang terkadang bisa bikin Anda ketularan muda. Sebab, Anda menjadi lebih memahami tentang apa yang digemari dan diperbincangkan oleh wanita-wanita yang usianya di bawah Anda.

Kendati demikian, jika ingin berbagai pengalaman dan ingin dipahami, sebaiknya berkumpullah bersama wanita-wanita yang seusia dengan Anda, yang juga telah memasuki masa menopause.

Dengan begitu, Anda tidak akan merasa sendirian ataupun minder. Cara ini justru bisa membantu Anda bertukar pengalaman dengan orang-orang yang mengalami kondisi serupa.

Memasuki masa menopause memang tak mudah. Namun, bukan berarti Anda boleh larut dalam kesedihan dan menganggap diri Anda yang paling sengsara. Dengan menjalankan berbagai kiat di atas, Anda dapat memasuki masa menopause dengan tenang dan lebih mudah menerima kondisi yang ada.

Selain itu, dukungan orang-orang di sekitar, khususnya pasangan dan anak-anak, juga sangat memengaruhi kelancaran Anda dalam menghadapi menopause. Jadi, sampaikan keluhan Anda pada pasangan agar ia dapat mendukung masa-masa sulit yang Anda alami. Yang terpenting, jangan minder, stres, apalagi depresi dengan segala perubahan yang dialami. Karena pada akhirnya, semua wanita akan mengalami masa-masa yang sama dengan Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar