Sukses

Tips Agar Menyusui Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Tahukah Anda bahwa menyusui dapat dijadikan sebagai metode untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan? Ini tipsnya!

Klikdokter.com, Jakarta Setelah melahirkan, salah satu hal yang mungkin diinginkan oleh wanita adalah menurunkan berat badan yang naik semasa kehamilan. Bahkan, tak sedikit yang ingin mengembalikan berat badan seperti sebelum hamil. Apakah Anda salah satunya? Jika ya, metode yang bisa dicoba adalah menyusui!

Faktanya, menyusui membuat tubuh Anda membakar lebih banyak energi dalam bentuk kalori. Selama dua bulan pertama, pemberian ASI eksklusif memakan kurang lebih 595 kalori per hari. Seiring pertumbuhan bayi, jumlah tersebut akan meningkat hingga mencapai 695 kalori per hari

Tak hanya itu, menyusui juga diperkirakan memberikan pengaruh terhadap metabolisme tubuh ibu. Semasa kehamilan, penumpukan lemak tak bisa dihindari. Hal ini terutama terjadi pada tubuh bagian bawah. Nah, selama masa menyusui, lemak tersebut akan dimobilisasi untuk menghasilkan ASI yang mendukung perkembangan otak bayi.

Perhatikan ini!

Supaya menyusui benar-benar efektif membantu menurunkan berat badan, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

1. Berikan ASI eksklusif

Memberi ASI eksklusif meningkatkan kemungkinan wanita untuk kembali ke indeks massa tubuh (IMT) sebelum hamil, bahkan ke berat sebelum hamil. Jadi, pastikan Anda hanya memberikan ASI kepada bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. Setelah enam bulan terlewati, pemberian ASI dilanjutkan dengan menambah makanan pendamping alias MPASI.

Studi mendapatkan hasil bahwa ibu yang menyusui secara eksklusif akan mengalami penurunan berat badan antara 0.6–2 kilogram lebih banyak jika dibandingkan dengan mereka yang tidak menyusui atau menyusui tapi tidak eksklusif.

2. Perhatikan lama menyusui

Penelitian menemukan bahwa ibu yang menyusui selama 12 bulan atau lebih akan mengalami penurunan berat badan yang lebih dibandingkan dengan mereka yang menyusui hanya selama 3 bulan atau kurang. Perbedaan ini akan menetap hingga dua tahun setelah melahirkan.

3. Pastikan asupan memadai

Terdapat peningkatan kebutuhan energi semasa menyusui. Disarankan, dua pertiga pemenuhan energi ini berasal dari makanan, dan sepertiga berasal dari pertambahan berat semasa kehamilan.

Untuk asupan makanan, pilihlah yang mengandung gizi seimbang dan menyehatkan. Beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk ini, yaitu:

  • Pastikan Anda mengonsumsi makanan dari lima kelompok berikut: biji-bijian, protein, buah, sayur, dan susu.
  • Pilihlah sumber karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, pasta atau roti gandum.
  • Sebagai sumber protein, pilihlah daging tidak berlemak, unggas, ikan, kacang-kacangan dan telur.
  • Pilih buah dan sayur yang beraneka warna untuk dikonsumsi sehari-hari. Pastikan setengah piring Anda terisi sayur dan buah utuh (tidak dijus).
  • Usahakan untuk mengonsumsi tiga porsi susu rendah lemak, yoghurt, atau keju setiap harinya.
  • Batasi makanan yang tinggi gula dan lemak, seperti dessert, gorengan, soda, dan lainnya.

Pastikan berat badan Anda turun secara perlahan-lahan dan bertahap. Target yang aman adalah penurunan berat kurang lebih 0,5 kg setiap minggu. Jika yang Anda alami adalah penurunan berat badan dengan kisaran terlalu jauh dari angka tersebut, sebaiknya segera periksakan diri lebih lanjut pada dokter.

Terakhir, konsumsilah selalu makanan yang bernutrisi agar kualitas ASI tetap terjaga dengan baik. Jika dirasa perlu, Anda bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung nutrisi esensial yang tinggi kandungan DHA, asam folat, kalsium, zat besi, serta vitamin dan mineral untuk kesehatan ibu dan buah hati selama kehamilan hingga menyusui. Jadi, selamat menyusui!

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar