Sukses

Suplemen Penambah Nafsu Makan untuk Anak, Perlukah?

Suplemen penambah nafsu makan sering dijadikan solusi untuk anak yang susah makan. Apa kata medis terkait hal ini?

Klikdokter.com, Jakarta Anak susah makan merupakan cikal bakal gangguan tumbuh kembang. Tak heran, sebagian orang tua merasa khawatir dan lantas mencari solusi alternatif, salah satunya dengan memberikan suplemen penambah nafsu makan pada anak. Apakah Anda juga berbuat demikian?

Jika ya, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut mulai sekarang. Secara medis, suplemen penambah nafsu makan umumnya tidak memberikan hasil yang signifikan. Alih-alih meningkatkan nafsu makan dan bermanfaat baik bagi anak, pemberian suplemen yang tidak tepat sasaran justru dapat menyebabkan kandungan suplemen tersebut tertumpuk di dalam tubuh si Kecil.

Lalu, harus bagaimana?

Untuk dapat menentukan solusi yang tepat bagi anak yang susah makan, Anda harus terlebih dahulu mengetahui penyebabnya.

Penyebab sulit makan pada anak sebenarnya sangat bervariasi. Namun yang paling sering adalah akibat cara pemberian makanan yang tidak tepat, komposisi makanan yang tidak bervariasi, serta tekstur makanan yang tidak sesuai keinginan si Kecil.

  • Cara pemberian makanan yang tidak tepat

Cara pemberian makan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah memberikan makan saat anak digendong, mendistraksi anak dengan televisi atau gawai saat makan, atau mencekoki makanan saat anak sedang enggan makan. Hal-hal tersebut adalah tindakan yang tidak tepat, karena bisa menyebabkan anak tidak bisa menikmati momen makan sebagaimana mestinya.

  • Komposisi tidak bervariasi

Komposisi makanan yang tidak bervariasi juga menyebabkan anak menjadi enggan makan. Misalnya, setiap hari anak disediakan nasi putih atau bubur tanpa variasi apa-apa. Hal ini bisa menyebabkan si Kecil menjadi bosan dan tak tertarik untuk makan.

  • Tekstur yang tidak sesuai

Tekstur terlalu lembek, terlalu keras, atau tidak sesuai dengan kondisi si Kecil bisa mengganggu proses makannya.

1 dari 3 halaman

Solusi untuk perbaiki asupan makan anak

Setelah mengetahui penyebabnya, langkah selanjutnya adalah mencarikan solusinya. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan tiga hal utama yang wajib dilakukan orang tua untuk memperbaiki asupan makan anak.

Ketiga hal tersebut adalah jadwal makan yang teratur, menciptakan lingkungan yang nyaman saat makan, dan memberikan makanan dengan cara yang tepat.

1. Jadwal makan

  • Jadwal makan anak sebaiknya terdiri dari: tiga kali makanan utama dan dua kali camilan. Jadwal ini sebaiknya diterapkan pada jam yang sama setiap harinya.
  • Baik anak mau makan atau tidak, selalu tawarkan makanan pada jam yang sama setiap hari. Hindari memberikan makanan pada waktu lain di luar jadwal yang telah ditetapkan.
  • Batasi pemberian makanan maksimal 30 menit.
  • Jangan tawarkan camilan saat anak mengonsumsi makanan utama.

2. Ciptakan lingkungan yang nyaman saat makan

  • Jangan paksa anak untuk makan.
  • Jangan mendistraksi anak saat makan, misalnya dengan mainan, gawai atau televisi.
  • Jangan hukum anak jika tidak mau makan.

3. Pemberian makanan dengan cara yang tepat

  • Berikan makanan dalam porsi kecil dulu.
  • Berikan makanan utama dulu, baru dilanjutkan dengan air putih atau susu.
  • Motivasi anak untuk makan sendiri.
  • Bujuk anak untuk makan. Hindari untuk memarahi atau mengancam anak jika ia enggan makan.
  • Jika setelah 15 menit anak berkeras tidak mau makan, akhiri proses pemberian makan.
  • Hindari membersihkan mulut anak terlalu sering. Bersihkan mulutnya jika proses makan sudah selesai saja.
2 dari 3 halaman

Kapan suplemen penambah nafsu makan diperlukan?

Vitamin dan mineral tidak diberikan untuk menambah nafsu makan anak. Zat gizi tersebut hanya diberikan sebagai suplemen untuk anak yang kebutuhan vitamin dan mineralnya tidak dapat dipenuhi oleh makanan sehari-hari.

Selain itu, tidak semua jenis vitamin dan mineral dari A sampai Z harus diberikan kepada anak. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), berikut adalah anjuran vitamin dan mineral untuk anak.

  • Vitamin A

WHO merekomendasikan suplemen vitamin A 100.000 Unit pada bayi berusia 6–11 bulan dan 200.000 Unit pada anak berusia 12–59 bulan. Vitamin ini tidak diberikan tiap hari, melainkan setiap 6 bulan sekali.

Di Indonesia, pemberian vitamin A dua kali setahun seperti anjuran WHO sudah menjadi program rutin posyandu pada bulan Februari dan Agustus.

  • Vitamin D

Vitamin D diperoleh dari sinar matahari pagi. Jika anak tak bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup, suplemen vitamin D bisa diberikan. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan vitamin D 400 IU untuk bayi, anak, dan remaja.

  • Zat besi

Di Indonesia, hampir separuh anak mengalami kekurangan zat besi. Padahal zat tersebut sangat berguna untuk perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan pembentukan sel darah merah. Oleh karena itu, suplemen zat besi bisa diberikan rutin selama tiga bulan setiap tahunnya untuk bayi dan anak.

  • Zink

Zink (seng) terbukti dapat menurunkan kejadian infeksi paru dan diare. IDAI menganjurkan pemberian zink setiap 6 bulan sekali, untuk anak usia 6 bulan sampai anak berusia 2 tahun.

Kesimpulannya, suplemen penambah nafsu makan tak dianjurkan untuk diberikan pada anak yang nafsu makannya kurang. Jika Anda memang ingin memberikan suplemen untuk si Kecil, akan lebih baik bila dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter agar pemberiannya tepat sasaran.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar