Sukses

Badan Lemas saat Menyusui, Apa yang Salah?

Tak hanya pada kehamilan, badan lemas dan mudah lelah juga bisa terjadi saat menyusui. Ini fakta medis selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Setelah melahirkan, seorang ibu sangat dianjurkan untuk menyusui. Di fase ini, ibu harus kembali menghadapi segudang tantangan yang bisa datang silih berganti. Salah satu yang paling sering dirasakan adalah badan lemas dan mudah lelah.

Badan lemas setelah melahirkan dikenal dengan istilah post-partum fatigue. Kondisi ini umum dialami wanita menyusui, dan biasanya hanya berlangsung sementara. Pada kebanyakan kasus, badan lemas akan menghilang dengan sendirinya pada jangka waktu 8–24 minggu setelah melahirkan.

Penyebab badan lemas saat menyusui

Terdapat berbagai hal yang bisa menjadi penyebab badan lemas selama masa menyusui. Beberapa yang paling sering, yaitu:

  • Kurang istirahat

Salah satu penyebab badan lemas selama masa menyusui adalah kurangnya istirahat. Sering kali, pola tidur ibu menyusui akan sangat berbeda. Anda mungkin akan sering terbangun pada malam hari untuk memberi ASI kepada bayi, atau menenangkan bayi yang menangis. Tidak cukupnya waktu tidur dapat menyebabkan badan terasa lemas pada siang hari.

  • Pasokan kalori yang tidak terpenuhi

Ibu menyusui membutuhkan banyak energi. Selain untuk memproduksi ASI, energi tambahan juga sangat penting untuk merawat bayi.

Tidak dimungkiri, kebutuhan bayi cukup banyak dan merawat bayi bisa jadi sangat melelahkan untuk sebagian orang. Sebut saja memandikan, mengganti pakaiannya, mengajak bermain, menyusui, menenangkan jika rewel, dan lain-lain. Pemulihan dari proses persalinan, terutama dengan operasi, juga mungkin menyebabkan banyaknya energi terpakai.

Secara umum, ibu menyusui membutuhkan kalori lebih jika dibandingkan dengan wanita yang tidak menyusui. Anda disarankan untuk mengonsumsi sebanyak 450–500 kalori ekstra setiap hari, agar mendapat sumber energi tambahan yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI dan merawat bayi.

Hal yang perlu diperhatikan, pola makan Anda semasa menyusui juga berpengaruh. Jika Anda memenuhi kebutuhan kalori namun berasal dari makanan yang kurang sehat, maka badan bisa saja terasa lemas seharian walaupun sudah makan. Maka itu, agar tidak lemas dan kualitas ASI tetap terjaga dengan baik, Anda dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan kalori dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

  • Kurang darah

Semasa persalinan, Anda telah kehilangan sejumlah darah. Walaupun normal, namun hal tersebut bisa membuat Anda berisiko mengalami anemia alias kurang darah.

Anemia memberikan gejala berupa badan lemas, wajah pucat, sulit berkonsentrasi, denyut jantung tidak teratur, nyeri dada, sesak napas, dan lainnya. Jika Anda mengalami gejala tersebut selama menyusui, jangan tunda untuk berobat ke dokter.

  • Baby blues

Post-partum depression atau yang lebih dikenal dengan baby blues mungkin saja terjadi dan membuat Anda merasakan keluhan badan lemas dan tidak bertenaga. Tak hanya itu, kondisi ini juga dapat mengakibatkan Anda merasa sedih, kesulitan menjalin hubungan dengan bayi, dan lainnya.

Badan lemas selama menyusui memang bisa membaik seiring waktu. Namun, Anda tetap dianjurkan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat lagi. Hal yang dapat dilakukan untuk ini, misalnya memenuhi waktu istirahat dalam sehari.

Selain itu, penuhi juga kebutuhan kalori tambahan Anda dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Jika diperlukan, Anda dapat mengonsumsi suplemen untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi selama menyusui terus terpenuhi. Pilihlah suplemen yang mengandung nutrisi esensial yang tinggi kandungan DHA, asam folat, kalsium, zat besi, serta vitamin dan mineral untuk kesehatan ibu dan buah hati selama kehamilan hingga menyusui.

Jika badan lemas tidak kunjung hilang, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter. Jangan biarkan badan lemas terjadi berlanjut dan mengganggu Anda memberikan pasokan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk proses tumbuh kembangnya.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar