Sukses

Benarkah Merokok juga Bisa Picu GERD?

Merokok sudah jelas membahayakan kesehatan. Tak hanya menyebabkan penyakit jantung dan hipertensi, nyatanya rokok juga memicu penyakit GERD.

Klikdokter.com, Jakarta Gastroesophageal reflux disease atau yang biasa disebut penyakit GERD adalah gangguan pada sistem pencernaan yang bersifat kronis. Pemicu gangguan kesehatan ini cukup banyak, salah satu yang paling berbahaya adalah karena kebiasaan merokok.

Bagi orang yang memiliki keluhan GERD, umumnya makanan yang dikonsumsi masuk ke mulut menuju esofagus, kemudian masuk ke lambung dan bertahan selama 3 hingga 4 jam untuk dicerna. Akan tetapi, pada penderita GERD, kondisinya tidak demikian.

Makanan yang sudah ditampung di lambung bisa naik kembali ke kerongkongan dan biasanya berupa cairan asam lambung. Ketika asam lambung tersebut naik, penderita akan mengalami sensasi terbakar atau panas di dadanya. Jika mengalami hal ini setidaknya 2 kali dalam seminggu, kemungkinan besar Anda menderita GERD.

Rokok sebagai pemicu GERD

Anda tentu tahu betapa berbahayanya rokok bagi tubuh, meski memang banyak orang yang tidak bisa lepas dari ketergantungan menghirup tembakau yang dibakar tersebut. Tapi, bagaimana bisa rokok yang biasanya berhubungan dengan saluran pernapasan menjadi penyebab masalah saluran cerna?

Faktanya, rokok ternyata bisa menimbulkan peradangan di saluran pencernaan atas atau memperparah kondisi pencernaan seseorang yang sebelumnya memang telah memiliki masalah GERD atau mag. Hal ini dijelaskan oleh dr. Melyarna Putri dari Klikdokter.

"GERD bisa timbul karena koordinasi antara kerongkongan dengan lambung tidak terlalu bagus. Nah, kondisi ini salah satunya bisa diperparah dengan merokok. Kebiasaan merokok dan riwayat mag adalah 'kombinasi yang pas' sebagai pencetus GERD," ujarnya.

Melanjutkan paparan di atas, dr. Mely menambahkan bahwa orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat mag sekalipun bisa mengalami peradangan di bagian saluran pencernaan atas bila biasa merokok. “Peradangan itu cikal bakal terjadinya keluhan GERD," sambungnya.

Dengan begitu berbahayanya konsumsi rokok tersebut, mulai saat ini hindarilah mengonsumsi rokok. Bila memang Anda sudah terlanjur menjadi perokok berat, berusahalah untuk mengurangi konsumsi rokok harian, hingga kemudian bisa berhenti mengonsumsinya secara total.

1 dari 2 halaman

Kontribusi lain rokok terhadap GERD

Selain menimbulkan peradangan, rokok ternyata memiliki kontribusi lain terhadap penyakit GERD. Berikut ini adalah dampak dari konsumsi rokok yang juga bisa menyebabkan Anda menjadi penderita GERD:

1. Membuat otot sfingter esofagus bawah kendur

Nikotin cenderung mengendurkan otot polos di dalam tubuh. Padahal, salah satu pertahanan utama tubuh terhadap GERD adalah otot sfingter esofagus bawah, yakni otot berbentuk cincin yang menghubungkan kerongkongan dengan lambung.

Pada kondisi normal, otot sfingter mengatur perjalanan makanan ke lambung dan mencegah asam merembes ke esofagus. Adanya nikotin menyebabkan otot sfingter menjadi kendur, sehingga jumlah asam yang masuk ke dalam dan merusak esophagus berisiko meningkat.

2. Mengurangi air liur

Air liur mengandung zat penetral asam yang disebut bikarbonat. Zat ini membantu melawan efek refluks asam dan GERD. Pada dasarnya, menelan ludah dapat membantu memadamkan kerusakan asam apa pun yang terjadi karena refluks.

Sedangkan, perokok menghasilkan lebih sedikit air liur, sehingga memiliki kemampuan lebih sedikit untuk menetralkan asam yang mengalami refluks.

3. Mengganggu otot-otot esofagus

Dalam relaksasi otot polos, nikotin juga dapat mengganggu otot-otot yang membantu memindahkan makanan ke esofagus. Padahal, otot-otot ini juga berfungsi membantu membersihkan refluks asam yang merusak esofagus.

4. Merusak lapisan esofagus

Merokok berbahaya bagi selaput lendir yang membantu melindungi kerongkongan dari kerusakan akibat asam. Dengan aktif merokok, maka selaput lendir tersebut tak lagi mampu untuk melidungi esofagus.

Selama ini mungkin Anda hanya mengetahui bahaya rokok terhadap saluran pernapasan dan tekanan darah tinggi. Namun ternyata, kebiasaan merokok juga memberikan dampak yang signifikan sebagai pemicu GERD. Jadi, sebisa mungkin, lepaskan diri Anda dari rokok. Jika GERD sudah sangat parah dan membuat Anda sampai kesulitan beraktivitas, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar